Arsip

Posts Tagged ‘hoax’

Nasib agama ditentukan dari polling [Fact or Hoax?]

Januari 28, 2011 14 komentar

Beberapa teman di akun Facebook saya menforward dalam bentuk pesan chat, isinya sama tentang ajakan untuk “menentukan” nasib Islam di Jerman apakah menjadi sebuah agama atau tidak. berikut petikan pesan berantai tersebut:

Assalamualaikum, di jerman sedang ada pemilihan suara mengenai apakah ‘Islam sebuah agama, dan layak diakui?’ Jadi, mari kita bantuin saudara2 kita disana dengan mengunjungi link nya yg dibawah ini, setelah dibuka tolong pilih “Ja” yg artinya ‘iya’ kemudian tekan “Zur Auswertung” untuk mengirim. Linknya:

http://www.tagesschau.de/inland/wulffrede112.html

Ayo kita sebarkan ke teman2 kita yg muslim n kita bantu saudara2 kita di German.. Yg parahnya sudah 67,3% yg pilih tidak ayo kita vote iya untuk saudara kita disana. Wassalam….

membalas pesan inbox (dan 5 pesan chat dan wall yg sudah saya hapus) untuk polling dan menyebarkan info tentang kondisi islam di jerman, kalo saya sarankan gak usah dibuka situsnya atau diikuti polingnya bahkan jangan menyebarkan ke muslim yg lain. kenapa? karena itu hal yang sia2, membuang tenaga dan emosi.

Tadi sempat sy penasaran dan mencoba mengakses situs yg menggunakan bhs yg tdk kita mengerti. (Terimakasih om gugel trenslet untuk menerjemahkan polling situs berita Jerman itu dalam bahasa Bima). intinya menurut saya

PERTAMA: Poling itu sudah ditutup sejak Oktober 2010 dan memvoting tidak akan merubah apapun hasil polling. Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:INFO Tag:,

Hoax SMS setan

Mei 13, 2008 10 komentar

Capek deh….

sehari ini udah 4 sms yang sama masuk ke ponselku, pengirimnya mulai dari keluarga di kampung, teman-teman kampus dan beberapa familiy di Jawa. Isinya mudah ditebak, apalagi kalau bukan mengenai SMS setan atau SMS santet.

SMS Hoax yang baru-baru ini beredar dengan beberapa versi, mulai dari layar HP berwarna merah, infrared, nomor setan, sms santet, dan sebagainya. Intinya sebuah SMS yang katanya bisa membuat orang menemui ajalnya. Lazimnya sebuah hoax, pesan belum afdhol kalau tidak ditambahi embel-embel:

  • Ini benar adanya, Saya sudah coba sendiri
  • Sudah banyak korban, jangan tambah lagi
  • Sebarkan pesan ini pada teman, keluarga, tetangga, dll
  • dengan meneruskan pesan ini, artinya anda menyelamatkan satu jiwa
  • Mengutip nama ahli yang tidak bisa di verifikasi kebenarannya

Selain itu masih banyak kata-kata dalam hoax seperti pada kasus “Sms santet” yang intinya menyuruh kita meneruskan pesan ke banyak orang untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Padahal bahaya yang paling besar adalah pesan itu sendiri. Sebuah SMS yang kehilangan objektivitas nya lagi karena tidak bisa ditelusurinya siapa sumber informasi, dan kebenaran informasi itu. Menurut Wiki, Hoax diartikan sebagai:

A hoax is a deliberate attempt to dupe, deceive or trick an audience into believing, or accepting, that something is real, when in fact it is not; or that something is true, when in fact it is false. In an instance of a hoax, an object, or event, is not what it appears to be, or what it is claimed to be

Intinya, kalau sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaranya wajib disebut sebagai hoax atau bohong belaka. Menyebarkan hoax sama saja dengan menyebarkan kebohongan pada orang lain. Maka berhati hatilah bila menerima sebuah pesan yang menyuruh anda meneruskan pada pihak lain. Cerna baik-baik apa isi pesan tersebut, benar atau tidak sebelum menyebarkan pada orang lain.

SMS santet yang beredar dikalangan masyarakat luas, walau telah terbukti kebohongannya (baca : abg iseng di Kepri mengaku pertama sebar SMS santet ) namun masih efektif meneror penerimanya, terbukti dengan ditemukannya beberapa kasus penerima SMS teror yang pingsan atau jatuh sakit konon setelah menerima SMS.

Sekarang yang jadi pertanyaan kita, kira kira apa keuntungan dari orang yang membuat/menyebarkan hoax??? Tentunya ini merupakan hasil penelusuran pribadi dan masih belum bisa diakui kebenarannya (empirik maupun praksisnya):

  • Adanya motif persaingan usaha (yang tidak sehat), dimana dalam kasus SMS santet ini ada nama operator yang diafiliasikan dengan operator setan. Tentunya hal ini sangat tidak etis dan cenderung membodohi publik.
  • Adanya motif ingin dikenal dan mengumbar sensasi (dengan menyebutkan beberapa nama/keyword) yang tentunya akan laku di Google
  • Permainan kotor pihak penyedia layanan (operator seluler) yang memungkinkan produknya dipakai lebih banyak lagi untuk menyebarkan hoax. Ketika prinsip MLM diterapkan maka operator seluler sebagai top level tertinggi dan satu satunya akan mendapatkan keuntungan ekonomis dari hoax melalui biaya SMS atau telepon. Penyedia jasa e_mail menurut saya hanya mendapatkan dampak negatif dari kegiatan ini yang berupa menumpuknya sampah/spam yang membebani bandwith
  • Motif mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah yang seharusnya mereka hadapi. Ingat trend pra Pemilu selalu berbau isu supranatural, misalkan pada pemilu sebelumnya terdapat isu “kolor ijo” yang mendahului. Dan yang paling riskan saya rasa, bila isu kenaikan harga BBM akan tenggelam bersama masyarakat Indonesia yang diteror santet.
  • Adanya skenario pihak asing untuk mengacaukan ketenangan masyarakat Indonesia (Ah, kalau ini udah keterlaluan….)

Ya Udah, daripada saling tuding dan mencari kesalahan, mending pada introspeksi diri. Sadari apa yang akan terjadi, siapkah kita sebagai pribadi dan sebagai rakyat Indonesia menghadapi berbagai tantangan di depan????