Beranda > I THINK > Renungan Pergantian Hari Ini

Renungan Pergantian Hari Ini

jam pasir

Baru saja, beberapa detik yang lalu jam digital di sudut kanan bawah desktop ku menunjukkan pukul 12.00 pertanda penanggalan yang berubah maju satu hari. Selamat, kita memasuki hari yang baru. Hari kemarin biarkanlah menjadi sejarah, keburukannya jadikan debu yang dengan mudah tertiup angin waktu. Kebaikannya biar terpatri, agar selalu teringat dihati, dan bisa diulangi di lain hari.

Dan hari ini, ada sesuatu yang pasti. Bertambah, ya aku bertambah tua. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Seperti kata orang, menjadi tua itu keniscayaan, dan mati adalah kepastian. Tapi kedewasaan adalah bonus lain dari pilihan-pilihan yang disediakan oleh kehidupan. Dan kembali aku merenung, adakah kedewasaan tumbuh dan berkembang dalam diri ketika mengarungi alur hidupku?

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.

Waktu bergerak dengan kepastian, walau perasaan ku berkata waktu bergerak terlalu cepat atau terkadang lambat. Dan ketika datang waktu untuk merenungi segala pencapaian-pencapaian, atau momen-momen terberat dalam hidup ku, tiba-tiba aku merasa bodoh. Banyak hal baik yang kusia-siakan setahun ini, banyak perjuanganku belum mencapai hasil yang bisa kubanggakan, banyak hati yang kusakiti dengan kata-kata dan perbuatanku.

Sungguh aku ingin lebih baik lagi. Inginku melihat senyum kebanggaan orang-orang terdekat dalam hidupku. Inginku menjadi kebanggaan bagi keluargaku, teman-temanku dan akhirnya aku akan ikhlas bangga pada diriku sendiri.
Semoga ini menjadi lecutan semangatku….

Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupan kita, Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat, Janganlah sia-siakan nafas kita, jangan sia-siakan waktu kita, Sesungguhnya Hanya Allahlah tujuan kita. Perjalanan hidup manusia, menempuh alam dunia menghabiskan waktu, yang tiada lama. Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar. Semakin dekatlah kematian, akan menjelang tiba.

Sadarilah, usia amanah dari Ilahi
Sadarilah, ia pasti kan dimintai
Pertanggung jawabannya pada Ilahi
Sadarilah, jalani hidup ini penuh makna
Sadarilah, pastikan ia berarti diakhirat yang abadi

Wahai Tuhanku, apa yang hamba perbuat selama ini berupa perbuatan perbuatan yang Engkau larang hamba melakukannya, sedangka hamba belum bertaubat dari padanya dan Engkau tidak meridhainya dan tidak melupakannya, dan Engkaupun telah menyayangi hamba setelah Engkaupun kuasa untuk menyiksa hamba, kemudian Engkau menyeru hamba untuk bertaubat setelah hamba bermaksiat kepada Engkau. Karena itu, hamba mohon ampunan dari Engkau, maka ampunilah hamba dengan Anugerah-Mu.

Dan apa yang telah hamba kerjakan selama ini adalah berupa perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala atasnya, Hamba mohon pada-Mu wahai Tuhanku, Dzat Yang Maha Mulia, yang memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, agar Engkau terima amalan hamba dan jangan hendaknya Engkau putuskan harapan hamba dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Mulia.

Wahai Tuhanku, Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugerah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun kedepan usiaku. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan.

Amiin ya robbal ‘alamiin.

  1. sakrilegi
    Desember 7, 2011 pukul 3:36 am

    berharga ya hidup itu :0

    • Desember 7, 2011 pukul 3:39 am

      terlalu berharga untuk disia-siakan (sengaja ataupun tidak sengaja)

  2. Desember 7, 2011 pukul 4:47 am

    amiiinnn..doa yang indah. mari kembali pada hidup yang sesungguhnya. bekerja jeras dan jujur agar rezeki kita penuh berkah. berbakti pada orang tua dan keluarga. sesekali berekreasi, menikmati sastra, seni, dan musik. sesekali juga “sok-sok-an” radikal tdk masalah. berorganisasi atau melakukan sesuatu yg “aneh” dimata banyak orang lain. dan muara dari semua ini adalah Dia semata, Tuhan Yang Maha Merajai segala sesuatu..🙂
    tetap semangat saudaraku!!!

    • Desember 7, 2011 pukul 12:45 pm

      Terimakasih Comrade, itulah indahnya hidup yang harus dinikmati dan disyukuri….

  3. Desember 27, 2011 pukul 11:13 am

    Jika kita umpamakan kehidupan adalah program Super GAME Online yang telah Allah ciptakan, dan manusia adalah player nya maka akhir dari GAME tersebut adalah Allah Surga atau Neraka .

  4. Desember 31, 2011 pukul 11:55 am

    terimakasih dengan adanya artikel ini saya mendapat pengetahuan baru yang sangat bermanfaat ditunggu artikel berikutnya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: