Arsip

Archive for the ‘Teknologi’ Category

Menjaga Laut Kita Dengan Teknologi

Oktober 29, 2015 Tinggalkan komentar

Illegal fishing dewasa ini telah menjadi masalah serius bagi sejumlah negara, khususnya negara-negara pantai dan kepulauan. Indonesia yang terdiri dari 13 ribu pulau tengah giat menjaga laut dan samuderanya dari penjarahan hasil laut dari bangsa-bangsa lain.

Pada tahun 2014, tercatat kerugian Indonesia akibat aktivitas illegal di laut terutama pencurian ikan mencapai angka Rp 240 triliun. Jumlah itu diyakini masih jauh dari gambaran sebenarnya, karena penjarahan besar-besaran kekayaan Indonesia yang harusnya dimanfaatkan untuk membangun bangsa dan negara ini berlangsung secara sembunyi-sembunyi .

Dibawah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo, upaya mencegah kehilangan potensi kekayaan negara ini menjadi fokus utama arah kebijakan pemerintah. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai stakeholder bidang kelautan dan perikanan menyatakan perang terbuka terhadap para pelaku illegal fishing. Upaya pemberantasan illegal fishing pun dilakukan secara massive dengan melakukan pengawasan, penangkapan, dan penenggelaman terhadap banyak kapal ikan asing yang terbukti melakukan pelanggaran dengan secara sembunyi-sembunyi menangkap ikan di dalam wilayah perairan kita.

Namun luasnya perairan kita menjadi sebuah masalah tersendiri dalam upaya penegakan kedaulatan atas pemanfaatan sumber daya kelautan. Wilayah laut Indonesia seluas 20 juta km² hanya dijaga oleh 31 unit kapal pengawas. Kapal-kapal pengawas itu setiap hari melakukan pengawasan pada titik-titik utama yang dicurigai menjadi jalur keluar masuk kapal ikan asing. Praktis ada banyak blank spot khususnya pada wilayah-wilayah perbatasan laut yang tidak mendapatkan pantauan dan pengawasan petugas.

Tampilan radar pantai LPTK yang diaplikasikan dalam area konservasi

Tampilan radar pantai LPTK yang diaplikasikan dalam area konservasi

Di berbagai negara maju, pengawasan teritorial laut dari illegal fishing tidak hanya melibatkan armada-armada pengawasan konvensional. Teknologi multi-satelit untuk melacak posisi dan pergerakan armada kapal terbukti efektif dalam menjawab tantangan pengawasan laut pada area yang luas. Basis data objek-objek yang terindikasi sebagai kapal-kapal ilegal tersebut kemudian akan menjadi modal awal bagi jajaran armada pengawas dalam merancang serta melaksanakan operasi penegakkan hukum pemberantasan illegal fishing yang efektif dan efisien.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2014 telah memanfaatkan teknologi satelit untuk pengawasan laut. Penggunaan teknologi radarsat, satelit khusus untuk pengidentifikasi objek-objek tertentu itu telah berhasil meningkatkan jumlah kapal ilegal yang berhasil ditangkap khususnya untuk wilayah-wilayah yang jauh dari pangkalan kapal pengawas. KKP juga mengembangkan sistem pemantauan kapal perikanan dengan berbasis transponder kapal atau yang lebih dikenal sebagai Vessel Monitoring System (VMS). Dengan memasang ‘pelacak’ pada kapal-kapal ikan legal, maka citra kapal-kapal yang tertangkap oleh teknologi satelit akan dapat difilter untuk membedakan jenis dan status perijinan kapal yang beroperasi di dalam wilayah perairan kita.

Selain kedua teknologi yang sudah diterapkan tersebut, untuk meningkatkan akurasi dan keragaman data kapal, KKP perlu mengintegrasikan ragam teknologi lainnya ke dalam sistem. Auto Identification System (AIS) yang juga berbasis transponder telah lama diaplikasikan untuk kapal-kapal barang dan penumpang atau kapal-kapal lainnya yang melakukan pelayaran lintas negara dan benua.

Untuk pengawasan yang lebih intensif, pembangunan stasiun radar maritim sudah selayaknya digiatkan di sejumlah titik. Perairan konservasi seperti Taman Nasional Laut (TNL) dan juga beberapa titik-titik terluar Indonesia yang selama ini menjadi jalur lalu-lalangnya kapal-kapal ilegal harus mendapatkan pengawasan ekstra dengan memanfaatkan teknologi radar. Ini dilakukan mengingat besarnya potensi ekonomi, ekologi, dan kepentingan kedaulatan negara yang harus dijaga pada kawasan tersebut.

Keterkaitan antar teknologi pemantauan: satelit, VMS, AIS, dan radar pantai diyakini oleh banyak pihak akan mampu memberikan peran serta yang besar dalam upaya pemberantasan illegal fishing. Tentunya seiring peningkatan kemampuan pengawasan laut dan pesisir, maka potensi kekayaan alam bangsa kita akan terus terjaga untuk bisa dimanfaatkan oleh rakyat kita sendiri dalam bingkai kelestarian sumber daya hayati. Dengan demikian Indonesia akan mampu mewujudkan cita-cita luhurnya dalam mensejahterakan rakyat serta melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.

Radar pantai LPTK ketika menerima kunjungan Kepala Basarnas

Radar pantai LPTK ketika menerima kunjungan Kepala Basarnas

Sistem radar pantai

Sistem radar pantai

Iklan

Sorry yah Mr. PENIPU VIA SMS, perasaan saya masih Jomblo

Januari 19, 2012 5 komentar

Ponselku bergetar dengan ringtone khas yang menandakan ada SMS yang baru masuk. Semuanya seperti biasa, buka inbox dan membaca, sampai tiba-tiba sesuatu yang berbeda tertulis dalam teks SMS yang berasal dari nomor kontak yang belum tersimpan dalam memori hape ku:

“sayang beli’in duLu pulsa 10rb, di nmr ini, 082191285937, nanti aq yg tlpn km, ini aq pke hp tmen, skrg yacc!”

Seperti detik waktu berputar lambat, cuaca yang terik tiba-tiba berganti menjadi winter dengan butiran salju pink berguguran ke tanah, dan entah bagaimana bebatuan disini menjadi kuntum-kuntum bunga tulip yang bermekaran, sampai aku tersadar… Visualisasi salah satu scene dalam dorama Jepang itu palsu belaka. Aku masih Jomblo….

Sekali lagi, party is over. Saya langsung teringat modus-modus penipuan via SMS yang marak beredar akhir-akhir ini, dan sepertinya ini salah satu modus terbaru pencurian pulsa. Informasi yang saya baca, modus penipuan semakin berkembang dengan pesatnya dan korban yang berjatuhan semakin banyak.  SMS sayang-sayangan tengik seperti SMS diatas adalah salah satu contoh hasil akal bulus gorgom penipu.

Source: tipsh4re.blogspot.com

Berdasarkan trend SMS nyasar/dari pengirim tak dikenal yang terindikasi sebagai metode penipuan, beberapa contoh SMS yang harus kita waspadai adalah:

  1. Sms minta pulsa, sms transfer ke rekening tertentu
    Ini sdh ber-evolusi menjadi : sms masuk dgn kalimat : hi ini siapa ya ? Atau sms minta nama dan alamat seolah mau kirim undangan nikah, Yg membuat orang iseng sms balik utk tanya balik dan dgn otomatis akan register content (2000 rb/sms) setiap hari kena potong.
  2. Sms nawarin e-ticket pesawat dgn harga murah:
    jika kita terjebak, mereka akan tanya nama, umur, tujuan dan data detail, mereka akan book sesuai permintaan dan dia akan minta kita check sendiri ke maskapai utk menyakinkan nama kita sdh ter-booked di salah satu penerbangan, setelah kita check dan memang benar sdh ter-booked, mereka akan minta kita bayar, setelah bayar maka mereka akan langsung cancel ke maskapai yg sdh kita book, dan akhirnya kita tdk akan dapat ticket tsb.
  3. Sms penawaran hp atau electronic murah :
    sama modus nya, begitu kita reply sms nya kita akan otomatis ter-register content dan akan terpotong 2 rb/ sms setiap hari kena potong. Baca selanjutnya…

Sepotong Roti Bagi Orang Kelaparan Adalah Wajah Tuhan

September 11, 2011 2 komentar

Menyalakan televisi dan melihat berita pagi tentang krisis pangan di negara-negara miskin Afrika. Dan pagi ini ku masih terbangun dengan menyisakan pertanyaan dikepala, dunia sudah sedemikian modern tapi disana kenapa mereka masih kelaparan?. Josette Sheeran, kepala Program Pangan Dunia PBB, berbicara tentang mengapa, dalam dunia yang memiliki cukup makanan, orang masih kelaparan, mati kelaparan, masih menggunakan makanan sebagai alat perang.

Terjemahan:

Setelah lama bekerja di bidang perdagangan dan ekonomi, empat tahun lalu, saya mulai bekerja di garis depan bantuan kemanusiaan. Saya berada di tempat di mana orang tiap hari berjuang mempertahankan hidup tetapi tetap tak bisa mendapatkan makanan. Cangkir merah ini berasal dari Rwanda dari seorang anak bernama Fabian. Saya membawa-bawa ini sebagai sebuah simbol, dari tantangan dan juga harapan. Sebab satu cangkir makanan sehari mengubah hidup Fabian sepenuhnya. Tetapi yang ingin saya ceritakan hari ini adalah fakta bahwa pagi ini, sekitar satu milyar manusia di Bumi — satu dari tujuh orang — bangun dan tidak tahu bagaimana mengisi cangkir ini. Satu dari tiap tujuh orang.

Pertama, saya akan bertanya mengapa Anda harus peduli? Mengapa kita harus peduli? Bagi kebanyakan orang, bila mereka berpikir mengenai kelaparan, mereka tak harus menelusur sangat jauh sejarah keluarganya — mungkin dalam hidup mereka sendiri, atau orang tua mereka, atau kehidupan kakek nenek mereka — untuk mengingat pengalaman kelaparan. Saya jarang menemukan hadirin yang dapat menelusur jauh ke belakang tanpa pernah mengalami kelaparan. Sebagian didorong cinta kasih, merasa bahwa membantu itu mungkin salah satu perbuatan dasar sebagai manusia. Seperti yang dikatakan Gandhi, “Bagi seorang yang lapar, sepotong roti adalah wajah Tuhan.” Yang lainnya khawatir terhadap kedamaian dan keamanan, stabilitas di dunia. Kita menyaksikan pemberontakan karena makanan tahun 2008, setelah kejadian yang saya sebut ‘tsunami kelaparan yang sunyi’ menyapu bumi ketika harga pangan berlipat dua dalam semalam. Efek destabilisasi dari adanya kelaparan dikenal sepanjang sejarah manusia. Salah satu tindakan paling dasar dalam peradaban adalah memastikan orang-orang mendapat cukup makanan.

Orang lain berpikir tentang mimpi buruk Malthus. Akankah kita mampu memberi makan populasi yang akan jadi 9 milyar hanya dalam beberapa dekade? Kelaparan bukanlah sesuatu yang dapat dinegosiasikan. Orang harus makan. Akan ada banyak sekali orang. Ada pekerjaan dan kesempatan sepanjang rantai ekonomi itu. Tetapi saya bertemu dengan masalah ini lewat jalan yang berbeda. Ini adalah foto saya dan tiga anak saya. Tahun 1987, saya jadi ibu muda dengan anak pertama saya saya sedang menggendong dan menyusuinya ketika gambar yang sangat serupa dengan ini muncul di televisi. Ini adalah kelaparan yang terjadi di Etiopia. Satu dua tahun sebelumnya kelaparan telah membunuh lebih dari 1 juta orang. Tetapi saya baru terhenyak pada saat itu, sebab di gambar itu ada seorang perempuan mencoba menyusui bayinya, tetapi dia tak punya susu untuk diberikan. Tangisan bayi itu sangat menusuk saya, sebagai seorang ibu. Dan saya pikir, tak ada yang lebih menakutkan dari tangisan seorang anak yang tidak mendapatkan makanan — harapan paling mendasar dari setiap manusia. Pada saat itu saya jadi dipenuhi dengan tantangan dan kemarahan bahwa sebenarnya kita tahu cara menyelesaikan masalah ini.

Ini bukanlah penyakit langka yang solusinya tidak kita miliki. Kita tahu cara menyelesaikan kelaparan. 100 tahun lalu kita tidak tahu. Kita sebenarnya punya teknologi dan sistemnya. Saya tiba-tiba terhenyak, ini sesuatu yang sudah ketinggalan zaman. Pada masa kini, gambar-gambar ini sudah ketinggalan zaman. Tetapi coba tebak? Ini minggu lalu di Kenya bagian utara. Masih lagi, wajah-wajah kelaparan dalam skala besar dengan lebih dari 9 juta orang tak tahu apakah mereka bisa bertahan sampai besok. Faktanya, yang kita tahu sekarang bahwa tiap sepuluh detik seorang anak mati karena kelaparan. Ini lebih banyak daripada HIV/AIDS, malaria dan tuberkulosis digabungkan. Kita tahu bahwa masalahnya bukan hanya produksi makanan.

Baca selanjutnya…

Si jenius Pranav Mistry, Penemu 6’th Sense Technology asal India

Agustus 2, 2011 5 komentar

Selama ini kita (saya pribadi maksudnya) lebih mengenal negara India sebagai produsen film acha-acha dan eksportir Bajaj hingga ke negara kita. Tahukah anda dibalik image Bollywood dan Bajaj wood serta inspektur vijay nya India dewasa ini mencetak banyak orang orang jenius yang mampu diperhitungkan pada kancah internasional. India sudah berkembang dari sebuah negara miskin menjadi negara maju dengan industri dan science/teknologi sebagai tulang punggungnya. Gambaran India belakangan ini yang hadir dalam scene film Bollywood yang semakin modern ternyata sedikit banyak dipicu oleh kondisi nyata banyaknya anak muda India yang Jenius. Ini bukan karakter fiktif yang diperankan oleh Amir Khan dalam boxoffice Bollywood nya yang berjudul 3 Idiots, ugh… sekali lagi saya bicara mengenai film India.

pranav mistry

pranav mistry, the jenius

Adalah seorang Pranav Mistry, jebolan MIT yang berhasil membuat tercengang audiens dalam presentasi teknologi temuannya beberapa tahun yang lalu (blog ini kurang apdet yah??). Teknologi terbaru ini dinamai 6’th Sense Technology atau Teknologi Indera Keenam.  Pranav dengan jenius telah menciptakan alat yang memadukan gerak tubuh (gesture) dengan dunia komputasi digital. Dengan teknologi ini kita bisa melakukan apa pun tanpa harus mengunakan alat yang berbeda dan tanpa harus berada di depan komputer.

Ide awal penemuan teknologi ini adalah: bagaimana kita tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan gampang tanpa harus membawa banyak peralatan digital seperti kamera, ponsel, ataupun laptop, sekaligus dapat terhubung secara online terus menerus untuk menerima dan mencari informasi.

Seperti yang didemokan oleh Pranav, dengan teknologi tersebut dia mampu menelfon hanya dengan telapak tangan tanpa ponsel, memotret hanya dengan ujung jari tanpa kamera, melihat resensi buku, melihat delay pesawat pada ticket, membuka akses internet atau Google pada selembar kertas, membaca koran dengan animasi online, dan bahkan … transfer data atau teks hanya dengan menjumput dan memasukkannya ke monitor komputer!

  1. Kamera: Webcam menangkap obyek di depan dan melakukan tracking terhadap gerakan tangan user. Data dikirimkan ke smart phone.
  2. Tanda jari berwarna: Pada jari terdapat tanda berwarna merah, kuning, hijau, dan biru yang membantu kamera menangkap gerakan tangan. (Pada perkembangan teknologi ini Pranav Mistry telah menciptakan algoritma pengenalan gerak tubuh sehingga kelak tidak lagi diperlukan tanda berwarna pada jari tersebut)
  3. Proyektor: Sebuah proyektor yang menggunakan LED (light emiting diode) menampilkan data yang dikirim dari smart phone ke sembarang permukaan di posisi depan user. Bisa tembok, kertas, tangan, atau orang. Saat ini Pranav sedang merancang membuat proyektor laser agar ketajamannya lebih tinggi.
  4. Smart Phone: Sebuah smart phone yang terkoneksi ke Web akan memproses data video dengan menggunakan algoritma pencitraan untuk mengidentifikasi obyek. Sebuah software khusus lain melakukan searching di Web untuk ‘menterjemahkan’ gerakan tangan. Baca selanjutnya…
Kategori:Teknologi Tag:, , ,