Beranda > INFO, MBOJO BIMA > Banjir Bandang Landa Bima, Dua Orang Tewas

Banjir Bandang Landa Bima, Dua Orang Tewas

BIMA-Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Sape, Bima, kemarin pagi. Puluhan rumah warga ambruk dan hanyut. Musibah ini juga menyebabkan dua warga meninggal dunia. Informasi yang diserap Koran ini, banjir bandang terjadi setelah sungai yang melintas di wilayah Kecamatan Sape (sering disebut sungai Sape, Red) meluap. Sebelumnya, sejak Jumat (22/4) sore sampai kemarin pagi hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya. Akibatnya debit air di sungai itu meningkat drastis.

Dua korban meninggal adalah Muhammad Thalib alias Uba Haja, 67 tahun, warga Desa Rai Oi dan Ahmad Kasim, 60 tahun, warga Dusun Bajo SaraE, Desa Bugis. Korban Uba Haja tewas setelah terseret banjir sejauh lima kilometer. Mayatnya ditemukan di Dam Wuwu, Desa Sangia.

Detik-detik ketika air bah menerjang Sape-Bima

Kabarnya, sebelum banjir terjadi, korban berada di sawahnya di sekitar Dam Seme, wilayah Desa Naru Barat.  Ceritanya, korban bersama keluarganya pergi menanam jagung di sawahnya. Karena banjir datang secara tiba-tiba, korban hanya sempat berpegangan pada batang pisang. Sementara keluarganya yang lain, sempat memanjat pohon. ‘’Bersama batang pisang itu korban diseret banjir,’’ tutur Abdul Muis, salah seorang warga Rai Oi. Sementara, korban Ahmad Kasim, yang juga salah seorang pamong Desa Bugis, terseret banjir ketika membersihkan sampah di bawah kolong rumahnya. Salah seorang warga setempat, Ardiansyah mengaku, sempat mengingatkan korban untuk menunggu air surut. Selang beberapa saat, tiba-tiba korban tergelincir dan jatuh. Begitu warga menolong dan mengangkatnya, korban sudah tidak bernyawa.

Jalan Bima-Sape terputus gara-gara banjir besar

Pantauan langsung Koran ini, rumah warga yang hanyut maupun ambruk diterjang banjir, kebanyakan berada di pinggir sungai. Saat kejadian, ketinggian air di permukiman warga mencapai satu hingga tiga meter. ‘’Kalau di wilayah RT 01 Desa Naru Barat, ketinggian air sekitar 1 meter. Sedangkan di wilayah RT 04, air sampai tiga meter,’’ ungkap Ketua RT 04 Desa Naru Barat H Mustamin.

Musibah banjir ini menggenangi 11 desa. Namun, ada empat desa yang mengalami dampak terparah, yaitu Desa NaE, Rai Oi, Bugis, dan Desa Tanah Putih. Di Desa NaE tercatat sebanyak 16 rumah warga ambruk, di Desa Rai Oi 23 rumah, Desa 11 rumah, dan di Tanah Putih tiga rumah tertimbun longsor. Belum terhitung kerugian material lain, seperti ternak, padi maupun peralatan rumah tangga yang rusak maupun hanyut dibawa banjir. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima memperkirakan kerugian sementara akibat banjir lebih dari Rp 10 miliar.

‘’Kalau di Desa Rai Oi, jumlah rumah warga yang hancur total maupun hanyut dibawa banjir sebanyak 23 unit. Sedangkan ternak yang hanyut dua ekor kambing dan satu ekor sapi,’’ ungkap Kepala Desa Rai Oi Muhammad Ali Abubakar.

Begitu pula dengan ribuan hektare areal persawahan warga di sepanjang aliran sungai yang melintasi Kecamatan Sape. Semuanya mengalami kerusakan cukup parah. Termasuk jalan lintas Bima-Sape, tepatnya di Gunung Kalate, Desa Jia hampir putus. Separo badan jalan negara tersebut tergerus banjir.

Akses jalan yg menuju Pelabuhan Ikan Gusung Bugis terputus

Jalan Terputus akibat Banjir Bima

Musibah banjir yang terjadi di Kecamatan Sape kemarin menurut warga setempat merupakan yang terbesar selama ini. Meski diakui, setiap kali turun hujan tetap ada banjir, tapi belum pernah ada air yang meluap hingga ketinggian tiga meter di permukiman warga.

Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Kota Bima. Hujan yang terus menerus mengguyur sejak Jumat sore lalu, menyebabkan sejumlah Kelurahan di wilayah Kota Bima terendam air.
Tidak ada korban jiwa akibat luapan air dari sungai Padolo yang membelah Kota Bima. Tapi ketinggian air meningkat 50 cm, utamanya di wilayah Lingkungan Sarata, Kelurahan Paruga. Termasuk kompleks Pasar Raya Bima, ikut terendam air. Selain sejumlah kelurahahn terendam air, di Lingkungan Oi Mbo, Kelurahan Kumbe, tujuh orang anak sempat terjebak banjir. Mereka selamat, karena berpegangan pada pohon kayu. Begitu air sungai surut, tujuha anak tersebut diselamatkan warga. Kendati demikian ketujuh anak itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bima untuk mendapatkan perawatan medis. (gun Lombok Post)

Sumber foto: Masykur romeo

  1. April 5, 2014 pukul 4:44 am

    Very good blog! Do you have any tips and hints for aspiring
    writers? I’m planning to start my own blog soon but
    I’m a little lost on everything. Would you advise starting with a free platform like WordPress or go
    for a paid option? There are so many options out there that I’m totally overwhelmed ..
    Any ideas? Many thanks!

  1. Agustus 3, 2011 pukul 4:13 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: