Beranda > Wisata Daerah Bima > Wisata Snorkling di Pantai Oi Fanda (Ambalawi)

Wisata Snorkling di Pantai Oi Fanda (Ambalawi)

Selain berenang, aktivitas yang paling kusukai ketika berwisata pantai adalah bersnorkling ria apabila kebetulan kondisi perairan memungkinkan. Terakhir kali saya menjajal indahnya panorama bawah laut dengan perangkat snorkel dan fin adalah lebih dari setahun yang lalu ketika ikut serta dalam kegiatan Sail Takabonerate yang dihelat oleh Pemprov Sulsel. Semenjak ekspedisi diatas KRI Diponegoro bersama puluhan sahabat dari berbagai Negara itu, praktis saya tidak pernah lagi melakukan snorkeling lantaran tak adanya alat dan terbatasnya spot penyelaman yang saya ketahui di Bima (Pulau Sumbawa – NTB).

Pantai oi Fanda Ambalawi, tempat yang tepat untuk rekreasi bawah air

Pantai oi Fanda Ambalawi, tempat yang tepat untuk rekreasi bawah air

Kesempatan sepertinya baru berpihak kepadaku ketika beberapa hari yang lalu kakak ku yang pindah tugas ke Bima membawa serta peralatan snorklingnya. Sayapun langsung menyusun rencana berkaitan dengan target-target pantai yang saya rasa ideal untuk dijelajahi dengan snorkel. Pilihan pertama saya jatuh ke Pantai Oi Fanda yang terletak di Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima karena berdasarkan pengalaman saya waktu berkunjung, kondisi karang dan visibilitas air lautnya relatif lebih baik dari spot-spot lainnya yang pernah saya kunjungi.

Untuk mencapai pantai Oi Fanda tidak terlalu sulit. Dari Kota Bima hanya dibutuhkan waktu tidak lebih dari 1 setengah jam dengan perincian satu jam menelusuri jalan menuju Kabupaten Wera yang saat ini dalam kondisi teraspal mulus lalu belok kiri pada pertigaan menuju desa Ujung Kalate. Dari desa terakhir ini butuh sekitar 10 menit untuk tiba di lokasi So Oi Fanda melalui diatas jalanan tanah berbatu. Opsi lain apabila anda ingin mencapai Oi Fanda dari Kelurahan Kolo, dari area wisata So Ati pengunjung tinggal meneruskan perjalanan selama 15 menit, hanya saja jalur yang harus ditempuh lebih menantang karena tanjakan dan kondisi jalan yang ekstrim.

Fishes goes to school

Fishes goes to school

Benar saja, Minggu 8 Juli kemarin ketika saya menyelam di Oi Fanda ternyata prediksi saya tidak meleset. Kendati pesisir Ambalawi dan kecamatan lain di Bima dulu pernah terkenal dengan catatan buruk mengenai tangan-tangan rakus nelayan yang suka mencari ikan dengan bom dan racun, namun kawasan Oi Fanda masih menyisakan koral-koral hidup dan ikan ikan yang menggantungkan hidup padanya yang beraneka jenis dan rupa.

Di pantai yang berada antara dua tebing karang ini lokasi snorkeling terbaik adalah pada karang bagian utara yang sedikit lebih jauh dari aktivitas perahu nelayan. Lokasi ini cenderung terjaga biotanya karena sepanjang pantai lebih didominasi bebatuan karang, bukannya pasir yang menjadi incaran para pecinta rekreasi pantai. Meski  luasan areal jelajahnya sempit namun keunggulan spot ini adalah kedalamannya yang dangkal. Dengan ketinggian air mulai dari 1-2 meter pada waktu surut akan sangat memudahkan penyelam pemula sekalipun untuk menikmati sajian pemandangan berbagai jenis karang hidup, ikan hias, bintang laut, dan lain-lain dengan mudah dan aman.

Seperti tipikal daerah pantai lainnya di Bima, kondisi Oi Fanda memang butuh perhatian kita semua. Vegetasi hutan lamun yang dulu kaya kini menyusut akibat praktek pencarian ikan oleh nelayan setempat yang tidak bersahabat dengan alam. Racun dan bom ikan telah merubah hamparan karang dengan kehidupannya menjadi hamparan karang mati yang membutuhkan waktu lama untuk kembali seperti sediakala. Semoga sepotong surga yang tertinggal di pantai Oi Fanda ini bisa bertahan hingga masih bisa dinikmati sampai anak cucu kita.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  1. Juli 8, 2012 pukul 8:58 pm

    pengennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    • Juli 9, 2012 pukul 12:29 pm

      Hayuk… Touring kesini…

  2. Juli 8, 2012 pukul 10:37 pm

    postngan yang menarik bro..

    • Juli 9, 2012 pukul 12:43 pm

      Terimakasih Bro… blognya juga keren🙂

  3. morinmorefun
    Januari 7, 2013 pukul 4:19 pm

    wooooow..pengeeen…..mau kesana dung….

    • Januari 9, 2013 pukul 1:12 am

      hayuk, ikut aja kalau mescakung (mesin motor dan cuaca mendukung)

  4. din
    Maret 14, 2013 pukul 8:49 pm

    mernarik, kapan2 bareng ke gili banta bro …

  5. ambalawi
    Juni 15, 2013 pukul 2:51 pm

    terimah kasih dah promosikan pantai oi vanda bukan hanya memiliki terumbu karang yg bagus tp menyimpang banyak keindahan yg mungkin orng blum tau lebih jauh tentang oi vanda sebenarnya…karna sya pribadi setiap hari ke oi vanda memang luar biasa dari segi warna air laut yang begitu beda dengan warna laut lainnya…sesuai dengan namanya..menurut cerita oi vanda yaitu warna daun panda begitu juga warna air lautnya..dan ngga heran klo setiap minggu byk touris asing yg sekedar sandar dengan kapal untuk sekedar drive dan main volyy pantai karna pasir putih yang beitu indah dan hampir harilibur para pencinta off road motor yang melintasi jalur kolo kota bima dan sepeda gunung,,, cuman sy syngkan pemerintah sekarang menutup mata dengan daerah pariwisata yg menjanjikkan klo abang tidak keberatn sy akan kirim foto terbaru tentang oi vanda,,,,,,

    • Juli 2, 2013 pukul 5:29 am

      Sama-sama. siapa lagi yang akan mempromosikan keindahan daerah sendiri kalau bukan kita sebagai putra setempat. kalau ada foto terbaru, boleh dikirim ke alamat email saya rhakateza@gmail.com. kalau layak, pasti akan saya muat untuk menambah gambar-gambar disini

  1. Juni 14, 2013 pukul 5:58 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: