Arsip

Archive for the ‘Wisata Daerah Bima’ Category

Wisata Snorkling di Pantai Oi Fanda (Ambalawi)

Juli 8, 2012 11 komentar

Selain berenang, aktivitas yang paling kusukai ketika berwisata pantai adalah bersnorkling ria apabila kebetulan kondisi perairan memungkinkan. Terakhir kali saya menjajal indahnya panorama bawah laut dengan perangkat snorkel dan fin adalah lebih dari setahun yang lalu ketika ikut serta dalam kegiatan Sail Takabonerate yang dihelat oleh Pemprov Sulsel. Semenjak ekspedisi diatas KRI Diponegoro bersama puluhan sahabat dari berbagai Negara itu, praktis saya tidak pernah lagi melakukan snorkeling lantaran tak adanya alat dan terbatasnya spot penyelaman yang saya ketahui di Bima (Pulau Sumbawa – NTB).

Pantai oi Fanda Ambalawi, tempat yang tepat untuk rekreasi bawah air

Pantai oi Fanda Ambalawi, tempat yang tepat untuk rekreasi bawah air

Kesempatan sepertinya baru berpihak kepadaku ketika beberapa hari yang lalu kakak ku yang pindah tugas ke Bima membawa serta peralatan snorklingnya. Sayapun langsung menyusun rencana berkaitan dengan target-target pantai yang saya rasa ideal untuk dijelajahi dengan snorkel. Pilihan pertama saya jatuh ke Pantai Oi Fanda yang terletak di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima karena berdasarkan pengalaman saya waktu berkunjung, kondisi karang dan visibilitas air lautnya relatif lebih baik dari spot-spot lainnya yang pernah saya kunjungi.

Untuk mencapai pantai Oi Fanda tidak terlalu sulit. Dari Kota Bima hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari 1 setengah jam dengan perincian satu jam menelusuri jalan menuju Kabupaten Wera yang saat ini dalam kondisi teraspal mulus lalu belok kiri pada pertigaan menuju desa Ujung Kalate. Dari desa terakhir ini butuh sekitar 10 menit untuk tiba di lokasi So Oi Fanda melalui diatas jalanan tanah berbatu. Opsi lain apabila anda ingin mencapai Oi Fanda dari Kelurahan Kolo, dari area wisata So Ati pengunjung tinggal meneruskan perjalanan selama 15 menit, hanya saja jalur yang harus ditempuh lebih menantang karena tanjakan dan kondisi jalan yang ekstrim.

Fishes goes to school

Fishes goes to school

Benar saja, Minggu 8 Juli kemarin ketika saya menyelam di Oi Fanda ternyata prediksi saya tidak meleset. Kendati pesisir Ambalawi dan kecamatan lain di Bima dulu pernah terkenal dengan catatan buruk mengenai tangan-tangan rakus nelayan yang suka mencari ikan dengan bom dan racun, namun kawasan Oi Fanda masih menyisakan koral-koral hidup dan ikan ikan yang menggantungkan hidup padanya yang beraneka jenis dan rupa.

Di pantai yang berada antara dua tebing karang ini lokasi snorkeling terbaik adalah pada karang bagian utara yang sedikit lebih jauh dari aktivitas perahu nelayan. Lokasi ini cenderung terjaga biotanya karena sepanjang pantai lebih didominasi bebatuan karang, bukannya pasir yang menjadi incaran para pecinta rekreasi pantai. Meski  luasan areal jelajahnya sempit namun keunggulan spot ini adalah kedalamannya yang dangkal. Dengan ketinggian air mulai dari 1-2 meter pada waktu surut akan sangat memudahkan penyelam pemula sekalipun untuk menikmati sajian pemandangan berbagai jenis karang hidup, ikan hias, bintang laut, dan lain-lain dengan mudah dan aman.

Seperti tipikal daerah pantai lainnya di Bima, kondisi Oi Fanda memang butuh perhatian kita semua. Vegetasi hutan lamun yang dulu kaya kini menyusut akibat praktek pencarian ikan oleh nelayan setempat yang tidak bersahabat dengan alam. Racun dan bom ikan telah merubah hamparan karang dengan kehidupannya menjadi hamparan karang mati yang membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti sediakala. Semoga sepotong surga yang tertinggal di pantai Oi Fanda ini bisa bertahan hingga masih bisa dinikmati sampai anak cucu kita.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.