Kategori
I THINK Oprexz

Selamat Jalan Nenek


Dalam mimpi kulihat jempol kananku kukunya pecah. Lalu ku terbangun tiba-tiba. Faiz meminta menyalakan televisi. Tak berselang lama, datang lah video call dari kampung.

96414955_10219892916167995_5042905910381379584_oMungkin itu sedikit pertanda. Begitu kuangkat telepon itu, dunia terasa senyap tanpa kata. Beberapa kali tangannya yang kurus menunjuk ke arah mulut tanda meminta sesendok air. Nenekku, di akhir usianya yang seabad memang menderita sakit di bagian mulut sehingga kesulitan menelan makanan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah memberikan air dengan sendok. Disanalah dilarutkan vitamin sekedar penambah daya tahan tubuh.

Yang mengantarkanmu, kulihat begitu ramai sanak keluarga. Ayah dan paman di telinga. Ibu dan lainnya mengaji sembari menghapus air mata. Semua ada kecuali saya, dan bibi bungsu yang masih di Jakarta. Selamat jalan cintaku, nenek seabad.

Nenek Kalisom Binti Duruhama, nenek saya berpulang di Talapitidiberikan tempat yang layak disisi Allah SWT. Aaamin

Kategori
I THINK

Akhirnya, Signal Telkomsel Menjamah Desa Nenek


Selain tiga kebutuhan pokok, apakah dua benda yang paling dibutuhkan manusia di abad ke 21 ini? angkat tangan bagi yang bisa jawab. Hei, kamu yang jawab pacar… salah. Tanpa pacar kamu masih bisa keluar rumah, traveling ke tempat wisata eksotis, salto dari puncak monas. #eh

Jawaban yang benar adalah listrik dan signal komunikasi.

Berdasarkan riset dari OnTheSpot, acara rangking salah satu televisi yang ada angka 7-nya, tanpa listrik dan signal manusia abad Jokowi ini tidak akan bertahan hidup dengan keceriaan. Orang tidak akan keluar rumah tanpa handphone yang terisi penuh, tidak betah di tempat-tempat terpencil, kegilaan dan histeria massal juga kadang akan muncul bila signal seluler untuk komunikasi mati total.

Selain energi, komunikasi adalah sektor vital bagi bangsa dan negara. Tanpa komunikasi, hidup akan sunyi. Tidak percaya? mari tanyakan kebenarannya pada nenek saya yang karena uzur tidak bisa mendengar lagi dengan baik.

Bicara soal nenek, saya punya cerita. Alkisah di sebuah desa yang bernama Talapiti. Hiduplah seorang nenek tua renta yang beberapa tahun lagi usianya seabad lamanya. (backsound jreng jreng)

Nenek super, masih mengenali yang punya blog ini tahun lalu.

Sekiranya lebih dari sepuluh tahun yang lalu, sang nenek yang sakit-sakitan setelah terjatuh saat pergi ke sawah. Setelah seminggu dirawat di rumahnya penyakitnya semakin parah hingga seluruh keluarga besar diabsen satu per satu dan saling memohonkan maaf.

Konon dalam sakitnya nenek bermimpi bertemu dengan almarhum suaminya, sebut saja namanya kakek. “Kakek datang menjemput saya? Saya sudah capek sakit-sakitan tapi tak kunjung juga meninggalkan dunia ini,” curhat nenek kepada kakek. Curhatan searah nenek tak kunjung dijawab oleh pria yang pernah menemaninya hampir separuh usianya itu…

Waktu itu Desa Konohagure Talapiti begitu terisolir. Dipagari pegunungan dan harus tiga kali menyeberang sungai untuk menuju kesana. Hal itu pula lah  yang membuat kabel listrik dan sinyal seluler sungkan untuk masuk ke desa.

Usai sakit keras, nenek ajaibnya berangsur pulih. Nenekku yang begitu perkasa pun pernah berkata, belum akan pergi sebelum rumah kediamannya benderang di malam hari. Juga belum pergi kalau dari tempat tidurnya belum bisa berbicara dengan anaknya yang tinggal di lain kota. Beliau begitu mendambakan pembangunan dan teknologi menjamah desa tempat ia menghabiskan hari-hari terakhirnya.

Jembatan Nggaronangga-Tolowata. Dulu disini salah satu dari tiga sungai yang harus disebrangi.

Hingga suatu hari jalanan berbatu menuju Talapiti diterabas buldozer, tak lama kemudian diaspal. juga beberapa tahun yang lalu, listrik menjamah Talapiti.

Kategori
I THINK

Resolusi 2013 Ala Rhakateza


23:58 PM, terhitung dua menit lagi jam di komputerku akan kembali ter-reset ke angka 00.00 menuju hari baru tertanggal 31 Desember 2012. Aku berharap bisa menulis lebih lama, hingga menyambut datangnya hari terakhir dalam penanggalan tahun ini dengan menulis di blog yang semakin jarang ku lirik ini.

newyearfireworks

Melepas Tahun 2012

Dalam postingan pengujung tahun ini aku hanya ingin melakukan sedikit review perjalanan kehidupanku selama tahun yang katanya menjadi tahun terakhir dalam siklus kalender Suku Maya. Ada banyak tonggak-tonggak sejarah penting (subjektif) yang dipancangkan pada tahun ini.

Di bidang karir, banyak pencapaian-pencapaian penting yang telah ku raih, kendati tidak signifikan dalam menolong napas dompet yang tetap aja kembang kempis. Banyak job-job kecil yang mutlak harus ku syukuri, banyak planning yang sukses tereksekusi walaupun lebih banyak lagi yang betah tidur dalam ruang mimpi. Ada kebebasan berkarya untuk kaum sanguin,  yang mesti disyukuri.

Dibalik dinamika psikologi, suhu kantong, dan anomali cuaca yang unik di Kota Kelahiranku, aku bersyukur tahun ini tidak pernah merasakan hambatan dalam hal kesehatan. Satu-satunya gangguan kesehatan yang kualami selama tahun ini adalah serangan flu ringan yang berlangsung hanya sehari. Alhamdulillah dan semoga bisa dipertahankan.

Kategori
I THINK

Hari Kemerdekaan Indonesia


Hari Kemerdekaan Indonesia!

Hari Kemerdekaan Indonesia
Hari Kemerdekaan Indonesia, sebuah doodle dari Google.co.id

Sebuah pekik yang mewakilkan semangat rakyat indonesia yang terbebas dari belenggu penjajahan pada pertengahan bulan ini terdengar lagi. Sejak 67 tahun yang lalu saat dwitunggal Soekarno-Hatta memploklamirkan kemerdekaan negara di Jakarta, 17 Agustus selalu diidentikkan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, hari untuk mengingat berdirinya tonggak bangsa ini. Namun belakangan pekik merdeka seakan berkurang kesakralannya, renungan serta upacara peringatan hanya terkesan sebagai seremonial belaka. Masih pentingkah memperingati hari kemerdekaan? ataukah sejatinya memang kita belum merdeka?

Tak dapat dipungkiri, dalam sejarah bangsa ini, kemerdekaan sebagai sebuah negara telah berhasil kita wujudkan pada tahun 1945. Namun lebih dari itu, kemerdekaan bangsa dari penjajahan itu harusnya bisa mengantarkan rakyat Indonesia ke dalam dunia yang merdeka pula. Bangunan Kemerdekaan Indonesia, seharusnya bisa melindungi rakyat dari penindasan yang dilakukan oleh bangsa lain maupun oleh sesama anak bangsa sendiri.

Apabila prinsip terlepasnya belenggu bangsa lain terhadap sebuah negara dijadikan ukuran sebuah kemerdekaan, maka Indonesia belum bisa dikatakan telah merdeka. Penjajahan bangsa asing terhadap negara kita masih terus terjadi hingga sekarang, baik secara ekonomi, politik, maupun ideologi. Tak terhitung harta simpanan kekayaan bangsa yang secara kepemilikan merupakan milik rakyat yang habis dirampok dan dinikmati sendiri oleh pihak asing. Perampokan ‘legal’ ini nyatanya direstui oleh segelintir orang yang mengendalikan arah kebijakan negara ini, sementara rakyat terusir dari tanah dan airnya sendiri dan dipaksa sadar maupun tidak untuk hidup seadanya sambil menyaksikan negara-negara lain berpesta pora menikmati setiap jengkal tanah kita yang kaya.

Bukan menjadi rahasia umum jika setiap kebijakan yang dihasilkan oleh penguasa negara ini merupakan titipan dari pihak asing. Swastanisasi BUMN yang menguasai sektor-sektor vital negara seperi migas, industri dasar, perkebunan dan kehutanan merupakan indikasi kuat keberpihakan penguasa ini terhadap kepentingan asing. Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi terkesan didikte dan menjadi budak kapitalisme negara-negara adidaya. Pada saat seperti inilah, ketegasan hati dan kemandirian ideologis seorang Ir. Soekarno dan  Drs. Moh. Hatta menjadi begitu dirindukan.

Arah kebijakan yang merampas hak hidup seseorang maupun sekelompok kaum dari tanah dan airnya inilah yang menjadi ciri ketidak-merdekaan Indonesia. Merdeka adalah keleluasaan menentukan pilihan hidup tanpa ada rasa ketakutan, tekanan dan paksaan. Kemerdekaan diikuti dengan pengakuan adanya kemerdekaan yang sama pada diri orang atau pihak lain. Seseorang yang merasa merdeka tetapi merampas kemerdekaan orang lain pada hakikatnya ia belum merdeka. Karena biasanya perilaku merampas, merampok, dan memaksakan kehendak itu adalah ciri-ciri dari kekurangan, keterikatan dan ketergantungan orang pada hal atau pihak lain. Artinya orang itu belumlah merdeka dalam arti yang sebenarnya.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia!

 

 

 

Kategori
I THINK MBOJO BIMA TRAVELLER

Romantika Masa Kecil di Bukit Dewa Tula


Tepat di depan rumahku berdiri sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi. Bukit Dewa tula, begitu sebagian orang di kampung memberi nama. Saya sendiri tidak begitu tau dari mana asal nama itu, namun semenjak kecil nama  Dewa Tula sudah begitu melekat dengan bukit yang berada di sebelah timur laut kantor walikota Bima itu.

Tak ada pohon yang besar di bukit ini, seingatku dulu ada sebuah pohon mangga besar pada sisi bukit yang menghadap rumahku, namun sudah ditebang sekitar sepuluh tahun yang lalu. Praktis bukit ini hanya ditumbuhi semak belukar dan pepohonan lamtoro yang dari dulu hingga sekarang tak kunjung besar. Beberapa pohon garoso (sirsak) yang yang dulu selalu ranum berbuah dan biasa ku petik kini semakin berkurang, kalaupun ada menurutku tak kan menjanjikan buah sirsak sebanyak dulu.

Kalau bukan karena ayah saya berhasil membunuh seekor tikus yang besar komplit dengan tiga ekor anaknya, tak bakalan saya mendaki bukit Dewa Tula. Siang itu saya kebagian tugas dari Ayah melenyapkan hama pengganggu itu di rumah dengan membuangnya di atas bukit. Sebuah plastik besar berwarna kuning berisi empat ekor tikus hasil perburuan Ayah di samping kamar mandi menjadi paket yang segera harus saya enyahkan. Mendaki bukit Dewa Tula pun harus saya lakoni demi tugas suci nan mulia itu, walaupun setelah sekian lama saya tidak pernah lagi menapakkan kaki diatas bukit itu.

Memandangi kantor walikota Bima dari bukit Dewa Tula

Yah, semenjak tamat SD atau kalau dinumerikkan setelah sekitar 15 tahun saya tidak pernah lagi mendaki sampai puncak bukit yang berjarak tak lebih dari 20 meter dari depan rumah itu. Dulu sewaktu kanak-kanak, Dewa Tula seakan menjadi tempat bermain wajib bagi saya dan anak-anak lain di lingkungan tempat tinggalku. Bukit yang rimbun dengan semak belukar dan batu-batu besar yang ideal untuk bersembunyi menjadikan bukit ini sebuah tempat yang pas untuk bermain petak umpet dan perang-perangan.

Pada setiap musim garoso, saya dan beberapa orang teman masa kecil selalu menyempatkan berburu buah yang manis ini. “dei garoso,” begitu orang Bima menyebutnya. Dulu kami selalu berebutan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya garoso untuk dibawa pulang. Kalau kebetulan buah garoso tak terjangkau tangan atau dahannya terlalu kecil untuk dipijaki, sebatang galah kecil yang kami bawa sukses menjalankan tugasnya. Setelah mengantongi beberapa buah garoso untuk dinikmati berhari-hari, kami mengumpulkan seikat besar daun lamtoro untuk pakan ternak kambing di rumah masing-masing untuk menyogok orang tua yang terkadang melarang kami bermain di bukit.

Pohon Kamboja tua masih tegak berdiri, masih sama seperti dulu, -tak berdaun.

Bagi warga yang berdiam sedikit lebih jauh dari kaki bukit, Dewa Tula terbilang angker. Pernah kejadian salah seorang anak tetangga rumahku entah bagaimana ceritanya raib dari kamar di subuh buta. Warga kampung mencari ke seluruh tempat, dan ajaibnya sang bocah ditemukan sedang pulas tertidur di salah satu dahan pohon mangga yang kini sudah ditebang.

Di puncak bukit juga tak kalah kental aura mistisnya, sebatang pohon kamboja besar tanpa daun berdiri hingga kini. Dulu sering kami melihat semacam sesajen yang diletakkan oleh orang-orang yang konon mencari ilham, atau mungkin sekedar mengadu peruntungan dengan meminta nomor togel cantik pada penunggu bukit. Entahlah… malah dulu sering saya menemukan sisa api unggun, tulang ayam berserakan, dan bulu ayam di sekitar pohon yang entah kebetulan atau tidak warna bulu ayam di bawah pohon kamboja itu persis sama dengan ciri-ciri ayam tetangga kampung ku yang hilang kemarin malam. 🙂

Kami, anak-anak di lingkungan sekitar bukit tak pernah memandang bukit kecil ini angker. Malah ribuan kesenangan telah kami dapatkan dengan menjadikan Dewa Tula sebagai tempat bermain dan beraktivitas. Mulai dari bermain petak umpet, perang perangan (lewa pehe), mencari jamur, berburu gagang katapel (haju ncanga), dei garoso, menerbangkan layangan dan mengadu dengan tetangga kampung, mencari pakan kambing, atau sekedar duduk di batu besar dan memandangi seluruh penjuru kota dengan takjub.

Kategori
I THINK

BALADA ANAK SEKRET KOPMA UNHAS


Malam ini saya ngobrol via chat FB dengan kawan lama semasa masih jaman kuliah, dimana pada jaman dulu  kala siang dan malam terbalik 360°, namun sekarang… sama saja :mrgreen:.  Ngobrol ngalor ngidul dan berbagi cerita nostalgia mengenai suka duka di kampus atau bagaimana bedanya sensasi gigitan nyamuk sekretariat PKM dengan gedung senat mahasiswa, atau terkadang berbagi info tentang mantan oddo’² (gebetan) sewaktu jadi pejantan gagal tangguh. Tak terasa tepat setahun saya tinggalkan Makassar dan kembali ke kampung halaman, sebuah waktu yang terlalu singkat untuk bisa melupakan masa-masa dirantauan.

Anggap saja rumah sendiri....

Salah satu cerita menarik yang hangat dibahas adalah cerita tentang keterbatasan uang kiriman yang mempengaruhi gaya hidup (terkadang mempengaruhi kewarasan otak) mahasiswa. Dulu saya tinggal di kost-kosan sederhana, lalu beranjak menjadi penjaga kampus, alasan awalnya bukan perkara kantong yang tak mampu menyewa kost (kalau di Makassar namanya pondokan) namun lebih dari itu akses yang dekat diharapkan membuat frekuensi kehadiran ke kelas kuliah menjadi meningkat. Hal ini TIDAK TERBUKTI 😦

Faktor uang kiriman bulanan sungguh sangat mempengaruhi gaya hidup mahasiswa Makassar dan mungkin juga mahasiswa lainnya se-Indonesia. Cekidot!!!

#Pembersih wajah#
awal bulan : Olay Anti Aging
tengah bulan : Tje fuk
akhir bulan : Mama Lemon di laci piring juga oke

#Komunikasi dengan pacar#
awal bulan : teleponan
tengah bluan : smsan
akhir bulan : sms mama minta pulsa..

Kategori
I THINK

Welcome Home Goemon…


Sore ini rumah kedatangan satu penghuni baru. Dia seekor anak ayam hutan hitam, mungil, dan lincah, yang ditemukan ayahku pada saat kembali dari kebun. Si ayam malang didapati sendiri pada sebuah pagar kebun pada jalur pulang yang biasa ayahku tempuh, usianya diperkirakan masih dalam hitungan hari dan tak ada induk yang bisa dikonfirmasi untuk mengembalikannya ke sarangnya. Karena kasihan, ayah membawanya ke rumah dan sementara disimpan pada sebuah kandang (sebenarnya bekas perangkap tikus) kecil. Si anak ayam hutan sejak tiba sampai malam ini tak hentinya mencicit, sepertinya lapar…

Goemon sedan melakukan pelatihan pertamanya menjadi seorang Shinobi Tangguh yang akan menguasai dunia
Goemon sedan melakukan pelatihan pertamanya menjadi seorang Shinobi Tangguh yang akan menguasai dunia

Si ayam kecil diberi nama Goemon oleh salah satu temanku. Goemon adalah seorang seorang shinobi yang cukup terkenal di Jepang pada masanya. Di era perang antar klan yang membunuh seluruh keluarganya, Goemon kecil diselamatkan oleh Nobunaga Oda penguasa klan Nobunaga yang membesarkan lalu menyerahkanya kepada Hatori Hanzo untuk dilatih sebagai Shinobi (ninja). Menurut legenda jepang Goemon mencuri emas dan barang-barang berharga lainnya untuk diberikan kepada orang-orang miskin maupun yang tidak mampu. Goemon menemui akhir yang tragis ketika mengalami kegagalan dalam usahanya membunuh Hideyoshi Toyotomi, seorang penguasa setelah melakukan kudeta berdarah pada Nobunaga Oda.

Kategori
I THINK

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan


would rather light a candle than curse the darkness

Betapa mudahnya kita mengutuk, tinggal menyebutkan beberapa suku kata yang masuk blacklist akismet atau filter yahoo maka jadilah kita pengutuk sejati. Objeknya beraneka ragam, mulai dari pekerjaan yang menumpuk , gaji yang telat dibayar, didahului mantan merit (kalau istilah Makassar nya dilambung kiri pas belokan tidak pake riting dan weser),  hujan, cucian belum kering, macet, becek, gak ada ojek, dan lain sebagainya. Pokoknya segala rupa masalah yang kita hadapi sehari-hari mulai dari masalah yang berat dan membuat otak koslet sampai urusan remeh temeh misalnya sakitnya bulu hidung ketika dicabut. Yap, semua hal berpotensi untuk kita keluhkan.

Mengutuk, meratapi, mengeluh atau apapun istilah lainnya dengan konotasi yang sama memang menyenangkan. banyak orang merasa lepas dan lega setelah mengeluarkan semua kosakata itu dari mulutnya. Tapi tunggu dulu, apakah setelah kita mengutuk sesuatu maka keadaan itu langsung berubah? Dari pengalaman hidup kita, mengeluh tidak mendatangkan apa-apa kecuali ketenangan batin yang semu. Ibaratnya ketika menutup mata, semua bayangan dunia menjadi tak terlihat termasuk dengan problema yang kita alami, namun dunia akan tetap sama entah ketika menutup atau membuka mata.

Kategori
I THINK

Tahun Baru, Sebuah Milestone Perjalanan Hidupku


Baru saja beberapa jam yang lalu, puluhan kembang api meledak bersahut-sahutan seakan-akan saling berlomba lebih tinggi dari yang lain, atau seakan-akan menyombongkan gelegar suaranya sebelum cahaya putihnya memercikkan bunga api berwarna pelangi. Kemeriahan malam tahun baru yang sederhana, ketika sendiri duduk di tepi laut dan menyaksikan bunga-bunga api itu bersanding megahnya dari kejauhan.

Tentunya tak bisa dibandingkan perayaan pergantian tahun di kota kecil ku dengan perayaan besar-besaran di Toraja sana yang konon menghabiskan budget sampai 2,5 Milyar hanya untuk mempertontonkan kembang api saja. Gosipnya pesta kembang api besar dalam rangkaian kegiatan pariwisata Lovely December – Sulsel yang hanya bisa kunikmati dalam angan itu merupakan pesta kembang api terbesar di Asia untuk tahun ini, Wallahua’lam.

Saya bukan termasuk dalam golongan orang-orang yang memuja tahun baru, atau menganggap itu adalah salah satu ritual yang wajib untuk dilakukan, tetapi fenomena tahun baru menurutku sangat pas untuk menjadi momen evaluasi diri dan merencanakan hidup minimal untuk satu tahun ke depan. Mungkin ada yang bertanya, kenapa tidak mengambil momen hari lain misalnya hari ulang tahun atau hari perayaan kemerdekaan? hehehe, jawabannya adalah karena saya akan lebih mudah dalam merancang arah hidup yang berbasis sequent waktu misalnya per semester atau per 5 bulan apabila titik nol evaluasi dimulai dari tanggal 1 januari. Selain itu pada hari-hari tersebut saya terlalu sibuk untuk melakukan kontemplasi hidup mesti capek tenaga dan pikiran untuk mentraktir teman-teman pada saat ultah atau pada momen hari kemerdekaan mesti kelelahan memanjat pinang 😀

Kategori
I THINK

Renungan Pergantian Hari Ini


jam pasir

Baru saja, beberapa detik yang lalu jam digital di sudut kanan bawah desktop ku menunjukkan pukul 12.00 pertanda penanggalan yang berubah maju satu hari. Selamat, kita memasuki hari yang baru. Hari kemarin biarkanlah menjadi sejarah, keburukannya jadikan debu yang dengan mudah tertiup angin waktu. Kebaikannya biar terpatri, agar selalu teringat dihati, dan bisa diulangi di lain hari.

Dan hari ini, ada sesuatu yang pasti. Bertambah, ya aku bertambah tua. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Seperti kata orang, menjadi tua itu keniscayaan, dan mati adalah kepastian. Tapi kedewasaan adalah bonus lain dari pilihan-pilihan yang disediakan oleh kehidupan. Dan kembali aku merenung, adakah kedewasaan tumbuh dan berkembang dalam diri ketika mengarungi alur hidupku?

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.

Waktu bergerak dengan kepastian, walau perasaan ku berkata waktu bergerak terlalu cepat atau terkadang lambat. Dan ketika datang waktu untuk merenungi segala pencapaian-pencapaian, atau momen-momen terberat dalam hidup ku, tiba-tiba aku merasa bodoh. Banyak hal baik yang kusia-siakan setahun ini, banyak perjuanganku belum mencapai hasil yang bisa kubanggakan, banyak hati yang kusakiti dengan kata-kata dan perbuatanku.

Kategori
puisi

Tarian Sang Laron


laron dan lampu jalan

Jutaan laron sehabis hujan
ditemaram gelap mendamba rembulan
serentak terbang bertarikan kerinduan
tentang cahaya penuntun kehidupan

pada  salah satu sudut jalan yang terang
ribuan mereka merayakan kemenangan
memuja lampu jalan yang penuh kepalsuan 
merasa inilah akhir dari sebuah pencarian

hingga satu persatu laron berjatuhan
sayap rapuh terbakar lampu jalan
dan mereka tersadarkan kenyataan
tepat ketika datangnya kematian

11-11-11
ketika invasi laron di kamarku

Kategori
I THINK MBOJO BIMA

Kambing Qurban, Sebuah Kado Untuk Nenek


Gema takbir, tahlil dan tahmid bergema dipenjuru Kota Bima sejak sore terdengar begitu syahdunya, pertanda akan tibalah hari raya besar Islam yaitu Hari Raya Iedul Adha atau yang lazim disebut sebagai Lebaran Haji atau hari raya qurban.

Kami sekeluarga (hanya 4 orang) dengan kecepatan sedang melaju diatas sepeda motor menyusuri jalan menuju kec. Ambalawi untuk merayakan Lebaran Haji bersama nenek dan keluarga besar di desa Talapiti.

Tak lupa oleh-oleh kesukaan nenek, sebungkus ‘nasi warung’ alias nasi bungkus berlauk ayam bakar dan sebuah balsem otot untuk memijat beliau yang belakangan ini sulit tertidur dimalam hari karena kesakitan.

Belum pulih, masih harus dipapah
Belum pulih, masih harus dipapah

Kondisi  kesehatan nenekku satu-satunya (yang tersisa di dunia ini) beberapa minggu terakhir semakin memburuk. Dua minggu lalu beliau mendadak merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian tulang punggung bagian bawah seusai melakukan aktivitas hariannya menjaga sepetak sawah di dekat rumah serta menyirami tanaman sirihnya, sebuah aktivitas yang dia lakoni hampir sepanjang hidupnya.

Untuk ukuran seorang nenek yang berumur 85 tahun, banyak orang yang berkata beliau terlalu tua untuk melakukan semua itu, tetapi tidak mudah untuk membujuk beliau agar tidak  pergi bekerja di sawah atau melakukan pekerjaan berat lainnya.

Sayapun pernah mencoba dan lalu menyerah meyakinkannya untuk tetap di rumah, dan akhirnya saya yang harus meyakini bahwa aktivitas berat itu pulalah yang membuat sang nenek tercinta tetap bisa bertahan di usia nya yang semakin senja.

Satu hal yang menarik tentang nenek ku ini, semenjak saya SMA sepuluh tahun yang lalu beliau sering mengatakan agar saya tidak jauh-jauh meninggalkan beliau. Menurutnya, semenjak ditinggal mati oleh kakekku pada medio 1990-an beliau memiliki firasat bahwa ajalnya tidak lama lagi.

Sepuluh tahun terakhir ini demamnya sering kambuh, sejak saat itu setiap pertemuanku dengannya seakan-akan sebuah pertemuan terakhirnya yang selalu diusaikan dengan haru airmata perpisahan.  Seperti minggu lalu, saat seluruh keluarga besar termasuk tante di Jakarta yang mesti secepatnya pulang Ke rumah nenek karena kondisi kesehatannya yang sangat memburuk dan pesan lisan beliau agar seluruh anak, cucu, cicit, dan keluarga besar lainnya datang bertemu untuk yang terakhir kalinya. Sebuah firasat yang belum terbukti sampai hari ini, buktinya tadi pagi saya masih sempat

Kategori
I THINK INFO

Berhenti merokok untuk kapal pesiar (mitos)


Teringat sebuah anekdot perokok sejak jaman dulu, begini ceritanya (fiktif):

Ada seorang pelajar yang sedang menunggu angkot sambil merokok ditegur oleh seorang polisi.

Polisi: “Kenapa kamu merokok?”
La Gale: “Saya suka, Pak.”
Polisi: “Dari mana uang kamu untuk membeli rokok?”
La Gale: “Dari uang jajan Saya.”
Polisi : “Sehari kamu habis berapa? Dan harganya berapa?”
La Gale: “Paling satu bungkus dan harganya sekitar Rp 11.000,- Pak.”
Polisi : “Kenapa uang Rp 11.000,- kamu bakar setiap hari? Coba kamu kumpulkan uang itu selama setahun, mungkin kamu bisa membeli sepeda motor, tidak perlu menunggu angkot yang berdesakan seperti saat ini.”
La Gale: “Sekarang saya boleh tanya sama bapak?”
Polisi : “Tentu.”
La Gale: “Apakah bapak merokok?”
Polisi : “Tentu tidak.”
La Gale: “Kok Saya tidak melihat motor Bapak?”
Polisi: !@3$%^&*?!

smoking room serem..
smoking room serem..

Cuplikan dialog diatas mungkin bisa dimaknai sebagai jokes belaka, tetapi bagi saya lebih dari itu.  Menurut saya tokoh polisi diatas mencerminkan sebagian asumsi dan anggapan kebanyakan masyarakat Indonesia bahwa merokok adalah prilaku konsumtif yang menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan kenikmatan sesaat dari hembusan asap tembakau. Dengan mengenyampingkan faktor kesehatan, faktor ekonomi menurut banyak orang menjadikan rokok sebagai benda yang tergolong sia-sia untuk dibeli. Menganggarkan sekian rupiah perhari untuk sebungkus rokok adalah pemborosan apalagi apabila dilakukan oleh orang-orang dengan kantong pas-pasan kayak saya.

Tapi coba kita lihat dari sisi lainnya, tidak semua asumsi yang dilontarkan dengan mengaitkan kecanduan merokok dengan faktor ekonomi adalah kebenaran dan bisa dijadikan senjata ampuh untuk memutuskan ketergantungan orang-orang terdekat kita terhadap nikotin rokok.  Selain alasan yang dilontarkan oleh tokoh (fiktif) Ompu Gale diatas, rokok juga bisa menjadi faktor

Kategori
I THINK

Kado Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, MERDEKA!!!!


Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan
Kuat jarimu kalau mencengkeram
Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkeramanmu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu-malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh kharisma
Pulau pulau yang berpencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…..
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji
Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan
Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisikan harapan
Yang hanya berisikan khayalan
Bangunlah Putra-Putri Pertiwi~Iwan Fals

Bangunlah putra-putri pertiwi, jgn takut dan jangan ragu buktikan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu !!!!
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 66.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kategori
I THINK JOKE

Ilmu Ninja Konohagure mencari data intelejen VALID and VERIVIED…


Dari apdet dan koment status fesbuk orang, sampai chat ngalor ngidul tak tentu tujuan…
Itulah saya, mengisi ruang-ruang kosong dalam ritme ngepet naruto-shippuuden-gaara-sabaku-no-gaaralihat penghasilan hari iniposting tulisan barubelajar lagilihat penghasilan hari ini (bagian pertama dan terakhir yang paling saya suka sepenuh hati) dengan bercengkrama bersama perangkat jejaring sosial, dan sekali-sekali dengan teman-teman berwujud nyata. Jam kerja saya? jangan ditanya… saya self employer alias boss untuk diri saya sendiri, tidak terikat dengan absensi dan  tidak terikat dengan baju keki. satu-satunya yang bisa menggeser saya dari singgasana saya sekarang hanya ibu dan ayah yang memberi kode kalau ingin bermain game (onet)… kwkwkkw

Seperti malam ini, agenda utama ngalor-ngidul di facebook dengan menjadi seorang ninja pelacak jejak dari konohagakure yang diutus oleh seorang Hokage. Misi utama mengendus informasi A1 tentang seorang wanita (gender verified) yang membuat dia penasaran ¾ mati. berikut copas briefing dari sang hokage:
Saya:
apa kabar mas bro
Hokage:
alhamdulillaah baik

skipped….. (ngabisin durasi aja)

Hokage:
haha
eh, ana dou be ke http://www.facebook.com/*********ti1
Saya:
kombi ja, laina wei la ****? (saya kira orang itu istri salah seorang teman)
sama ngara na
Hokage:
lai na tapamapa
Saya:
io romo, ampojak eda foto na
Hokage:
owhh
percuma nggomi
wati gaul
:p
Saya:
kwkwkw
dari tampang ni anak masuk standar la… tampampa bune wali?
Hokage:
tapampa nggomi re ni
Saya:
owwhh….. amposi harim
Hokage:
buki
saya tugaskan kamu mencari informasi!
laksanakan!
hahahahaha

(sip… ijin operasi sudah dikeluarkan dari Hokage,)
Saya:
tentang ini cewek?
Hokage:
ya!
Saya:
dosen s*** (salah satu kampus di Bima)
Hokage:
weiss
Saya:
anak smansa

Kategori
I THINK

MATAHARI


flower, moon and phoenix for the sunWanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia Dan pria berkata ingin menjadi matahari. Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga…

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari….

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari, dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari. Wanita tersenyum pahit dan kecewa, Wanita sudah berubah tiga kali namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari, tanpa mau ikut berubah bersama wanita.

Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari….

Kategori
I THINK web/blog

Gara-Gara Kokoronotomo saya ngeblog (lagi)


Kalau bukan lantaran mendengar lantunan lagu KOKORO NO TOMO yang dinyanyikan oleh Mayumi Itsuwa dari komputer yang saya pakai sekarang ini, sudah tentu sampai sekarang halaman depan Blog ini akan masih tampak seperti beberapa bulan yang lalu. Lagu ini tak sengaja membawa saya menerawang jauh ke era tujuh tahun lalu dimana lagu ini saya gandrungi dan kerap saya nyanyikan disaat saya memulai masa-masa awal menjadi mahasiswa. Sungguhpun karena lagu ini saya mengingat masa-masa awal saya merintis blog sederhana berbasis HTML yang kemudian saya upload di Yahoo Geocities yang kini raib seiring dihentikannya layanan hosting tersebut. Yah, karena lagu lawas ini saya mencoba kembali menulis.

Aktivitas menulis dalam makna sebenarnya yang berarti menyusun kata-kata dan mengkomunikasikannya pada orang lain melalui media tulis sejujurnya telah semakin kehilangan eksistensinya dalam blog ini seiring semakin giatnya usaha mencari keuntungan finansial dari beberapa blog/situs lainnya yang membutuhkan langkah instan dalam memposting tulisan. Aktifitas berpikir dan menulis akhirnya digantikan dengan aktivitas mencari dan copy-paste, maka jadilah saya seorang blogger copy-paste. Disisi finansial tentunya hal ini memiliki manfaat besar dalam usaha pengejaran profit melalui berbagai program periklanan yang membutuhkan banyak trafik, tetapi disisi lainnya saya sadari saya semakin kehilangan idealisme ngeblog saya.  Semangat mencari teman, berbagi ilmu yang bersifat ekslusif ke khalayak ramai serta tempat mengejawantahkan ide-ide yang berseliweran dikepala sebelum hilang dan terlupakan adalah tujuan awal saya beraktifitas disini.  Sungguh sebuah kerugian apabila blog yang saya rintis sejak Agustus 2007 ini saya semakin telantarkan padahal saya sekarang punya waktu lebih luang untuk bercengkrama di internet.

Terimakasi pada anda yang senantiasa mengunjungi (nyasar) sampai disini, semoga saya tetap konsisten mengisi blog ini dengan tulisan yang bermanfaat bagi kita semua.

Kategori
I THINK INFO

WANITA Mahluk aneh, eksotis, dan membingungkan


psikologi wanitaWanita mahluk yang indah sekaligus aneh. Pencapaian terbesar peradaban manusia modern telah mampu menguak banyak hal di jagat raya, juga mampu melihat dan meneliti unsur-unsur mikroskopis yang (dulu) tak kasat mata. Namun soal psikologi wanita, tunggu dulu… Bahkan orang sekelas Freud pun angkat tangan ketika disuruh menterjemahkan psikologi wanita dalam kata-kata.

Mau bukti? check this out!

Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,
jika dibilang jelek di sangka menghina..
Bila dibilang lemah dia protes,
bila dibilang perkasa dia nangis .

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)

Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,
tapi kenapa ya ….. lebih bangga jadi wanita karir,
padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan,

Kategori
I THINK

Kisah Tukang Kayu dan Jam Tangan Yang Hilang


Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu.

Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.
Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut.

Kategori
I THINK

Aku ingin berkisah…


Aku ingin berkisah, tentang aku dan seseorang. Aku tak tahu kapan tepatnya kami saling bertemu, tapi yang kuingat saat itu aku masih ngekost di sebuah kost (pondokan, kalau istilah mahasiswa Makassar) berlantai dua. Lantai bawah diisi oleh laki-laki dan dilantai atas perempuan.

Siang itu, terdengar suara gaduh dari lantai atas, dikala aku sedang menikmati tidur siangku.  Rupanya ada penghuni baru, sebut saja Desi (Kalau sebut saja “Bunga” kok konotasinya jadi lain yah??), Desi ini kesan awalnya ngesalin banget. Bayangkan pondokan kayu dengan lantai papan hampir tiap hari terdengar suara “gedebak!!! gedebuk!!….” habis itu sering disertai suara cekikikan mirip jejadian. Aktivitas mengganggu ini bisa saya tolerir setelah mengetahui saya naksir Desi (cieee….) dan akhirnya

Kategori
I THINK web/blog

The June Tragedy


On 2’nd May (yesterday) that tragedy happened to me. My lovely blogs (three blog on wordpress engine) can not accessed like normally. Then after contacting my server admin, he say that one of his server got hardisk problem then all of hosting data can not rescue anymore. He suggest me to do self recover from my backup.

Oh my god, I just only have January backup (from old server before I decide to migrate to this crashed server).

Damned!
oh my dear friend, wish me luck and pass it easily.

Kategori
I THINK

My New Room


“Oh my god”, Its a first word that my friend usually say to me after they saw my room. Its has a lot garbage, and maybe rats hide on there. My wall paint is now blended of white and yellow color ( the real color is white, but on some part of my wall convert to blue because some fungus).

Kategori
I THINK INFO

Doa Sapu jagat


Ya Allah, Yang maha mengabulkan do’a… Besok ujian nasional, luluskanlah yang semua anak SMU yang ujian besok. Jadikanlah besok hari kemenangan bagi mereka.

Ya Allah, Mudahkan jalan bagi mereka yang masih mahasiswa. Buatlah semua mata kuliahnya mendapat nilai A. Permudah ujian dan seminar-seminar mereka, permudah jalan mereka melakukan penelitian, juga untuk yang masih KP, PPL, KKN, KKN-P, dan sejenisnya… jagalah selalu kesehatan mereka dan permudah perjuangan mereka ya Allah!. Untuk yang masih berusaha ujian komprehensip dan Proposal judul juga ya Allah, permudah jalan mereka, demikian juga yang ujian meja. Alirkanlah rizkimu untuk mereka ya Allah, agar mudah mereka sempat berbagi kebahagiaan ketika mereka wisuda kelak. Dan yang terpenting ya Rabb, Jadikan mereka Sarjana yang berguna.

Ya Allah Maha Pemberi Rezki, bukalah pintu Rezkimu untuk hambamu yang senantiasa berikhtiar mencari penghidupan… Berilah rizki, rahmat dan karuniamu untuk  semua sarjana penganggur, Kabulkanlah do’a-do’a mereka disetiap malam dan siang hari yang tak henti-hentinya dipanjatkan kepadamu. Unuk Blogger dan pencari uang Online, berikan juga rizkimu untuk mereka. dan jagalah mereka selalu dalam jalanmu. Untuk Para caleg ya Allah, kabulkan doa mereka… ampuni kalau mereka khilaf dan kotor pada saat kampanye, suka melakukan politik uang dan saling gontok-gontokan dengan sesama… sadarkanlah mereka ya Allah jikalau mereka lupa ingatan akibat kalah pemilu

Untuk yang Jomblo ya Allah, berilah mereka jodoh yang sementara Kau genggam di tanganMu ya Allah! Untuk yang pacaran juga ya Allah, permudah jalan mereka menuju Pernikahan. Dan jadikanlah mereka keluarga yang Sakinah Mawadah Warrahmah, berikan mereka kebahagiaan dunia akhirat.

Terkhusus untuk semua para Ibu, Curahkanlah rahmat dan kasihmu untuk mereka, sapukanlah air matanya untuk kami yang berada jauh dari mereka, Berian rizki dan kesehatan untuk mereka, dan angkatlah mereka lebih dekat dengan Mu apabila mereka tlah tiada. Juga untuk orang-orang yang tidak mampu, berikan rumah dan makanan yang layak bagi mereka.

Menjelang keluar dari RSTK Minggu sore..

Kategori
I THINK

HIATUS


Setelah sekian lama pikiran dan tenaga terfokus untuk mengurus blog, tiada terasa tugas dan tanggung jawab lainnya yang paling penting dan menjadi mandat orang tua sedikit saya lupakan. Tak terhitung berapa orang teman baik saya di kampus satu persatu meninggalkan indahnya dunia kampus dan melangkah ke kehidupan yang sebenarnya. Lalu saya kapan? Pertanyaan yang kerap mengisi kotak pesan ponsel ku, yang ditanyakan juga oleh banyak orang yang mengenal saya, bahkan oleh orang yang sama sekali baru saya kenal.

Selesai kuliah, menjadi sarjana, mencari kerja, mencari istri, dan membina rumah tangga yang ideal. Sebuah timeline yang saya kira menjadi patokan umum dalam perencanaan hidup orang kebanyakan. Sementara banyak teman-teman sebaya telah melampaui saya dalam beberapa level, saya masih berkutat dalam dunia kampus dan euforia mahasiswa yang banyak orang bilang sesuatu yang semu. Saya harus berubah, minimal dalam cara pandang saya tentang hidup. Perubahan yang harus segera dilakukan atau kalau tidak saya akan terus terbuai dengan kenyamanan sesaat yang lama-lama membuat tidak nyaman.

Perubahan itu mutlak memerlukan pengorbanan, dan pengorbanan berarti harus merelakan sesuatu yang disukai. Blog adalah sebagian hidupku, dan terpaksa sebagian hidupku itu harus dikorbankan bersama kepingan-kepingan kesenangan lainnya agar perubahan itu terjadi. Setidaknya, dalam beberapabulan ini interaksi antara saya dengan dunia maya harus dikurangi dengan sedapatnya mempertahankan hubungan baik dan keakraban dengan sahabat-sahabat blogger yang lain. Ngeblog sementara dihentikan atau minimal frekuensi postingan harus dipangkas, blogwalking hanya seperlunya, mengurangi tebar pesona dan kampanye caleg didunia maya, online difokuskan untuk pencarian referensi, mengecek email penting dan mengecek pundi-pundi adsense (heheh…), kurangi chatting YM dan MIRC, Interaksi dengan teman-teman di Facebook dikurangi, dan banyak aktivitas online yang wajib disesuaikan (bahasa ORBA nya untuk dikurangi -red).

Doakan saya segera menemukan apa yang saya cari…. Dan Teman-teman Blogger selalu akan saya rindukan dalam aktivitas dunia nyata saya.

:mrgreen:

sayonara…

temporally away mode : ON

Kategori
I THINK

Batu Ajaib Ponari kini dalam kemasan Instant


Batu Ajaib Ponarikemasan Instant

Dijaman demokrasi ini segala hal seakan semakin terbalik. Caleg yang latar belakang pendidikannya mulai dari sarjana sampai SMA semuanya sama, tak ada yang bisa dipercaya. Anehnya, seorang anak kecil yang baru belajar baca tulis bisa membuat puluhan sampai ratusan ribu orang antri untuk bertemu dan meminta kesembuhan. Sebuah paradox yang sekali lagi, ANEH.

Wahai para