Beranda > Teknologi > Si jenius Pranav Mistry, Penemu 6’th Sense Technology asal India

Si jenius Pranav Mistry, Penemu 6’th Sense Technology asal India

Selama ini kita (saya pribadi maksudnya) lebih mengenal negara India sebagai produsen film acha-acha dan eksportir Bajaj hingga ke negara kita. Tahukah anda dibalik image Bollywood dan Bajaj wood serta inspektur vijay nya India dewasa ini mencetak banyak orang orang jenius yang mampu diperhitungkan pada kancah internasional. India sudah berkembang dari sebuah negara miskin menjadi negara maju dengan industri dan science/teknologi sebagai tulang punggungnya. Gambaran India belakangan ini yang hadir dalam scene film Bollywood yang semakin modern ternyata sedikit banyak dipicu oleh kondisi nyata banyaknya anak muda India yang Jenius. Ini bukan karakter fiktif yang diperankan oleh Amir Khan dalam boxoffice Bollywood nya yang berjudul 3 Idiots, ugh… sekali lagi saya bicara mengenai film India.

pranav mistry

pranav mistry, the jenius

Adalah seorang Pranav Mistry, jebolan MIT yang berhasil membuat tercengang audiens dalam presentasi teknologi temuannya beberapa tahun yang lalu (blog ini kurang apdet yah??). Teknologi terbaru ini dinamai 6’th Sense Technology atau Teknologi Indera Keenam.  Pranav dengan jenius telah menciptakan alat yang memadukan gerak tubuh (gesture) dengan dunia komputasi digital. Dengan teknologi ini kita bisa melakukan apa pun tanpa harus mengunakan alat yang berbeda dan tanpa harus berada di depan komputer.

Ide awal penemuan teknologi ini adalah: bagaimana kita tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan gampang tanpa harus membawa banyak peralatan digital seperti kamera, ponsel, ataupun laptop, sekaligus dapat terhubung secara online terus menerus untuk menerima dan mencari informasi.

Seperti yang didemokan oleh Pranav, dengan teknologi tersebut dia mampu menelfon hanya dengan telapak tangan tanpa ponsel, memotret hanya dengan ujung jari tanpa kamera, melihat resensi buku, melihat delay pesawat pada ticket, membuka akses internet atau Google pada selembar kertas, membaca koran dengan animasi online, dan bahkan … transfer data atau teks hanya dengan menjumput dan memasukkannya ke monitor komputer!

  1. Kamera: Webcam menangkap obyek di depan dan melakukan tracking terhadap gerakan tangan user. Data dikirimkan ke smart phone.
  2. Tanda jari berwarna: Pada jari terdapat tanda berwarna merah, kuning, hijau, dan biru yang membantu kamera menangkap gerakan tangan. (Pada perkembangan teknologi ini Pranav Mistry telah menciptakan algoritma pengenalan gerak tubuh sehingga kelak tidak lagi diperlukan tanda berwarna pada jari tersebut)
  3. Proyektor: Sebuah proyektor yang menggunakan LED (light emiting diode) menampilkan data yang dikirim dari smart phone ke sembarang permukaan di posisi depan user. Bisa tembok, kertas, tangan, atau orang. Saat ini Pranav sedang merancang membuat proyektor laser agar ketajamannya lebih tinggi.
  4. Smart Phone: Sebuah smart phone yang terkoneksi ke Web akan memproses data video dengan menggunakan algoritma pencitraan untuk mengidentifikasi obyek. Sebuah software khusus lain melakukan searching di Web untuk ‘menterjemahkan’ gerakan tangan.

Trus, bagaimana cara kerjanya? Patty Maes, sang dosen Pranav menjelaskan bahwa cara kerja perangkat tersebut berdasar image and character recognition (pengenalan gambar dan karakter). Alat utama yang digantungkan di dada terdiri dari webcam, proyektor mini, cermin, dan smart phone. Sedangkan pada ujung jari telunjuk dan jempol kedua tangan dipasang colored cap (tanda berwarna), yang terdiri dari empat warna berbeda, merah, hijau, kuning dan biru.

Kamera berfungsi mengenali gambar, wajah, atau teks, sekaligus mengenali gerakan perintah kedua ujung jari telunjuk dan jempol. Proyektor digunakan untuk menampilkan interface (sebagai pengganti monitor) sekaligus menampilkan data-data tertentu yang akan diproyeksikan ke sembarang media mulai dinding, kertas, hingga telapak tangan. Sedangkan smart phone digunakan untuk komunikasi suara dan akses data dengan Web
Menurut Patty perangkat teknologi ini masih berupa prototype, dan biaya pembuatannya tidak lebih dari $ 350. Jika rencana produksi secara masal terwujud hampir pasti harganya jauh lebih murah dengan disain yang lebih simpel dan futuristik.

Penasaran ingin melihat demonstrasi penggunaaan teknologi terbaru ini langsung dari ahlinya? Simak video 15 menit yang berakhir dengan standing applause dari seluruh audiens ini:

Kategori:Teknologi Tag:, , ,
  1. Agustus 3, 2011 pukul 12:42 pm

    wih keren , makasih nih informasinya
    salam kenal🙂

    • Agustus 8, 2011 pukul 1:10 pm

      salam kenal balik…. semoga informasinya bermanfaat

  2. Agustus 30, 2011 pukul 10:06 pm

    alumni IIT ini emang mantep, saya pernah baca projectnya dia ketika masih di IIT, ada project yang dia bikin semacam augmented reality gitu, mantep pokoknya, orang orang di Media Lab MIT emang mantep semua, coba deh di cek project – projectnya, bikin geleng kepala, mereka ko’ bisa kepikiran hal seperti itu, awesome!!😀

  3. Jalmi Kasep
    Desember 12, 2011 pukul 10:48 am

    India pura pagel hai…

  1. Desember 2, 2011 pukul 11:46 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: