Beranda > I THINK > Hari Kemerdekaan Indonesia

Hari Kemerdekaan Indonesia

Hari Kemerdekaan Indonesia!

Hari Kemerdekaan Indonesia

Hari Kemerdekaan Indonesia, sebuah doodle dari Google.co.id

Sebuah pekik yang mewakilkan semangat rakyat indonesia yang terbebas dari belenggu penjajahan pada pertengahan bulan ini terdengar lagi. Sejak 67 tahun yang lalu saat dwitunggal Soekarno-Hatta memploklamirkan kemerdekaan negara di Jakarta, 17 Agustus selalu diidentikkan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, hari untuk mengingat berdirinya tonggak bangsa ini. Namun belakangan pekik merdeka seakan berkurang kesakralannya, renungan serta upacara peringatan hanya terkesan sebagai seremonial belaka. Masih pentingkah memperingati hari kemerdekaan? ataukah sejatinya memang kita belum merdeka?

Tak dapat dipungkiri, dalam sejarah bangsa ini, kemerdekaan sebagai sebuah negara telah berhasil kita wujudkan pada tahun 1945. Namun lebih dari itu, kemerdekaan bangsa dari penjajahan itu harusnya bisa mengantarkan rakyat Indonesia ke dalam dunia yang merdeka pula. Bangunan Kemerdekaan Indonesia, seharusnya bisa melindungi rakyat dari penindasan yang dilakukan oleh bangsa lain maupun oleh sesama anak bangsa sendiri.

Apabila prinsip terlepasnya belenggu bangsa lain terhadap sebuah negara dijadikan ukuran sebuah kemerdekaan, maka Indonesia belum bisa dikatakan telah merdeka. Penjajahan bangsa asing terhadap negara kita masih terus terjadi hingga sekarang, baik secara ekonomi, politik, maupun ideologi. Tak terhitung harta simpanan kekayaan bangsa yang secara kepemilikan merupakan milik rakyat yang habis dirampok dan dinikmati sendiri oleh pihak asing. Perampokan ‘legal’ ini nyatanya direstui oleh segelintir orang yang mengendalikan arah kebijakan negara ini, sementara rakyat terusir dari tanah dan airnya sendiri dan dipaksa sadar maupun tidak untuk hidup seadanya sambil menyaksikan negara-negara lain berpesta pora menikmati setiap jengkal tanah kita yang kaya.

Bukan menjadi rahasia umum jika setiap kebijakan yang dihasilkan oleh penguasa negara ini merupakan titipan dari pihak asing. Swastanisasi BUMN yang menguasai sektor-sektor vital negara seperi migas, industri dasar, perkebunan dan kehutanan merupakan indikasi kuat keberpihakan penguasa ini terhadap kepentingan asing. Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi terkesan didikte dan menjadi budak kapitalisme negara-negara adidaya. Pada saat seperti inilah, ketegasan hati dan kemandirian ideologis seorang Ir. Soekarno dan  Drs. Moh. Hatta menjadi begitu dirindukan.

Arah kebijakan yang merampas hak hidup seseorang maupun sekelompok kaum dari tanah dan airnya inilah yang menjadi ciri ketidak-merdekaan Indonesia. Merdeka adalah keleluasaan menentukan pilihan hidup tanpa ada rasa ketakutan, tekanan dan paksaan. Kemerdekaan diikuti dengan pengakuan adanya kemerdekaan yang sama pada diri orang atau pihak lain. Seseorang yang merasa merdeka tetapi merampas kemerdekaan orang lain pada hakikatnya ia belum merdeka. Karena biasanya perilaku merampas, merampok, dan memaksakan kehendak itu adalah ciri-ciri dari kekurangan, keterikatan dan ketergantungan orang pada hal atau pihak lain. Artinya orang itu belumlah merdeka dalam arti yang sebenarnya.

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia!

 

 

 

  1. Agustus 17, 2012 pukul 7:22 am

    sip

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: