Beranda > Oprexz > Segelas Kopi Hitam dan Paras Senja Wakatobi

Segelas Kopi Hitam dan Paras Senja Wakatobi

Surga nyata bawah laut di pusat segitiga karang dunia, begitu daerah ini punya tagline. Nyata memang, tak ada yang meragukan warna-warni surga bawah laut itu. Namun Wakatobi punya sisi keindahan lain, senja yang dilepas menuju peraduan dengan hangat secangkir kopi hitam.

Adalah dermaga Pangulubelo, nadi utama transportasi antar provinsi di kabupaten ujung tenggara Sulawesi. Dari dermaga pelabuhan ini, pulau Kapota jelas terlihat dengan hilir mudik perahu bermotor yang mengantarkan penduduk menyeberang dari Wanci, ibukota kabupaten.

Aktivitas menantikan senja datang menjelang malam bebetapa minggu terakhir kian hangat. Ya, oleh segelas kopi hitam yang dijual Dodon, pemuda yang belakangan ini mengisi salah satu sisi timur jalan menuju dermaga.

image

Penjual kopi ini sedikit unik punya, berbekal sepedamotor jenis vespa yang ia modifikasi sedemikian rupa, ia secara mobile berpindah-pindah tempat mangkal. “Kalau sore sampai magrib,  saya disini (pelabuhan). Tapi kalau malam saya jualan di alun-alun depan kantor bupati,”  kata dia pada saat awal saya cicipi kopinya. Suaranya lamat-lamat tenggelam dalam lantunan musik (kebanyakan berirama reggae) semakin membuat asyik suasana pantai sore itu.

Dodon mengaku, awalnya berjualan karena iseng saja. Dengan bermodalkan uang 500 ribu rupiah, ia menyulap vespa kuning kesayangannya menjadi gerobak dagangan. Vespa klasik pabrikan tahun 1989 itu ia pasangkan gandengan untuk memuat peralatan meracik kopinya. “Daripada bersantai di rumah, mending saya jualan saja. Apalagi saya jualan di pelabuhan, bisa sekalian cuci mata sore-sore, ” akunya.

Kopi buatannya tak mahal, harga Rp. 3000-15.000 untuk berbagai variasi kopi tentunya masih terjangkau untuk berbagai kalangan.

Usaha berjualan kopi secara mobile memang sesuatu yang baru di Wakatobi. Hal itu pula yang membuatku tak ragu mencoba sensasi meneguk segelas kopi hangat sambil melihat pemandangan kota Wanci, perkampungan tradisional Bajo, dan indahnya Kapota dalam balutan lembayungnya senja.

Kategori:Oprexz
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: