Arsip

Posts Tagged ‘KJS’

Minggu kedua, Berkunjung Ke Bumi Paradise ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (part 5)

Maret 8, 2012 2 komentar

Kegiatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 direncanakan digelar tiap minggu dengan mengunjungi masing-masing dua sekolah pada hari jum’at dan sabtu.  Dengan pola seperti itu target delapan sekolah selama satu bulan secara realistis bisa dicapai. Setelah mengunjungi Sanggar dan Tambora pada minggu lalu, tanggal 3 Februari adalah giliran SMAN 1 Parado untuk kami datangi.

Berbeda dengan kegiatan minggu sebelumnya, mengunjungi Parado dan Langgudu  kami hanya menggunakan satu mobil. Sebenarnya kami sudah menyiapkan dua buah mobil untuk berjaga-jaga kalau kebutuhan di hari-H memaksa. Dengan alasan efisiensi berhubung jumlah anggota Team yang berangkat dari Kota Bima ternyata tidak lebih dari delapan orang disamping itu karena sebagian anggota Team Roadshow sudah standbye sehari sebelumnya di Parado dan setelah kegiatan mereka juga akan langsung menuju ke Langgudu untuk kegiatan keesokan harinya (4 Februari) maka kami hanya menggunakan satu mobil kijang kapsul milik dinas Dikpora.  Selain menggunakan mobil, jarak Bima-Parado yang relatif dekat membuat beberapa orang anggota Team mempergunakan tiga buah sepeda motor.

Saya ikut rombongan motor dan start bersamaan dengan rombongan lain. Seumur hidup saya baru kali ini berkunjung ke Parado, jadi navigasi sepenuhnya saya serahkan pada Bagus, boncengan saya yang “katanya” hafal jalan kesana. Rupanya driver dan navigator sama-sama tidak hafal jalan, bertanya pun enggan karena kepedean. Kami berdua baru sadar kalau sudah melenceng 20 km dari jalur semula setelah melihat gerbang selamat datang di Kecamatan langgudu :mrgreen: Sebuah insiden memalukan hahaha… Untunglah kami langsung menerima SMS dari anggota team lainnya yang katanya sudah hampir sampai di tujuan seharusnya, kalau tidak insiden nyasar ini kan keterusan sampai di kecamatan sebelah.

Setelah kembali ke jalan yang benar dan tiba di tujuan yang seharusnya, kami mendapati acara rupanya sudah dimulai. Seremoni pembukaan oleh petinggi sekolah dan ketua panitia menjadi tanda dimulainya kegiatan. Jumlah siswa yang menjadi peserta pada Sekolah Menengah Atas yang baru beberapa tahun berdiri ini adalah sejumlah 50an orang yang tersebar pada dua kelas. Mereka dibimbing untuk menemukan bakat dan minatnya lewat instrumen test psikologi, selanjutnya diberikan motivasi dengan menyajikan tayangan video dan slide yang menggugah semangat belajar dan berusaha. Pada sesi ini didapati beberapa orang siswi mengeluarkan air mata padahal seingat saya video motivasi dari dr. Hidayat yang saya edit tidak sedih-sedih amat, malah musik yang ceria dan semangat saya jadikan latar video (kalau tidak percaya, silahkan cekidot video berikut ini)

Sambil menunggu lembar test diperiksa oleh team fasilitator, peserta diajak untuk mengunjungi satu demi satu kampus-kampus negeri yang ada di Indonesia lewat presentasi kampus. Team Panitia yang kebetulan berasal dari universitas berbeda-beda memberikan presentasi mengenai gambaran umum, fasilitas, biaya pendidikan, biaya hidup, dan banyak hal-hal lainnya pada kampusnya masing-masing . Tidak lupa pula beasiswa Bidik Misi yang menjadi prioritas beasiswa yang direkomendasikan untuk diikuti kami presentasikan sehingga diharapkan selain peserta menemukan jurusan/kampus sesuai dengan minat dan bakatnya mereka akan memiliki motivasi yang lebih untuk bersaing mendapatkan keringanan biaya pendidikan melalui program Bidik Misi. Setelah itu peserta dibimbing oleh fasilitator melakukan proses pengambilan keputusan (decision making) melalui sebuah game outdoor.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Baca selanjutnya…

Binar Harapan Tamborista ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (part 4)

Februari 27, 2012 2 komentar

Perjalanan dari Sanggar yang penuh tantangan dan memanjakan mata selama lebih dari 5 jam membuat badan terasa lelah. Kami menginap di desa Sori Panihi, sebuah desa yang relatif lebih berkembang pesat dibandingkan beberapa desa yang kami lewati dalam perjalanan dari Sanggar. Di rumah bapak wakasek SMAN 1 Tambora itu team melepas lelah dan melakukan sekedar rapat pemantapan untuk esok hari.

Berada di desa Sori Panihi, bagi saya ibarat pulang ke kampung sendiri lantaran ternyata dari sekian ratus kepala keluarga di desa ini rupanya banyak yang berasal dari desa Kendo (kota Bima) dan Ntoke (Kec. Wera Kab. Bima) tempat nenek moyang saya berasal. Tidak sulit bagi saya untuk menemukan keberadaan mereka di desa ini, bahkan beberapa saat setelah saya turun dari mobil dan duduk di sarangge di salah satu kedai dan sekedar berbincang dengan warga setempat, rupanya orang yang saya ajak ngobrol masih terbilang kerabat sendiri. Alangkah sempitnya dunia…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pagi hari pukul enam, kami pun bersiap menuju sekolah.  Karena desa itu tidak ada fasilitas listrik dan air bersih, team bergantian mandi. Panitia perempuan mandi di kamar mandi dalam yang airnya harus senantiasa ditimba dari sumur samping rumah, sedangkan yang laki-laki menantang dinginnya hawa Tambora dengan madi di sumur yang terbuka. Semua terlihat lancar dalam ritual antrian mandi pagi, hingga giliran saya yang terakhir mandi dan tiba-tiba  hujan lebat turun dan angin begitu kencang menerpa. Pintu seng yang menjadi pembatas sumur dengan rumah terbang terbawa angin, lalu sekonyong-konyong pohon Singkong besar disamping sumur patah dan rubuh persis di tempat saya mandi. Pengalaman mandi di tempat terbuka, menimba air ditengah gempuran hujan lebat dan angin kencang yang dingin sungguh terasa epic.

Yanti dan Mutia, Team Registrasi

Cuaca pagi Tambora yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat kami untuk ke sekolah, dengan semangat 45 kami membawa perlengkapan berjalan kaki menuju sekolah yang tidak terlalu jauh itu. Memasang spanduk, memastikan genset siap beroperasi, menyetel LCD (yang kami pinjam dari Sanggar), dan mempersiapkan fasilitator menjadi aktivitas pertama sesampainya kami di sekolah. Sekolah yang sederhana, dengan pemandangan indah pegunungan Tambora berdiri kokoh didepan dan deburan ombak Laut Flores sayup-sayup terdengar dari arah belakang sekolah.  Rumput hijau tumbuh merata diatas lapangan tanah berpasir hitam khas Tambora, menjadi areal yang pasti diidamkan oleh jutaan sapi di pulau ini untuk mencari makan.

Musim hujan menjadi musim libur tak resmi anak-anak Tambora. Bukan karena malas berjalan kaki di tanah becek atau melawan dinginnya angin gunung, tetapi mereka ikut membantu orang-tua mereka berladang di gunung. Desa menjadi sepi, begitu halnya dengan sekolah. Hampir semua jenjang sekolah yang ada di lingkar tambora mengalami musim paceklik murid, seperti sekolah ini yang populasi sapi di sekolah mengalahkan jumlah total murid yang hadir.

Rencananya, menurut laporan awal jumlah siswa kelas tiga yang akan mengikuti kegiatan adalah sejumlah 30 orang namun data dengan fakta di lapangan berkata lain. Sekolah begitu lengang, hingga pukul delapan pagi siswa kelas tiga yang tercatat  meja registrasi hanya mencapai belasan orang. Setelah team bersepakat dengan guru, kami menyertakan seluruh siswa yang hadir hari itu (termasuk kelas 1 dan 2) untuk menjadi peserta hingga jumlah total peserta Roadshow Pendidikan Tinggi hari itu mencapai angka 37 orang. Baca selanjutnya…

BIMA GO GREEN Lomba Mewarnai, Menggambar, dan Mading KJS

Juni 9, 2011 4 komentar

Lingkungan yang menyangga eksistensi manusia dan makhluk hidup lainnya belakangan ini semakin dilupakan. Kalau bukan karena momen Hari Lingkungan Hidup, banjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya praktis gaung tentang lingkungan hidup tidak terdengar oleh kita padahal sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi sudah seharusnya manusia sadar dan peduli dengan lingkungan yang mereka tempati.

Lebih khusus lagi kampanye pelestarian lingkungan hidup harusnya juga sudah dilakukan kepada generasi muda sebagai pewaris Bumi kedepan. Semenjak usia dini mereka harus ditanamkan tentang bagaimana caranya menghargai alam sebagai sahabat penyangga kehidupan agar dalam tumbuh kembangnya nanti menjadi manusia-manusia sahabat alam sejati.

Komunitas Jalan Setapak (KJS) tertantang untuk berbuat lebih dalam mengkampanyekan cinta lingkungan sejak dini dalam bentuk kegiatan LOMBA MEWARNAI, MENGGAMBAR, DAN MAJALAH DINDING untuk siswa/siswi TK, SD, dan SMA. Kegiatan bertema BIMA GO GREEN ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan LAUNCHING KOMUNITAS JALAN SETAPAK (KJS) selain kegiatan SEMINAR KESEHATAN REPRODUKSI yang lebih dulu digelar.

poster LOMBA MEWARNAI MENGGAMBAR DAN MADING KJS BIMA

LOMBA MEWARNAI MENGGAMBAR DAN MADING KJS BIMA


Detail lebih lengkap mengenai kegiatan ini adalah sebagai berikut:

LOMBA GAMBAR & MEWARNAI

Petunjuk Umum

1. Dilaksanakan pada hari Minggu, 12 Juni 2011 pukul 10:00 – 14:00 di Pelataran ASI Mbojo, Kota Bima

2. Tema : “Bima Go Green, Care For Our City”

3. Ada 2 kategori :

I. Mewarnai : Play Group dan TK.

II.Menggambar :

a. SD kelas 1, 2 dan 3.

b. SD kelas 4, 5 dan 6.

4. Contact Person : Yus (085239568906)

5. Info lengkap, kunjungi fan page komunitas kami

Pendaftaran Lomba

1. Formulir pendaftaran diambil di sekretariatan kami di Jln. St Sultan Hasanuddin No.54 Tolomundu. Depan Masjid Raya Kota Bima.

2. Biaya pendaftaran Rp. 30.000 / peserta,

3. Formulir dan biaya pendaftaran harus sudah diterima panitia selambat-lambatnya

tanggal 09 Juni 2011 pukul 22.00 WITA.

4. Formulir pendaftaran dapat diperbanyak dengan cara fotokopi.

Tata Tertib

1. Peserta wajib hadir 30 menit sebelum acara dimulai dan segera

melakukan registrasi di sekitar area lomba.

2. Peserta wajib menjaga ketertiban dan kebersihan di arena lomba.

3. Perlengkapan dan peralatan mewarnai (meja gambar, alat gambar, dsb) tidak disediakan oleh panitia.

4. Lembar gambar dari panitia.

5. Peserta dilarang meminjam perlengkapan lomba selama acara lomba berlangsung

Penilaian dan Penjurian

Penilaian dilakukan oleh juri yang berpengalaman di bidang mewarnai dan

menggambar dari Gravity Studio Bima dan didampingi oleh panitia lomba

mewarnai. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Kriteria penilaian

meliputi:

1. Ketepatan waktu,

2. Kesesuaian gambar dengan tema,

3. Kerapian,

4. Kebersihan,

5. Kreativitas dan

6. Komposisi warna.

Sistem Lomba

1. Lomba hanya 1 babak.

2. Peserta wajib membawa meja gambar sendiri.

3. Alat mewarnai adalah krayon dan pensil warna.

4. Peserta dilarang membawa gambar contoh.

5. Durasi lomba 120 menit.

6. Pendaftaran ulang dibuka 60 menit sbelum waktu pelaksanaan lomba.

Fasilitas Peserta

Kaos peserta ,sertifikat, snack, ID Card, dan kartu perdana AS.

Penghargaan Juara

Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 12 Juni 2011 pukul 13:00 di

tempat pelaksanaan lomba.

  1. Juara I : Uang tunai senilai Rp. 300.000 + Piala KJS + Piagam Penghargaan

  2. Juara II : Uang tunai senilai Rp. 200.000 + Piala KJS + Piagam Penghargaan

  3. Juara III : Uang tunai seniali Rp. 150.000 + Piala KJS + Piagam Penghargaan

    Kategori:INFO, MBOJO BIMA Tag:, ,