Kategori
KJS TRAVELLER

Binar Harapan Tamborista ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (part 4)


Perjalanan dari Sanggar yang penuh tantangan dan memanjakan mata selama lebih dari 5 jam membuat badan terasa lelah. Kami menginap di desa Sori Panihi, sebuah desa yang relatif lebih berkembang pesat dibandingkan beberapa desa yang kami lewati dalam perjalanan dari Sanggar. Di rumah bapak wakasek SMAN 1 Tambora itu team melepas lelah dan melakukan sekedar rapat pemantapan untuk esok hari.

Berada di desa Sori Panihi, bagi saya ibarat pulang ke kampung sendiri lantaran ternyata dari sekian ratus kepala keluarga di desa ini rupanya banyak yang berasal dari desa Kendo (kota Bima) dan Ntoke (Kec. Wera Kab. Bima) tempat nenek moyang saya berasal. Tidak sulit bagi saya untuk menemukan keberadaan mereka di desa ini, bahkan beberapa saat setelah saya turun dari mobil dan duduk di sarangge di salah satu kedai dan sekedar berbincang dengan warga setempat, rupanya orang yang saya ajak ngobrol masih terbilang kerabat sendiri. Alangkah sempitnya dunia…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pagi hari pukul enam, kami pun bersiap menuju sekolah.  Karena desa itu tidak ada fasilitas listrik dan air bersih, team bergantian mandi. Panitia perempuan mandi di kamar mandi dalam yang airnya harus senantiasa ditimba dari sumur samping rumah, sedangkan yang laki-laki menantang dinginnya hawa Tambora dengan madi di sumur yang terbuka. Semua terlihat lancar dalam ritual antrian mandi pagi, hingga giliran saya yang terakhir mandi dan tiba-tiba  hujan lebat turun dan angin begitu kencang menerpa. Pintu seng yang menjadi pembatas sumur dengan rumah terbang terbawa angin, lalu sekonyong-konyong pohon Singkong besar disamping sumur patah dan rubuh persis di tempat saya mandi. Pengalaman mandi di tempat terbuka, menimba air ditengah gempuran hujan lebat dan angin kencang yang dingin sungguh terasa epic.

Yanti dan Mutia, Team Registrasi

Cuaca pagi Tambora yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat kami untuk ke sekolah, dengan semangat 45 kami membawa perlengkapan berjalan kaki menuju sekolah yang tidak terlalu jauh itu. Memasang spanduk, memastikan genset siap beroperasi, menyetel LCD (yang kami pinjam dari Sanggar), dan mempersiapkan fasilitator menjadi aktivitas pertama sesampainya kami di sekolah. Sekolah yang sederhana, dengan pemandangan indah pegunungan Tambora berdiri kokoh didepan dan deburan ombak Laut Flores sayup-sayup terdengar dari arah belakang sekolah.  Rumput hijau tumbuh merata diatas lapangan tanah berpasir hitam khas Tambora, menjadi areal yang pasti diidamkan oleh jutaan sapi di pulau ini untuk mencari makan.

Musim hujan menjadi musim libur tak resmi anak-anak Tambora. Bukan karena malas berjalan kaki di tanah becek atau melawan dinginnya angin gunung, tetapi mereka ikut membantu orang-tua mereka berladang di gunung. Desa menjadi sepi, begitu halnya dengan sekolah. Hampir semua jenjang sekolah yang ada di lingkar tambora mengalami musim paceklik murid, seperti sekolah ini yang populasi sapi di sekolah mengalahkan jumlah total murid yang hadir.

Rencananya, menurut laporan awal jumlah siswa kelas tiga yang akan mengikuti kegiatan adalah sejumlah 30 orang namun data dengan fakta di lapangan berkata lain. Sekolah begitu lengang, hingga pukul delapan pagi siswa kelas tiga yang tercatat  meja registrasi hanya mencapai belasan orang. Setelah team bersepakat dengan guru, kami menyertakan seluruh siswa yang hadir hari itu (termasuk kelas 1 dan 2) untuk menjadi peserta hingga jumlah total peserta Roadshow Pendidikan Tinggi hari itu mencapai angka 37 orang.

Kategori
Gunung KJS

Menapaki Lingkar Utara Tambora ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (3)


Seusai menggelar kegiatan Roadshow Pendidikan Tinggi di SMAN 1 Sanggar pada hari jumat, menjelang sore kami melajutkan perjalanan menuju Kecamatan Tambora. Di kecamatan yang paling jauh dari pusat kota inilah lokasi kedua yang akan kami datangi dalam rangkaian Roadshow di delapan sekolah kepanitiaan bersama Komunitas Jalan setapak dan Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar.

Pada perjalanan menuju Tambora ini baru kami mengakui ketajaman feeling Mr. dedi dalam memprediksi kebutuhan kendaraan (untuk mengangkut 15 orang dengan barang-barang yang banyak) ketika Team yang berangkat dari kota Bima bergabung dengan Team Tambora yang standbye di Sanggar (Kalau dalam inventory bakat, Mr. dedi ini sepertinya bertipe Generated Idea).

Perjalanan menuju Tambora menempuh waktu sekitar 5 jam, dengan melewati medan yang cukup berat. Mesin mobil meraung-raung menapaki tanjakan jalan berbatu dan penuh pasir khas sabana. Penampakan alam tambora begitu eksotis, mengingatkan saya pada sabana afrika yang sering muncul di TV. Terkadang satwa liar melintasi jalan di depan kami, mulai dari sapi dan kerbau yang dilepas-liar di padang rumput, kuda liar yang tersohor dengan produk susu kuda liarnya, beberapa ekor ayam hutan yang menggoda kami untuk menangkap (padahal mustahil untuk ditangkap), dan pada malam hari seekor kijang tersorot lampu mobil sedang menyebrang jalan. Pada hal terakhir sebagian anggota Team khususnya yang terkenal sebagai Sando Lambu, sepakat kalau itu penampakan mistis… hii syerem.

Kuda liar Tambora

Jalur lingkar utara yang melewati Kore, Boro, Piong, Kawinda Toi, katupa, Kawinda Nae, Labuhan Kenanga itu secara umum dalam kondisi buruk. Selepas dari Piong, kami melewati jalan tanah berpasir dengan perkerasan sehingga bisa dilalui dengan kecepatan sedang, terkadang kami mendapati jalan aspal yang terpotong-potong oleh lintasan banjir gunung, dan mayoritas jalan yang terlalu offroad untuk dilalui mobil berjenis city car. Yang paling berbahaya pada perjalanan kali ini adalah jalur yang sedang dilakukan perbaikan, dimana hampir semua jembatan di sepanjang jalur sedang dibangun sehingga pada saat melewati jembatan mobil harus mengambil jalur di kanan/kiri jembatan. Ulah kontraktor proyek jembatan yang tidak memasang rambu/penanda jembatan rusak membuat mobil kami yang sedang bergerak dengan kecepatan lumayan tinggi beberapa kali hampir disate, terperangkap dalam besi/baja cor jembatan yang sedang dibangun.

Kategori
KJS TRAVELLER

Sanggarista, Here we Come! ~ Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (2)


So far, perjalanan Kota-Bima menuju Sanggar terbilang lancar tanpa hambatan. Kekhawatiran mobil bergincu dihadang oleh demonstran di jalan jauh dari kenyataan. Satu-satunya alasan kami berhenti di jalan adalah karena salah satu anggota team ternyata Jack Pot (mabuk perjalanan –red) cukup parah. Pertama kami harus berhenti di Desa O’o Dompu dan yang kedua kali terpaksa harus berhenti lagi di tengah ladang jagung Desa Lanci, singgah di kedua tempat ini tidak disia-siakan oleh team untuk sekedar beristirahat sejenak sambil foto-foto narsis.

Kami memasuki desa Kore Kec. Sanggar pada pukul 19.00 dan finish di kediaman Pak Enco Sukarsa, Wakasek SMAN 1 Sanggar. Di rumah Pak Enco sudah menunggu sebagian Team yang datang dari Tambora sejak sore hari (Bagus, Beryl, Sally, dan Habib) dan beberapa adik-adik OSIS yang akan menjadi co-fasilitator yang akan banyak membatu pelaksanaan kegiatan esok hari. Malam hari itu diisi dengan breafing Team dengan co-fasil serta memenuhi jamuan dari tuan rumah.  makan-makan besar.

Malam itu ternyata jamuan makan-makan besarJ tidak hanya di rumah Pak Enco, di rumah Pak Edi yang menjadi basecamp Team cowok kembali kami disuguhi bebek bakar yang sungguh menggugah selera. Walhasil anak-anak pun tidur dengan full tankkwkwkw. Saya sendiri masih memiliki tugas menyelesaikan editing video profil motivasi yang akan diputar secara perdana esok pagi, jadi praktis waktu istirahat dipergunakan untuk begadang di depan netbook sampai saya tepar pada pukul 4.45 subuh.

Waktu menunjukkan hampir pukul enam pagi, ketika saya terbangun karena team yang lain ternyata sudah siap dengan kostum dan perlengkapannya untuk ke sekolah. Waktu satu setengah jam cukuplah bagi saya untuk me-recharge energi dan langsung beranjak ke kamar mandi. Eh, ternyata hidangan makan pagi sudah siap di ruangan tengah, terpaksa jadwal mandi diulur sampai saya sarapan bersama tuan rumah dan anggota team yang lain. Good Morning Sanggar, Are you ready to Rock???

Perhelatan perdana Roadshow di SMAN 1 Sanggar ini dilangsungkan di lapangan basket sekolah. Sebuah terop sudah berdiri dengan panggung utama yang ternyata dilengkapi dengan seperangkat organ. Secara sepintas kita seperti sedang berada di tengah acara dangdutan sebuah hajatan kawinan, tarik maaaang!!!!

Acara pembukaan  terasa normal sampai kami menyadari ternyata listrik mati ditengah sambutan Bapak Kepala UPT. Di belahan barat Kabupaten bima belakangan ini sedang fakir listrik, konon dalam sehari mati listrik melebihi jadwal minum obat, “bisa 4 atau bisa juga 8 kali sehari” kata salah seorang guru di SMAN 1 Tambora. Karena kegiatan yang sangat bergantung pada supply listrik, para guru akhirnya berhasil menyiapkan sebuah genset yang menjadi penyambung nyawa acara. Sebenarnya miris melihat sekolah yang berdiri di depan kantor PLN cabang Sanggar ini mati lampu, tapi mau gimana lagi… Ini Indonesia Bung!!!

Kategori
KJS TRAVELLER

Bima Membara ~ catatan Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 (1)


Siang itu Bima bergejolak, pada perjalananku dari Mabes KJS menuju rumah untuk mempersiapkan keberangkatan perdana Team menuju sekolah pertama yang akan diselenggarakan kegiatan Roadshow dari jauh terlihat asap kelabu mengepul dikejauhan. Posisiku waktu itu adalah perempatan kantor pos (lama) sekitar wilayah Tolomundu. Melihat asap tebal berwarna kelabu itu, di benakku langsung terpikir sesuatu yang buruk telah terjadi di Kantor Pemkab Bima.

Dugaanku tidak salah, semakin dekat ke rumah semakin nyata pula asap tebal tanda kebakaran besar itu berasal dari sebuah kompleks perkantoran Pemkab yang lazim disebut sebagai Kantor Bupati akibat dari untuk rasa hebat demonstran anti tambang Kecamatan Lambu yang beberapa bulan terakhir ini selalu menghiasi pemberitaan media nasional.

 Saat itu jam menunjukkan waktu pukul dua, tepat satu jam sebelum waktu yang disepakati oleh Team Roadshow Pendidikan Tinggi 2012 untuk berkumpul kembali di Mabes dan siap memulai perjalanan ke Kecamatan Sanggar. Sekitar lima belas menit saya habiskan waktu untuk mengabadikan kejadian kebakaran kantor bupati itu dari sebuah bukit dekat rumah bersama puluhan orang lainnya. Sebuah momen langka yang tak boleh dilewatkan, pikirku. Bagaimanapun areal kantor penguasa Kabupaten Bima itu pernah menjadi tempat bermainku sewaktu kecil, dan aku harus menyaksikan detik-detik terakhir kemegahan bangunan yang didirikan dari uang hasil jerih payah dan keringat rakyat itu.

Sesampaiku di rumah ternyata tidak ada seorangpun disana, Ayah dan Ibu ternyata sudah berada di sekitar kantor Bupati untuk menonton kebakaran dari dekat. Pada waktu itu massa aksi sudah beranjak dari lokasi menuju arah Raba (LP Raba Kota Bima) meninggalkan gedung yang sedang membara dan polisi yang sibuk mengamankan area dari masyarakat yang berduyun-duyun datang menonton. Listrik ternyata juga tidak menyala, padahal ada beberapa file video motivasi yang menjadi materi Roadshow masih tersimpan di harddisk PC ku. Terpaksa kukemasi barang dan menelpon ayah untuk mengantarkan aku kembali ke Mabes. Tidak lupa kutelpon anggota team yang lain sekedar mengabarkan kondisi terakhir di pusat pemerintahan dan memastikan keberangkatan team berkaitan dengan ekses terkini yang terjadi.

Kategori
I THINK

Welcome Home Goemon…


Sore ini rumah kedatangan satu penghuni baru. Dia seekor anak ayam hutan hitam, mungil, dan lincah, yang ditemukan ayahku pada saat kembali dari kebun. Si ayam malang didapati sendiri pada sebuah pagar kebun pada jalur pulang yang biasa ayahku tempuh, usianya diperkirakan masih dalam hitungan hari dan tak ada induk yang bisa dikonfirmasi untuk mengembalikannya ke sarangnya. Karena kasihan, ayah membawanya ke rumah dan sementara disimpan pada sebuah kandang (sebenarnya bekas perangkap tikus) kecil. Si anak ayam hutan sejak tiba sampai malam ini tak hentinya mencicit, sepertinya lapar…

Goemon sedan melakukan pelatihan pertamanya menjadi seorang Shinobi Tangguh yang akan menguasai dunia
Goemon sedan melakukan pelatihan pertamanya menjadi seorang Shinobi Tangguh yang akan menguasai dunia

Si ayam kecil diberi nama Goemon oleh salah satu temanku. Goemon adalah seorang seorang shinobi yang cukup terkenal di Jepang pada masanya. Di era perang antar klan yang membunuh seluruh keluarganya, Goemon kecil diselamatkan oleh Nobunaga Oda penguasa klan Nobunaga yang membesarkan lalu menyerahkanya kepada Hatori Hanzo untuk dilatih sebagai Shinobi (ninja). Menurut legenda jepang Goemon mencuri emas dan barang-barang berharga lainnya untuk diberikan kepada orang-orang miskin maupun yang tidak mampu. Goemon menemui akhir yang tragis ketika mengalami kegagalan dalam usahanya membunuh Hideyoshi Toyotomi, seorang penguasa setelah melakukan kudeta berdarah pada Nobunaga Oda.

Kategori
INFO Teknologi

Sorry yah Mr. PENIPU VIA SMS, perasaan saya masih Jomblo


Ponselku bergetar dengan ringtone khas yang menandakan ada SMS yang baru masuk. Semuanya seperti biasa, buka inbox dan membaca, sampai tiba-tiba sesuatu yang berbeda tertulis dalam teks SMS yang berasal dari nomor kontak yang belum tersimpan dalam memori hape ku:

“sayang beli’in duLu pulsa 10rb, di nmr ini, 082191285937, nanti aq yg tlpn km, ini aq pke hp tmen, skrg yacc!”

Seperti detik waktu berputar lambat, cuaca yang terik tiba-tiba berganti menjadi winter dengan butiran salju pink berguguran ke tanah, dan entah bagaimana bebatuan disini menjadi kuntum-kuntum bunga tulip yang bermekaran, sampai aku tersadar… Visualisasi salah satu scene dalam dorama Jepang itu palsu belaka. Aku masih Jomblo….

Sekali lagi, party is over. Saya langsung teringat modus-modus penipuan via SMS yang marak beredar akhir-akhir ini, dan sepertinya ini salah satu modus terbaru pencurian pulsa. Informasi yang saya baca, modus penipuan semakin berkembang dengan pesatnya dan korban yang berjatuhan semakin banyak.  SMS sayang-sayangan tengik seperti SMS diatas adalah salah satu contoh hasil akal bulus gorgom penipu.

Source: tipsh4re.blogspot.com

Berdasarkan trend SMS nyasar/dari pengirim tak dikenal yang terindikasi sebagai metode penipuan, beberapa contoh SMS yang harus kita waspadai adalah:

  1. Sms minta pulsa, sms transfer ke rekening tertentu
    Ini sdh ber-evolusi menjadi : sms masuk dgn kalimat : hi ini siapa ya ? Atau sms minta nama dan alamat seolah mau kirim undangan nikah, Yg membuat orang iseng sms balik utk tanya balik dan dgn otomatis akan register content (2000 rb/sms) setiap hari kena potong.
  2. Sms nawarin e-ticket pesawat dgn harga murah:
    jika kita terjebak, mereka akan tanya nama, umur, tujuan dan data detail, mereka akan book sesuai permintaan dan dia akan minta kita check sendiri ke maskapai utk menyakinkan nama kita sdh ter-booked di salah satu penerbangan, setelah kita check dan memang benar sdh ter-booked, mereka akan minta kita bayar, setelah bayar maka mereka akan langsung cancel ke maskapai yg sdh kita book, dan akhirnya kita tdk akan dapat ticket tsb.
  3. Sms penawaran hp atau electronic murah :
    sama modus nya, begitu kita reply sms nya kita akan otomatis ter-register content dan akan terpotong 2 rb/ sms setiap hari kena potong.

Kategori
TRAVELLER web/blog

Saya Ingin Belajar Membuat Catatan Traveling


Saya betah berlama-lama dalam kamar alias tipe rumahan, tapi saya paling excited kalau ada kesempatan jalan-jalan. Terhitung banyak kali saya melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat menarik, namun tak satupun perjalanan itu saya rangkum dalam sebuah tulisan. Saya juga senang membaca dan menikmati banyak tulisan dalam blog-blog atau situs traveling review seperti Naked Traveler, sebuah blog yang ditulis oleh traveler tenar Indonesia yang sudah menulis banyak buku, so inspired…

Memasuki umur 22 (hoax?)  tahun ini saya memaksakan diri harus menuliskan tentang kisah perjalanan saya ke tempat-tempat yang menarik yang telah saya kunjungi. Walau gaya penuturan lewat tulisan saya masih terbilang amatir untuk dilihat sebagai sebuah traveler review, mudah-mudahan saya bisa. Alasan saya harus menuliskan cerita saya di blog ini simpel saja, saya terlalu gagah tua untuk mengingat semua detil pengalaman jalan-jalan saya kecuali kalau diabadikan dalam bentuk tulisan.  😛

Pada postingan awal saya ingin mencoba menceritakan pengalaman perjalanan beberapa tahun yang lalu (lawas) pada saat saya masih menjadi mahasiswa abadi di makassar. Sulsel kita kenal memiliki banyak objek wisata yang tersohor hingga ke seluruh dunia, jadi awalnya saya mulai dari itu saja dan runut hingga ke tahun-tahun terakhir 🙂 Dari Sulsel saya ingin mengajak pengunjung blog jelek ini beralih ke tulisan berikutnya mengenai sebuah tempat di Nusa Tenggara Barat yang tidak kalah indahnya dengan tempat-tempat lain yang menjadi destinasi wajib wisatawan. Semoga aja post plan ini gak gagal ditengah jalan, soalnya saya manusia bergolongan darah O yang lemah pengendaliannya terhadap hasrat dan keinginan (apologi)

Kategori
I THINK

Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan


would rather light a candle than curse the darkness

Betapa mudahnya kita mengutuk, tinggal menyebutkan beberapa suku kata yang masuk blacklist akismet atau filter yahoo maka jadilah kita pengutuk sejati. Objeknya beraneka ragam, mulai dari pekerjaan yang menumpuk , gaji yang telat dibayar, didahului mantan merit (kalau istilah Makassar nya dilambung kiri pas belokan tidak pake riting dan weser),  hujan, cucian belum kering, macet, becek, gak ada ojek, dan lain sebagainya. Pokoknya segala rupa masalah yang kita hadapi sehari-hari mulai dari masalah yang berat dan membuat otak koslet sampai urusan remeh temeh misalnya sakitnya bulu hidung ketika dicabut. Yap, semua hal berpotensi untuk kita keluhkan.

Mengutuk, meratapi, mengeluh atau apapun istilah lainnya dengan konotasi yang sama memang menyenangkan. banyak orang merasa lepas dan lega setelah mengeluarkan semua kosakata itu dari mulutnya. Tapi tunggu dulu, apakah setelah kita mengutuk sesuatu maka keadaan itu langsung berubah? Dari pengalaman hidup kita, mengeluh tidak mendatangkan apa-apa kecuali ketenangan batin yang semu. Ibaratnya ketika menutup mata, semua bayangan dunia menjadi tak terlihat termasuk dengan problema yang kita alami, namun dunia akan tetap sama entah ketika menutup atau membuka mata.

Kategori
I THINK

Tahun Baru, Sebuah Milestone Perjalanan Hidupku


Baru saja beberapa jam yang lalu, puluhan kembang api meledak bersahut-sahutan seakan-akan saling berlomba lebih tinggi dari yang lain, atau seakan-akan menyombongkan gelegar suaranya sebelum cahaya putihnya memercikkan bunga api berwarna pelangi. Kemeriahan malam tahun baru yang sederhana, ketika sendiri duduk di tepi laut dan menyaksikan bunga-bunga api itu bersanding megahnya dari kejauhan.

Tentunya tak bisa dibandingkan perayaan pergantian tahun di kota kecil ku dengan perayaan besar-besaran di Toraja sana yang konon menghabiskan budget sampai 2,5 Milyar hanya untuk mempertontonkan kembang api saja. Gosipnya pesta kembang api besar dalam rangkaian kegiatan pariwisata Lovely December – Sulsel yang hanya bisa kunikmati dalam angan itu merupakan pesta kembang api terbesar di Asia untuk tahun ini, Wallahua’lam.

Saya bukan termasuk dalam golongan orang-orang yang memuja tahun baru, atau menganggap itu adalah salah satu ritual yang wajib untuk dilakukan, tetapi fenomena tahun baru menurutku sangat pas untuk menjadi momen evaluasi diri dan merencanakan hidup minimal untuk satu tahun ke depan. Mungkin ada yang bertanya, kenapa tidak mengambil momen hari lain misalnya hari ulang tahun atau hari perayaan kemerdekaan? hehehe, jawabannya adalah karena saya akan lebih mudah dalam merancang arah hidup yang berbasis sequent waktu misalnya per semester atau per 5 bulan apabila titik nol evaluasi dimulai dari tanggal 1 januari. Selain itu pada hari-hari tersebut saya terlalu sibuk untuk melakukan kontemplasi hidup mesti capek tenaga dan pikiran untuk mentraktir teman-teman pada saat ultah atau pada momen hari kemerdekaan mesti kelelahan memanjat pinang 😀

Kategori
Budaya Mbojo Rawa Mbojo

Tradisi Pako Tana Dalam Budaya Nggu’da Doro Masyarakat Bima-NTB


Kontur dan topografi Bima yang mayoritas berupa bukit dan gunung membuat masyarakatnya terbiasa bertani secara tradisional dengan melakukan ngoho (aktifitas bertani dengan membuka lahan di hutan/gunung) pada setiap musim penghujan. Pola pertanian Ngoho ini secara turun temurun dilakukan meskipun secara peraturan pemerintah ada larangan untuk membuka lahan pertanian di hutan. Walaupun sudah banyak masyarakat Bima yang melakukan pertanian menetap di sawah atau kebun permanen, pada daerah-daerah tertentu Ngoho terkadang dilakukan secara berpindah-pindah dari satu gunung ke gunung lainnya setiap tahun. Dalam melaksanakan Ngoho ini, masyarakat agraris Bima mengenal budaya pako tana sebagai panduan umum mereka mulai dari mempersiapkan lahan dan mengelola pertanian sampai masa panen.

rawa Mbojo dalam pako tana

Secara harafiah Pako Tana adalah sebuah istilah yang berarti Memanen (pako) dan Menanan (tana) dalam bahasa Mbojo/Bima.  Lebih dari itu dalam aktivitas sehari-hari Dou Mbojo (orang Bima, red) memaknai pako tana sebagai sebuah sistem tradisional pengerahan tenaga kerja dalam bidang pertanian yang dilakukan dengan prinsip kekeluargaan dan gotong royong. Dalam sistem ini sebuah pekerjaan pertanian yang membutuhkan banyak tenaga manusia seperti nggu’da (menanam), hui (menyiangi), dan pako (memanen) akan lebih mudah untuk dilaksanakan karena prinsip gotong royong dan kekeluargaan itu diaplikasikan dalam istilah weha rima (penggunaan tenaga orang lain untuk mengerjakan pekerjaan pertanian) dan ‘bali rima (membantu pekerjaan orang lain sebagai balas jasa karena telah melakukan weha rima).

Dalam video dibawah ini tampak suasana pada musim tanam, dimana puluhan orang petani yang mayoritas ibu-ibu melakukan nggu’da doro (penanaman) pada salah satu oma (ladang).

Kategori
INFO

Jadwal Pertandingan Liga Champion 2011 Live RCTI Babak 16 Besar


Liga Champion (UEFA) 2011-2012 telah menyelesaikan fase penyisihan group. Pengundian/drawing Jadwal Pertandingan Liga Champion 2011 babak 16-besar telah dilangsungkan di markas besar UEFA di Nyon, Swiss, pada tanggal 16 Desember 2011 kemarin. AC Milan yang berstatus runner-up  Grup H sesuai perkiraan akan menghadapi laga berat. Pada babak 16-besar, skuad asuhan Massimiliano Allegri ini akan menghadapi tim kuat Inggris, Arsenal.

Nasib tak jauh berbeda dialami Napoli. Pada fase knock-out ini I Partenopei juga akan menghadapi wakil Inggris, Chelsea. Berstatus sebagai runner-up  Grup A, Napoli memang sudah diperkirakan akan menghadapi lawan yang cukup sulit.

Sementara itu, jawara bertahan Barcelona sedikit diuntungkan. Mereka akan menghadapi Bayer Leverkusen yang performanya di kancah Bundesliga 1 musim ini tengah kurang bagus. Meski begitu, semua laga tetap diyakini bakal menyajikan pertarungan sengit.

Leg pertama babak 16-besar Liga Champions akan digelar pada 14/15 dan 21/22 Februari 2012. Sementara leg 2 akan diselenggarakan pada 6/7 dan 13/14 Maret 2012. Tim yang berstatus runner-up  pada fase grup akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg 1.

*Berikut Jadwal Pertandingan Liga Champion 2011 Live RCTI Babak 16 Besar:

Leg Pertama Pertandingan Liga Champion 2011 babak 16-besar:

15 Februari 2012:
  • Lyon vs APOEL
  • Bayer Leverkusen vs Barcelona
16 Februari 2012:
  • Zenit St. Petersburg vs Benfica
  • AC Milan vs Arsenal
22 Februari 2012:
Kategori
Budaya Mbojo

Mengenal Upacara Adat Mbojo (Bima) ~Prosesi Khitanan dan Khatam Al-Quran


Ketika seorang anak beranjak dewasa, bagi masyarakat Bima merupakan saat yang tidak kalah sakralnya dengan kelahiran (baca tulisan terdahulu tentang prosesi kelahiran menurut adat Mbojo). Proses menjadi dewasa sama halnya dengan momen dimana seorang manusia beralih dunia, meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan keceriaan menuju masa remaja yang penuh tanggung jawab bagi diri, keluarga maupun masyarakat.

Dalam adat Bima, proses pendewasaan seorang anak manusia ditandai dengan dua macam upacara adat. Upacara adat ini merupakan pengejawantahan syariat Islam yaitu kewajiban untuk melaksanakan khitan bagi laki-laki serta anjuran untuk menamatkan pembelajaran baca Al-Qur’an sebagai penuntun hidup seorang manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Upacara Khitanan atau Sunatan Adat Mbojo.

Upacara khitanan dalam adat Mbojo disebut upacara suna ro ndoso (Suna = sunat. Ndoso = memotong atau meratakan gigi secara simbolis sebelum sunat). Biasanya upacara suna ro ndoso dilakukan ketika anak berumur lima sampai tujuh tahun. Bagi anak perempuan antara dua sampai dengan empat tahun. Upacara khitan bagi anak laki-laki disebut suna. Sedangkan bagi puteri disebut”sa ra so

1. Rangkaian upacara Suna ro Ndoso.

Upacara suna ro ndoso dilaksanakan dengan berbagai upacara adat sebagai berikut:

a. Mbolo roDampa.

Beberapa hari sebelum upacara dilaksanakan, di rumah keluarga yang punya hajat, diadakan mbolo ro dampa atau musyawarah keluarga. Dalam mbolo ro dampa akan diputuskan hari pelaksanaan suna ro ndoso.

b. Mada Rawi (Acara Inti)

Upacara mada rawi terdiri dari:

1. Kapanca (penempelan inai)

Dilakukan pada malam hari. Pada telapak tangan putra putri yang akan dikhitan ditempelkan kapanca. Dilakukan oleh lima orang tua adat wanita secara bergilir. Seusai upacara kapanca, diadakan upacara “Ngaji tadaru” (Tadarusan). Setelah tadarusan berakhir, maka dilanjutkan qasidah tradisional (Bukan qasidah modern). Acara hiburan dilanjutkan hadrah. Dihalaman rumah dipergelarkan permainan rakyat,seperti mpa’a sila,gantao dan buja kadanda.

Tujuan kapanca ialah merupakan peringatan bagi anak,bahwa setelah dikhitan, ia dianggap dewasa. Ia akan bekerja membantu orang tua. Tangan dan kaki yang selama ini tidak biasa bekerja, akan mulai bekerja. Sehingga tangan yang bersih dan halus, akan bercucuran keringat dan darah.

2. Upacara Ndoso dan Compo Sampari Serta Compo Baju.

Kategori
Budaya Mbojo

Mengenal Upacara Adat Mbojo (Bima) ~Prosesi Kelahiran


upacara adat kelahiran BimaDalam bahasa Mbojo, upacara adat disebut “Rawi Rasa” Rawi Rasa berarti semua kegiatan yang dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh masyarakat. Rawi rasa terdiri dan dua jenis kegiatan, yaitu rawi mori dan rawi made.  Yang dimaksud dengan rawi mori ialah kegiatan yang berhubungan dengan upacara kehamilan, kelahiran, khitanan dan pernikahan. Sedang rawi made ialah upacara yang berhubungan dengan kematian. Khusus bagi rawi made dilakukan berdasarkan hukum Islam. Sehingga tidak ada upacara adat yang dilakukan pada rawi made.

Yang akan kita kupas sekarang, ialah upacara adat pada rawi mori. Mulai dan upacara kehamilan sampai upacara pernikahan.  Karena panjangnya tulisan maka saya akan menyajikannya dalam beberapa bagian secara berurutan. Semoga sajian dari Portal KJS ini bisa menyegarkan kembali memori pembaca mengenai kekayaan budaya Mbojo yang semakin ditinggalkan oleh masyarakatnya.

Upacara nggana ro nggoa (Upacara kehamilan dan kelahiran Masyarakat Bima)

Yang dimaksud dengan upacara nggana ro nggoa ialah rangkaian upacara adat yang dimulai dan upacara “Salama Loko” sampai dengan upacara ”dore ro boru”.

1. Upacara salama loko.

Upacara Salama Loko disebut juga dengan Kiri Loko dilakukan ketika kandungan seorang ibu berumur tujuh bulan. Upacara ini hanya dilakukan bagi seorang ibu yang pertama kali mengandung. Jalannya upacara dihadiri oleh kaum ibu dan dipimpin oleh sando nggana (dukun beranak) yang dibantu oleh enam orang tua adat wanita.

Upacara akan dimulai pada saat maci oi ndeu (waktu yang tepat untuk mandi) di sekitar jam 07.00. Sando nggana menggelar tujuh lapis sarung. Setiap lapis ditaburi beras dan kuning uang perak sa ece (satu ketip = 10 sen).  Selain itu disimpan pula dua liku atau dua leo mama (dua bungkus bahan untuk menyirih). Maksud dan taburan beras kuning, ialah agar ibu beserta calon bayinya akan hidup bahagia dan jaya. Uang sa ece, sebagai peringatan kepada ibu bersama calon bayi, bahwa uang merupakan salah satu modal dalam kehidupan.

Diatas hamparan tembe dan kain putih, ibu yang salamaloko, tidur terlentang. Sando nggana mengoles perut ibu dengan sebiji telur, yang diminyaki dengan minyak kelapa. Diikuti secara bergilir oleh enam orang tua adat, memohon kepada Allah SWT, agar ibu bersama calon bayi selamat sejahtera.

Kategori
I THINK

Renungan Pergantian Hari Ini


jam pasir

Baru saja, beberapa detik yang lalu jam digital di sudut kanan bawah desktop ku menunjukkan pukul 12.00 pertanda penanggalan yang berubah maju satu hari. Selamat, kita memasuki hari yang baru. Hari kemarin biarkanlah menjadi sejarah, keburukannya jadikan debu yang dengan mudah tertiup angin waktu. Kebaikannya biar terpatri, agar selalu teringat dihati, dan bisa diulangi di lain hari.

