Arsip

Posts Tagged ‘sanggar’

Menapaki Lingkar Utara Tambora ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (3)

Februari 17, 2012 4 komentar

Seusai menggelar kegiatan Roadshow Pendidikan Tinggi di SMAN 1 Sanggar pada hari jumat, menjelang sore kami melajutkan perjalanan menuju Kecamatan Tambora. Di kecamatan yang paling jauh dari pusat kota inilah lokasi kedua yang akan kami datangi dalam rangkaian Roadshow di delapan sekolah kepanitiaan bersama Komunitas Jalan setapak dan Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar.

Pada perjalanan menuju Tambora ini baru kami mengakui ketajaman feeling Mr. dedi dalam memprediksi kebutuhan kendaraan (untuk mengangkut 15 orang dengan barang-barang yang banyak) ketika Team yang berangkat dari kota Bima bergabung dengan Team Tambora yang standbye di Sanggar (Kalau dalam inventory bakat, Mr. dedi ini sepertinya bertipe Generated Idea).

Perjalanan menuju Tambora menempuh waktu sekitar 5 jam, dengan melewati medan yang cukup berat. Mesin mobil meraung-raung menapaki tanjakan jalan berbatu dan penuh pasir khas sabana. Penampakan alam tambora begitu eksotis, mengingatkan saya pada sabana afrika yang sering muncul di TV. Terkadang satwa liar melintasi jalan di depan kami, mulai dari sapi dan kerbau yang dilepas-liar di padang rumput, kuda liar yang tersohor dengan produk susu kuda liarnya, beberapa ekor ayam hutan yang menggoda kami untuk menangkap (padahal mustahil untuk ditangkap), dan pada malam hari seekor kijang tersorot lampu mobil sedang menyebrang jalan. Pada hal terakhir sebagian anggota Team khususnya yang terkenal sebagai Sando Lambu, sepakat kalau itu penampakan mistis… hii syerem.

Kuda liar Tambora

Jalur lingkar utara yang melewati Kore, Boro, Piong, Kawinda Toi, katupa, Kawinda Nae, Labuhan Kenanga itu secara umum dalam kondisi buruk. Selepas dari Piong, kami melewati jalan tanah berpasir dengan perkerasan sehingga bisa dilalui dengan kecepatan sedang, terkadang kami mendapati jalan aspal yang terpotong-potong oleh lintasan banjir gunung, dan mayoritas jalan yang terlalu offroad untuk dilalui mobil berjenis city car. Yang paling berbahaya pada perjalanan kali ini adalah jalur yang sedang dilakukan perbaikan, dimana hampir semua jembatan di sepanjang jalur sedang dibangun sehingga pada saat melewati jembatan mobil harus mengambil jalur di kanan/kiri jembatan. Ulah kontraktor proyek jembatan yang tidak memasang rambu/penanda jembatan rusak membuat mobil kami yang sedang bergerak dengan kecepatan lumayan tinggi beberapa kali hampir disate, terperangkap dalam besi/baja cor jembatan yang sedang dibangun. Baca selengkapnya…

Sanggarista, Here we Come! ~ Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (2)

Februari 17, 2012 1 komentar

So far, perjalanan Kota-Bima menuju Sanggar terbilang lancar tanpa hambatan. Kekhawatiran mobil bergincu dihadang oleh demonstran di jalan jauh dari kenyataan. Satu-satunya alasan kami berhenti di jalan adalah karena salah satu anggota team ternyata Jack Pot (mabuk perjalanan –red) cukup parah. Pertama kami harus berhenti di Desa O’o Dompu dan yang kedua kali terpaksa harus berhenti lagi di tengah ladang jagung Desa Lanci, singgah di kedua tempat ini tidak disia-siakan oleh team untuk sekedar beristirahat sejenak sambil foto-foto narsis.

Kami memasuki desa Kore Kec. Sanggar pada pukul 19.00 dan finish di kediaman Pak Enco Sukarsa, Wakasek SMAN 1 Sanggar. Di rumah Pak Enco sudah menunggu sebagian Team yang datang dari Tambora sejak sore hari (Bagus, Beryl, Sally, dan Habib) dan beberapa adik-adik OSIS yang akan menjadi co-fasilitator yang akan banyak membatu pelaksanaan kegiatan esok hari. Malam hari itu diisi dengan breafing Team dengan co-fasil serta memenuhi jamuan dari tuan rumah.  makan-makan besar.

Malam itu ternyata jamuan makan-makan besarJ tidak hanya di rumah Pak Enco, di rumah Pak Edi yang menjadi basecamp Team cowok kembali kami disuguhi bebek bakar yang sungguh menggugah selera. Walhasil anak-anak pun tidur dengan full tankkwkwkw. Saya sendiri masih memiliki tugas menyelesaikan editing video profil motivasi yang akan diputar secara perdana esok pagi, jadi praktis waktu istirahat dipergunakan untuk begadang di depan netbook sampai saya tepar pada pukul 4.45 subuh.

Waktu menunjukkan hampir pukul enam pagi, ketika saya terbangun karena team yang lain ternyata sudah siap dengan kostum dan perlengkapannya untuk ke sekolah. Waktu satu setengah jam cukuplah bagi saya untuk me-recharge energi dan langsung beranjak ke kamar mandi. Eh, ternyata hidangan makan pagi sudah siap di ruangan tengah, terpaksa jadwal mandi diulur sampai saya sarapan bersama tuan rumah dan anggota team yang lain. Good Morning Sanggar, Are you ready to Rock???

Perhelatan perdana Roadshow di SMAN 1 Sanggar ini dilangsungkan di lapangan basket sekolah. Sebuah terop sudah berdiri dengan panggung utama yang ternyata dilengkapi dengan seperangkat organ. Secara sepintas kita seperti sedang berada di tengah acara dangdutan sebuah hajatan kawinan, tarik maaaang!!!!

Acara pembukaan  terasa normal sampai kami menyadari ternyata listrik mati ditengah sambutan Bapak Kepala UPT. Di belahan barat Kabupaten bima belakangan ini sedang fakir listrik, konon dalam sehari mati listrik melebihi jadwal minum obat, “bisa 4 atau bisa juga 8 kali sehari” kata salah seorang guru di SMAN 1 Tambora. Karena kegiatan yang sangat bergantung pada supply listrik, para guru akhirnya berhasil menyiapkan sebuah genset yang menjadi penyambung nyawa acara. Sebenarnya miris melihat sekolah yang berdiri di depan kantor PLN cabang Sanggar ini mati lampu, tapi mau gimana lagi… Ini Indonesia Bung!!! Baca selengkapnya…

Bima Membara ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (1)

Februari 17, 2012 2 komentar

Siang itu Bima bergejolak, pada perjalananku dari Mabes KJS menuju rumah untuk mempersiapkan keberangkatan perdana Team menuju sekolah pertama yang akan diselenggarakan kegiatan Roadshow dari jauh terlihat asap kelabu mengepul dikejauhan. Posisiku waktu itu adalah perempatan kantor pos (lama) sekitar wilayah Tolomundu. Melihat asap tebal berwarna kelabu itu, di benakku langsung terpikir sesuatu yang buruk telah terjadi di Kantor Pemkab Bima.

Dugaanku tidak salah, semakin dekat ke rumah semakin nyata pula asap tebal tanda kebakaran besar itu berasal dari sebuah kompleks perkantoran Pemkab yang lazim disebut sebagai Kantor Bupati akibat dari untuk rasa hebat demonstran anti tambang Kecamatan Lambu yang beberapa bulan terakhir ini selalu menghiasi pemberitaan media nasional.

 Saat itu jam menunjukkan waktu pukul dua, tepat satu jam sebelum waktu yang disepakati oleh Team Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 untuk berkumpul kembali di Mabes dan siap memulai perjalanan ke Kecamatan Sanggar. Sekitar lima belas menit saya habiskan waktu untuk mengabadikan kejadian kebakaran kantor bupati itu dari sebuah bukit dekat rumah bersama puluhan orang lainnya. Sebuah momen langka yang tak boleh dilewatkan, pikirku. Bagaimanapun areal kantor penguasa Kabupaten Bima itu pernah menjadi tempat bermainku sewaktu kecil, dan aku harus menyaksikan detik-detik terakhir kemegahan bangunan yang didirikan dari uang hasil jerih payah dan keringat rakyat itu.

Sesampaiku di rumah ternyata tidak ada seorangpun disana, Ayah dan Ibu ternyata sudah berada di sekitar kantor Bupati untuk menonton kebakaran dari dekat. Pada waktu itu massa aksi sudah beranjak dari lokasi menuju arah Raba (LP Raba Kota Bima) meninggalkan gedung yang sedang membara dan polisi yang sibuk mengamankan area dari masyarakat yang berduyun-duyun datang menonton. Listrik ternyata juga tidak menyala, padahal ada beberapa file video motivasi yang menjadi materi Roadshow masih tersimpan di harddisk PC ku. Terpaksa kukemasi barang dan menelpon ayah untuk mengantarkan aku kembali ke Mabes. Tidak lupa kutelpon anggota team yang lain sekedar mengabarkan kondisi terakhir di pusat pemerintahan dan memastikan keberangkatan team berkaitan dengan ekses terkini yang terjadi. Baca selengkapnya…

The Year Without Summer, Bencana Dunia Berawal Dari Sumbawa

September 8, 2009 12 komentar

Tahun tanpa musim panas, juga dikenal sebagai Tahun Kemiskinan dan Seribu delapan ratus dan membeku hingga mati, terjadi pada 1816, ketika penyimpangan iklim musim panas menghancurkan panen di Eropa Utara, Amerika timur laut dan Kanada timur.

Kini orang umumnya menduga bahwa penyimpangan itu terjadi karena ledakan vulkanik Gunung Tambora pada tanggal 5 April–15 April 1815. Gunung ini terletak di pulau Sumbawa di Hindia Belanda (kini Indonesia) yang melontarkan lebih dari satu setengah juta ton – atau 400 km³ – debu ke lapisan atas atmosfer. Seperti umumnya diketahui, setelah sebuah letusan gunung berapi yang dahsyat, temperatur di seluruh dunia menurun karena berkurangnya cahaya matahari yang bersinar melalui atmosfer.

Akibat letusan

Penyimpangan iklim yang luar biasa pada 1816 menimbulkan pengaruh yang sangat hebat di Amerika timur laut, Kanada Maritim dan Eropa utara. Biasanya, pada akhir musim semi dan musim panas di Amerika timur laut cuacanya relatif stabil: temperatur rata-rata sekitar 20–25°C, dan jarang sekali turun hingga Baca selengkapnya…