Arsip

Posts Tagged ‘rawa mbojo’

Tradisi Pako Tana Dalam Budaya Nggu’da Doro Masyarakat Bima-NTB

Desember 27, 2011 4 komentar

Kontur dan topografi Bima yang mayoritas berupa bukit dan gunung membuat masyarakatnya terbiasa bertani secara tradisional dengan melakukan ngoho (aktifitas bertani dengan membuka lahan di hutan/gunung) pada setiap musim penghujan. Pola pertanian Ngoho ini secara turun temurun dilakukan meskipun secara peraturan pemerintah ada larangan untuk membuka lahan pertanian di hutan. Walaupun sudah banyak masyarakat Bima yang melakukan pertanian menetap di sawah atau kebun permanen, pada daerah-daerah tertentu Ngoho terkadang dilakukan secara berpindah-pindah dari satu gunung ke gunung lainnya setiap tahun. Dalam melaksanakan Ngoho ini, masyarakat agraris Bima mengenal budaya pako tana sebagai panduan umum mereka mulai dari mempersiapkan lahan dan mengelola pertanian sampai masa panen.

rawa Mbojo dalam pako tana

Secara harafiah Pako Tana adalah sebuah istilah yang berarti Memanen (pako) dan Menanan (tana) dalam bahasa Mbojo/Bima.  Lebih dari itu dalam aktivitas sehari-hari Dou Mbojo (orang Bima, red) memaknai pako tana sebagai sebuah sistem tradisional pengerahan tenaga kerja dalam bidang pertanian yang dilakukan dengan prinsip kekeluargaan dan gotong royong. Dalam sistem ini sebuah pekerjaan pertanian yang membutuhkan banyak tenaga manusia seperti nggu’da (menanam), hui (menyiangi), dan pako (memanen) akan lebih mudah untuk dilaksanakan karena prinsip gotong royong dan kekeluargaan itu diaplikasikan dalam istilah weha rima (penggunaan tenaga orang lain untuk mengerjakan pekerjaan pertanian) dan ‘bali rima (membantu pekerjaan orang lain sebagai balas jasa karena telah melakukan weha rima).

Dalam video dibawah ini tampak suasana pada musim tanam, dimana puluhan orang petani yang mayoritas ibu-ibu melakukan nggu’da doro (penanaman) pada salah satu oma (ladang). Baca selengkapnya…

Rawa Mbojo/Lagu Daerah Bima Part 3 (klasik)

November 21, 2011 4 komentar

Setelah sekian lama tidak berbagi Rawa Mbojo, hari ini saya ingin membagi beberapa koleksi Lagu Daerah Bima (NTB) yang cukup lawas dan melegenda pada zamannya.  Saya tidak memiliki data-data lengkap mengenai judul album dan judul yang tepat untuk tiap-tiap track nya, nama lagu yang tertulis dalam postingan ini sekedar perkiraan saja untuk bisa mengidentifikasi lagu yang ingin anda nikmati. Dalam album ini lagu daerah Bima disajikan dalam komposisi genre yang cukup berwarna. Jika kita perhatikan lebih teliti, mulai dari aliran dangdut, keroncong, rap, rock, pop dan country balad, tersedia dalam tiap lagunya. Ini menandakan, lagu-lagu yang tercipta hampir 20 tahun yang lalu ini dibuat dengan kesungguhan hati dan dipenuhi dengan sentuhan seni dan kemampuan membaca trend pasar pada jamannnya.

Silahkan dinikmati:

  1. Lao tonggu fare
  2. Sodi angi
  3. Ngahi rawi pahu Baca selengkapnya…

Rawa Mbojo Cambe Angi

September 15, 2011 8 komentar

Salah satu lagu daerah Bima yang legendaris menurut saya adalah lagu “Cambe Angi”. Lagu lawas yang dipopulerken pada awal tahun 1990-an ini begitu nikmat didengarkan. Syairnya sederhana, berisikan patu cambe angi (pantun berbalas) antara lelaki dan perempuan yang terpisah karena salah satunya menuntut ilmu di tempat yang jauh.  Lagu ini sangat pas untuk didengarkan ketika kita jauh dari kampung halaman (Bima), setidaknya kalau anda punya selera musik yang sama dengan saya. kwkwkwkw

Berikut liriknya:

mu lao si loja weli wa’a pu arloji
mu laosi sakola, ngguda wi’ipu  kalo….
kone ngeri di poku wara kalo di pokeku
ngahaku sabua raka aiu kabae…

foto ra wi’i nahu ma ponte wa’ana
foto ra peta tau wi’ipu dei peti
rongga si samada nangi dodo tio  kamidi
kone da pehe samonto ncau pahuna

do’o sa nonto kaceimu dengga nuntu
do’o mpoa rewo campo nggahi ra rawi

Sama sampela, sama made mpuli
indo pila kali eda ra’a ma kala
(2x)

intro Baca selengkapnya…

Kapatu Mbojo (Patu Cambe Siwe-Mone)

Maret 16, 2011 11 komentar

Apakah itu Kapatu Mbojo?

Kapatu Mbojo adalah salah satu seni pantun daerah yang hidup dan berkembang di daerah Bima dan Dompu Nusa tenggara Barat yang memiliki kaidah-kaidah penulisan tertentu. Lazimnya pantun melayu Kapatu Mbojo banyak bersyairkan nasehat, jenaka, muda-mudi dan sebagainya. Dalam perkembangannya patu Mbojo tak terpisahkan dari seni musik rawa mbojo dengan diiringi dengan alunan biola atau kecapi/gambus.

Tata Cara Menulis Patu Mbojo:
1. Pada setiap baris ada kata yang dipersesuaikan
2. Tiap baris merupakan satu kalimat yang utuh dan mengandung 2 makna sesuai dengan makna kata yang dipersesuaikan
3. Berirama memikat (memukau)
4. Tiap bait mengandung 3 baris atau 4 baris

Berikut contoh PATU Mbojo berbaris 4:

buneku cara na ngupa ngaha ma caru
rawi ma da tantu ba da loa tunti
ncoki ja ra mori ti kone loa maru
ndake isi kula dou ma da sakola
(persesuaian kata: cara dengan caru; tantu dengan tunti; mori dengan maru; kula dengan sakola)

Contoh Patu Mbojo berbaris 3
(Patu Ngoa-ra tei):
Mori di rasa dou aina nefamu dae
mori ma darere aina ipi darura
ede wa’umpa co’ina ngupa ilmu ndi ca’u

Ngupamu siwe aina ma ne’e siwi
siwe ma ne’e siwi na ca’u ngupa suwu
siwe mandede na ca’u ndada.

Patu ma-Lucu (jenaka):
Tiwara madacaru karawi ma batu cara
tiwara madamaci karawi sampela moci
sampela ma loa sajana mode wa’ura lao

 

Berikut saya coba hadirkan kompilasi Kapatu Mbojo Sampel (pantun muda-mudi)  antara saya dengan salah seorang teman di facebook. Mungkin ini sedikit jauh dari kaedah penulisan patu mbojo tapi semoga bisa dinikmati….

Arief Rhakateza Rahman 15 Maret jam 22:22
nandadi podasi nika ndai pedere
uta janga puru wi’i ese wawo piri
doco sia dungga dodo pahu nggomi arie ti dengga
tanda nahu mane’e ma ipi poda na’e Baca selengkapnya…