Dan hari ini, ada sesuatu yang pasti. Bertambah, ya aku bertambah tua. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Seperti kata orang, menjadi tua itu keniscayaan, dan mati adalah kepastian. Tapi kedewasaan adalah bonus lain dari pilihan-pilihan yang disediakan oleh kehidupan. Dan kembali aku merenung, adakah kedewasaan tumbuh dan berkembang dalam diri ketika mengarungi alur hidupku?

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.

Waktu bergerak dengan kepastian, walau perasaan ku berkata waktu bergerak terlalu cepat atau terkadang lambat. Dan ketika datang waktu untuk merenungi segala pencapaian-pencapaian, atau momen-momen terberat dalam hidup ku, tiba-tiba aku merasa bodoh. Banyak hal baik yang kusia-siakan setahun ini, banyak perjuanganku belum mencapai hasil yang bisa kubanggakan, banyak hati yang kusakiti dengan kata-kata dan perbuatanku.

Kategori
Oprexz

Gambar unik transportasi massal di India, One For All


India adalah negara yang sedang beranjak menjadi negara maju. Pencapaian mereka terhadap kemajuan teknologi sangat fenomenal akhir-akhir ini, indikasinya banyak ilmuwan-ilmuwan serta orang kaya baru yang muncul dari India dan menembus hingga ke level internasional. Tapi bagaimana dengan kondisi transportasi disana?

Gambar gambar dibawah ini mungkin bisa menjawab untuk anda.

Kategori
HIBURAN

Terima Kasih Guru (Melly G)


pagiku cerahku,matahari bersinar
kugendong tas merah ku di pundak
slamat pagi smua ku natikan dirimu
didepan kls mu menantikan kami

 guruku tersayang guruku tercinta
tanpamu apa jadinya aku
tak bisa baca tulis mengerti banyak hal
guruku terima kasih ku
nyatanya diriku kadang buat mu marah
namun segala maaf kau berikan
slamat pagi smua ku natikan dirimu
didepan kelas mu menantikan kami
Kategori
HIBURAN MBOJO BIMA

Rawa Mbojo/Lagu Daerah Bima Part 3 (klasik)


Setelah sekian lama tidak berbagi Rawa Mbojo, hari ini saya ingin membagi beberapa koleksi Lagu Daerah Bima (NTB) yang cukup lawas dan melegenda pada zamannya.  Saya tidak memiliki data-data lengkap mengenai judul album dan judul yang tepat untuk tiap-tiap track nya, nama lagu yang tertulis dalam postingan ini sekedar perkiraan saja untuk bisa mengidentifikasi lagu yang ingin anda nikmati. Dalam album ini lagu daerah Bima disajikan dalam komposisi genre yang cukup berwarna. Jika kita perhatikan lebih teliti, mulai dari aliran dangdut, keroncong, rap, rock, pop dan country balad, tersedia dalam tiap lagunya. Ini menandakan, lagu-lagu yang tercipta hampir 20 tahun yang lalu ini dibuat dengan kesungguhan hati dan dipenuhi dengan sentuhan seni dan kemampuan membaca trend pasar pada jamannnya.

Silahkan dinikmati:

  1. Lao tonggu fare
  2. Sodi angi
  3. Ngahi rawi pahu
Kategori
puisi

Tarian Sang Laron


laron dan lampu jalan

Jutaan laron sehabis hujan
ditemaram gelap mendamba rembulan
serentak terbang bertarikan kerinduan
tentang cahaya penuntun kehidupan

pada  salah satu sudut jalan yang terang
ribuan mereka merayakan kemenangan
memuja lampu jalan yang penuh kepalsuan 
merasa inilah akhir dari sebuah pencarian

hingga satu persatu laron berjatuhan
sayap rapuh terbakar lampu jalan
dan mereka tersadarkan kenyataan
tepat ketika datangnya kematian

11-11-11
ketika invasi laron di kamarku

Kategori
I THINK MBOJO BIMA

Kambing Qurban, Sebuah Kado Untuk Nenek


Gema takbir, tahlil dan tahmid bergema dipenjuru Kota Bima sejak sore terdengar begitu syahdunya, pertanda akan tibalah hari raya besar Islam yaitu Hari Raya Iedul Adha atau yang lazim disebut sebagai Lebaran Haji atau hari raya qurban.

Kami sekeluarga (hanya 4 orang) dengan kecepatan sedang melaju diatas sepeda motor menyusuri jalan menuju kec. Ambalawi untuk merayakan Lebaran Haji bersama nenek dan keluarga besar di desa Talapiti.

Tak lupa oleh-oleh kesukaan nenek, sebungkus ‘nasi warung’ alias nasi bungkus berlauk ayam bakar dan sebuah balsem otot untuk memijat beliau yang belakangan ini sulit tertidur dimalam hari karena kesakitan.

Belum pulih, masih harus dipapah
Belum pulih, masih harus dipapah

Kondisi  kesehatan nenekku satu-satunya (yang tersisa di dunia ini) beberapa minggu terakhir semakin memburuk. Dua minggu lalu beliau mendadak merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian tulang punggung bagian bawah seusai melakukan aktivitas hariannya menjaga sepetak sawah di dekat rumah serta menyirami tanaman sirihnya, sebuah aktivitas yang dia lakoni hampir sepanjang hidupnya.

Untuk ukuran seorang nenek yang berumur 85 tahun, banyak orang yang berkata beliau terlalu tua untuk melakukan semua itu, tetapi tidak mudah untuk membujuk beliau agar tidak  pergi bekerja di sawah atau melakukan pekerjaan berat lainnya.

Sayapun pernah mencoba dan lalu menyerah meyakinkannya untuk tetap di rumah, dan akhirnya saya yang harus meyakini bahwa aktivitas berat itu pulalah yang membuat sang nenek tercinta tetap bisa bertahan di usia nya yang semakin senja.

Satu hal yang menarik tentang nenek ku ini, semenjak saya SMA sepuluh tahun yang lalu beliau sering mengatakan agar saya tidak jauh-jauh meninggalkan beliau. Menurutnya, semenjak ditinggal mati oleh kakekku pada medio 1990-an beliau memiliki firasat bahwa ajalnya tidak lama lagi.

Sepuluh tahun terakhir ini demamnya sering kambuh, sejak saat itu setiap pertemuanku dengannya seakan-akan sebuah pertemuan terakhirnya yang selalu diusaikan dengan haru airmata perpisahan.  Seperti minggu lalu, saat seluruh keluarga besar termasuk tante di Jakarta yang mesti secepatnya pulang Ke rumah nenek karena kondisi kesehatannya yang sangat memburuk dan pesan lisan beliau agar seluruh anak, cucu, cicit, dan keluarga besar lainnya datang bertemu untuk yang terakhir kalinya. Sebuah firasat yang belum terbukti sampai hari ini, buktinya tadi pagi saya masih sempat

Kategori
I THINK INFO

Berhenti merokok untuk kapal pesiar (mitos)


Teringat sebuah anekdot perokok sejak jaman dulu, begini ceritanya (fiktif):

Ada seorang pelajar yang sedang menunggu angkot sambil merokok ditegur oleh seorang polisi.

Polisi: “Kenapa kamu merokok?”
La Gale: “Saya suka, Pak.”
Polisi: “Dari mana uang kamu untuk membeli rokok?”
La Gale: “Dari uang jajan Saya.”
Polisi : “Sehari kamu habis berapa? Dan harganya berapa?”
La Gale: “Paling satu bungkus dan harganya sekitar Rp 11.000,- Pak.”
Polisi : “Kenapa uang Rp 11.000,- kamu bakar setiap hari? Coba kamu kumpulkan uang itu selama setahun, mungkin kamu bisa membeli sepeda motor, tidak perlu menunggu angkot yang berdesakan seperti saat ini.”
La Gale: “Sekarang saya boleh tanya sama bapak?”
Polisi : “Tentu.”
La Gale: “Apakah bapak merokok?”
Polisi : “Tentu tidak.”
La Gale: “Kok Saya tidak melihat motor Bapak?”
Polisi: !@3$%^&*?!

smoking room serem..
smoking room serem..

Cuplikan dialog diatas mungkin bisa dimaknai sebagai jokes belaka, tetapi bagi saya lebih dari itu.  Menurut saya tokoh polisi diatas mencerminkan sebagian asumsi dan anggapan kebanyakan masyarakat Indonesia bahwa merokok adalah prilaku konsumtif yang menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan kenikmatan sesaat dari hembusan asap tembakau. Dengan mengenyampingkan faktor kesehatan, faktor ekonomi menurut banyak orang menjadikan rokok sebagai benda yang tergolong sia-sia untuk dibeli. Menganggarkan sekian rupiah perhari untuk sebungkus rokok adalah pemborosan apalagi apabila dilakukan oleh orang-orang dengan kantong pas-pasan kayak saya.

Tapi coba kita lihat dari sisi lainnya, tidak semua asumsi yang dilontarkan dengan mengaitkan kecanduan merokok dengan faktor ekonomi adalah kebenaran dan bisa dijadikan senjata ampuh untuk memutuskan ketergantungan orang-orang terdekat kita terhadap nikotin rokok.  Selain alasan yang dilontarkan oleh tokoh (fiktif) Ompu Gale diatas, rokok juga bisa menjadi faktor

Kategori
MBOJO BIMA Rawa Mbojo

Rawa Mbojo Cambe Angi


Salah satu lagu daerah Bima yang legendaris menurut saya adalah lagu “Cambe Angi”. Lagu lawas yang dipopulerken pada awal tahun 1990-an ini begitu nikmat didengarkan. Syairnya sederhana, berisikan patu cambe angi (pantun berbalas) antara lelaki dan perempuan yang terpisah karena salah satunya menuntut ilmu di tempat yang jauh.  Lagu ini sangat pas untuk didengarkan ketika kita jauh dari kampung halaman (Bima), setidaknya kalau anda punya selera musik yang sama dengan saya. kwkwkwkw

Berikut liriknya:

mu lao si loja weli wa’a pu arloji
mu laosi sakola, ngguda wi’ipu  kalo….
kone ngeri di poku wara kalo di pokeku
ngahaku sabua raka aiu kabae…

foto ra wi’i nahu ma ponte wa’ana
foto ra peta tau wi’ipu dei peti
rongga si samada nangi dodo tio  kamidi
kone da pehe samonto ncau pahuna

do’o sa nonto kaceimu dengga nuntu
do’o mpoa rewo campo nggahi ra rawi

Sama sampela, sama made mpuli
indo pila kali eda ra’a ma kala
(2x)

intro

Kategori
INFO Teknologi

Sepotong Roti Bagi Orang Kelaparan Adalah Wajah Tuhan


Menyalakan televisi dan melihat berita pagi tentang krisis pangan di negara-negara miskin Afrika. Dan pagi ini ku masih terbangun dengan menyisakan pertanyaan dikepala, dunia sudah sedemikian modern tapi disana kenapa mereka masih kelaparan?. Josette Sheeran, kepala Program Pangan Dunia PBB, berbicara tentang mengapa, dalam dunia yang memiliki cukup makanan, orang masih kelaparan, mati kelaparan, masih menggunakan makanan sebagai alat perang.

https://ted.com/talks/view/id/1199

Terjemahan:

Setelah lama bekerja di bidang perdagangan dan ekonomi, empat tahun lalu, saya mulai bekerja di garis depan bantuan kemanusiaan. Saya berada di tempat di mana orang tiap hari berjuang mempertahankan hidup tetapi tetap tak bisa mendapatkan makanan. Cangkir merah ini berasal dari Rwanda dari seorang anak bernama Fabian. Saya membawa-bawa ini sebagai sebuah simbol, dari tantangan dan juga harapan. Sebab satu cangkir makanan sehari mengubah hidup Fabian sepenuhnya. Tetapi yang ingin saya ceritakan hari ini adalah fakta bahwa pagi ini, sekitar satu milyar manusia di Bumi — satu dari tujuh orang — bangun dan tidak tahu bagaimana mengisi cangkir ini. Satu dari tiap tujuh orang.

Pertama, saya akan bertanya mengapa Anda harus peduli? Mengapa kita harus peduli? Bagi kebanyakan orang, bila mereka berpikir mengenai kelaparan, mereka tak harus menelusur sangat jauh sejarah keluarganya — mungkin dalam hidup mereka sendiri, atau orang tua mereka, atau kehidupan kakek nenek mereka — untuk mengingat pengalaman kelaparan. Saya jarang menemukan hadirin yang dapat menelusur jauh ke belakang tanpa pernah mengalami kelaparan. Sebagian didorong cinta kasih, merasa bahwa membantu itu mungkin salah satu perbuatan dasar sebagai manusia. Seperti yang dikatakan Gandhi, “Bagi seorang yang lapar, sepotong roti adalah wajah Tuhan.” Yang lainnya khawatir terhadap kedamaian dan keamanan, stabilitas di dunia. Kita menyaksikan pemberontakan karena makanan tahun 2008, setelah kejadian yang saya sebut ‘tsunami kelaparan yang sunyi’ menyapu bumi ketika harga pangan berlipat dua dalam semalam. Efek destabilisasi dari adanya kelaparan dikenal sepanjang sejarah manusia. Salah satu tindakan paling dasar dalam peradaban adalah memastikan orang-orang mendapat cukup makanan.

Orang lain berpikir tentang mimpi buruk Malthus. Akankah kita mampu memberi makan populasi yang akan jadi 9 milyar hanya dalam beberapa dekade? Kelaparan bukanlah sesuatu yang dapat dinegosiasikan. Orang harus makan. Akan ada banyak sekali orang. Ada pekerjaan dan kesempatan sepanjang rantai ekonomi itu. Tetapi saya bertemu dengan masalah ini lewat jalan yang berbeda. Ini adalah foto saya dan tiga anak saya. Tahun 1987, saya jadi ibu muda dengan anak pertama saya saya sedang menggendong dan menyusuinya ketika gambar yang sangat serupa dengan ini muncul di televisi. Ini adalah kelaparan yang terjadi di Etiopia. Satu dua tahun sebelumnya kelaparan telah membunuh lebih dari 1 juta orang. Tetapi saya baru terhenyak pada saat itu, sebab di gambar itu ada seorang perempuan mencoba menyusui bayinya, tetapi dia tak punya susu untuk diberikan. Tangisan bayi itu sangat menusuk saya, sebagai seorang ibu. Dan saya pikir, tak ada yang lebih menakutkan dari tangisan seorang anak yang tidak mendapatkan makanan — harapan paling mendasar dari setiap manusia. Pada saat itu saya jadi dipenuhi dengan tantangan dan kemarahan bahwa sebenarnya kita tahu cara menyelesaikan masalah ini.

Ini bukanlah penyakit langka yang solusinya tidak kita miliki. Kita tahu cara menyelesaikan kelaparan. 100 tahun lalu kita tidak tahu. Kita sebenarnya punya teknologi dan sistemnya. Saya tiba-tiba terhenyak, ini sesuatu yang sudah ketinggalan zaman. Pada masa kini, gambar-gambar ini sudah ketinggalan zaman. Tetapi coba tebak? Ini minggu lalu di Kenya bagian utara. Masih lagi, wajah-wajah kelaparan dalam skala besar dengan lebih dari 9 juta orang tak tahu apakah mereka bisa bertahan sampai besok. Faktanya, yang kita tahu sekarang bahwa tiap sepuluh detik seorang anak mati karena kelaparan. Ini lebih banyak daripada HIV/AIDS, malaria dan tuberkulosis digabungkan. Kita tahu bahwa masalahnya bukan hanya produksi makanan.

Kategori
INFO

Jadwal Lengkap Liga Champion 2011-2012 (Fase Grup)


Tidak terasa Liga Champion 2011-2012 akan segera bergulir. Pertandingan pertama fase group ini akan dimulai pada tanggal 14 September 2011. Berikut jadwal lengkapnya:
GRUP A
1. FC Bayern Muenchen
2. Manchester City FC
3. Napoli
4. Villarreal

14 September
Manchester City VS Napoli
Villarreal VS Bayern Muenchen

27 September
Bayern Munich VS Manchester City
Napoli VS Villarreal

18 Oktober
Napoli VS Bayern Muenchen
Manchester City VS Villarreal

2 November
Bayern Muenchen VS Napoli
Villarreal VS Manchester City

22 November
Napoli VS Manchester City
Bayern Muenchen VS Villarreal

7 Desember
Manchester City VS Bayern Muenchen
Villarreal VS Napoli

GRUP B
1. Trabzonspor
2. LOSC Lille Metropole
3. CSKA Moskwa
4. Inter Milan

14 September
Lille VS PFC CSKA Moskwa
Inter Milan VS Trabzonspor AS

27 September
Trabzonspor AS VS Lille
CSKA Moskwa VS Inter Milan

18 Oktober
CSKA Moskwa VS Trabzonspor
Lille VS Inter Milan

2 November
Trabzonspor VS CSKA Moskwa
Inter Milan VS Lille

22 November
CSKA Moskwa VS Lille
Trabzonspor AS VS Inter Milan

7 Desember
Lille VS Trabzonspor AS
Inter Milan VS CSKA Moskwa

GRUP C
1. Manchester United
2. FC Basel 1893
3. FC Otelul Galati
4. Benfica

14 September
FC Basel 1893 VS Otelul Galati
Benfica VS Manchester United

27 September
Manchester United FC VS Basel
Otelul Galati VS Benfica

18 Oktober
Otelul Galati VS Manchester United
Basel VS Benfica

2 November
Manchester United VS Otelul Galati
Benfica VS Basel

22 November
Otelul Galati VS Basel
Manchester United VS Benfica

7 Desember
Basel VS Manchester United
Benfica VS Otelul Galati

GRUP D
1. Olympique Lyonnais
2. Dinamo Zagreb
3. Real Madrid
4. Ajax Amsterdam

Kategori
I THINK

Kado Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, MERDEKA!!!!


Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan
Kuat jarimu kalau mencengkeram
Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkeramanmu

Angin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu-malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh kharisma
Pulau pulau yang berpencar
Bersatu dalam kibarmu

Terbanglah garudaku
Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…..
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampu

Mentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji
Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan
Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisikan harapan
Yang hanya berisikan khayalan
Bangunlah Putra-Putri Pertiwi~Iwan Fals

Bangunlah putra-putri pertiwi, jgn takut dan jangan ragu buktikan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu !!!!
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 66.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kategori
TUTORIAL/HOW TO web/blog

Tutorial cara export postingan Blogger ke Self Hosted WordPress


Blogger adalah platform yang nyaman untuk penyuka gratisan akan tetapi WordPress memberikan lebih banyak pilihan costumisasi yang tidak bisa ditemui dalam platform milik Google ini. Jika kita ingin memindahkan seluruh postingan Blogger ke WordPress (self hosted), begini caranya:

Sebenarnya WordPress (versi terbaru) menyediakan plugin untuk export/import postingan dari dan ke Blogger, akan tetapi ketika saya coba mengimport Blog lama saya dengan plugin itu terjadi error pada saat authorisasi domain pada Blogger sehingga hal itu gagal terjadi. Cara paling mudah dilakukan adalah dengan mengeksport data postingan (XML) Blogger sebagai berikut:

  1. Log in ke Blogger account anda dan pilih menu settings pada blog Blogspot yang anda ingin eksport.
  2. Pada menu settings tersebut terdapat menu Blog Tools Import blog – Export blog – Delete blog, pilihlah Export blog.
  3. Klik Download Blog dan simpan file XML pada komputer anda.

Setelah anda memiliki file XML tersebut langkah selanjutnya adalah mengkonversi file XML yang masih berstruktur Blogger tersebut kedalam XML yang berstruktur WordPress. Dalam hal ini saya menggunakan tool konversi dari situs ini. Cukup mudah menggunakannya, tinggal upload file XML tadi dan klik Convert untuk mendownload XML baru yang bisa diimport kedalam blog WordPress.