Beranda > INFO > Nasib agama ditentukan dari polling [Fact or Hoax?]

Nasib agama ditentukan dari polling [Fact or Hoax?]

Beberapa teman di akun Facebook saya menforward dalam bentuk pesan chat, isinya sama tentang ajakan untuk “menentukan” nasib Islam di Jerman apakah menjadi sebuah agama atau tidak. berikut petikan pesan berantai tersebut:

Assalamualaikum, di jerman sedang ada pemilihan suara mengenai apakah ‘Islam sebuah agama, dan layak diakui?’ Jadi, mari kita bantuin saudara2 kita disana dengan mengunjungi link nya yg dibawah ini, setelah dibuka tolong pilih “Ja” yg artinya ‘iya’ kemudian tekan “Zur Auswertung” untuk mengirim. Linknya:

http://www.tagesschau.de/inland/wulffrede112.html

Ayo kita sebarkan ke teman2 kita yg muslim n kita bantu saudara2 kita di German.. Yg parahnya sudah 67,3% yg pilih tidak ayo kita vote iya untuk saudara kita disana. Wassalam….

membalas pesan inbox (dan 5 pesan chat dan wall yg sudah saya hapus) untuk polling dan menyebarkan info tentang kondisi islam di jerman, kalo saya sarankan gak usah dibuka situsnya atau diikuti polingnya bahkan jangan menyebarkan ke muslim yg lain. kenapa? karena itu hal yang sia2, membuang tenaga dan emosi.

Tadi sempat sy penasaran dan mencoba mengakses situs yg menggunakan bhs yg tdk kita mengerti. (Terimakasih om gugel trenslet untuk menerjemahkan polling situs berita Jerman itu dalam bahasa Bima). intinya menurut saya

PERTAMA: Poling itu sudah ditutup sejak Oktober 2010 dan memvoting tidak akan merubah apapun hasil polling.

KEDUA: Isu yg ada di web koran itu hanya menjaring opini pembaca mengenai keadaan Islam di jerman. Hal ini berkaitan dengan komentar Dalam pidato pada Hari Persatuan Jerman, Presiden Wulff menegaskan bahwa Kristen dan Yahudi adalah bagian dari Jerman.  selanjutnya dia berkata: “Tetapi Islam sekarang juga ke Jerman”. Nah polling ini ditujukan untuk menjaring opini warga jerman apakah Islam juga sudah menjadi bagian dari identitas negara itu.

KETIGA: Hasil polling ini tidak berdampak pada aspek legal atau tidaknya Agama Islam di jerman. Belum masuk di akal saya legalitas hukum sebuah agama di tentukan oleh polling opini pembaca. Anggaplah saya membuat polling di blog saya apakah saya ganteng atau tidak dan anda ikut vote dan ternyata hasil akhir menyatakan saya ganteng berdasarkan 65% vote di polling. Apakah serta merta pak RT langsung mengeluarkan Surat Keterangan Ganteng atas nama saya dan saya bisa menuntut secara hukum orang2 yg bilang saya gak ganteng?

Kategori:INFO Tag:,
  1. Orang Jerman
    Januari 28, 2011 pukul 6:14 am

    Terima kasih atas penjelasan isu ini.
    Sebagai orang Jerman yang sering bergaul sama teman2 Indonesia, saya juga jadi bingung waktu menerima kabar ttg diskusi ini di forum web yg berbahasa Indonesia kemarin. Saya merasa ini teks pertama yg ditulis oleh seorang Indonesia yang menjelaskan semua kesalahpahaman ttg poling ini – dan saya sudah membaca puluhan teks seperti itu sejak kemarin😉
    Saya merasa semua masalah sudah dijelaskan di atas – topik poling ini salah diterjehamkan dulu, poling ini sudah lama selesai, dan poling ini hanya merupakan sebuah survey TV Jerman mengenai pendapat penduduk Jerman atas ucapan Pak Presiden dlm pidatonya (3.10.2010).

    Info tambahan (meskipun kurang penting):
    Penerjemah asli teks itu pasti gak bisa berbahasa Jerman. Bersama teksnya, selalu ada penjelaskan untuk klik “Ja”, terus klik tombol “Zur Auswertung”.
    Hehe, tombol “Zur Auswertung” itu berarti “Lihat hasil sementara TANPA masuk suara Anda”🙂
    Untuk masuk suara (dulu), harus klik tombol di kanan (“Stimme abgeben”). Tapi sekarang sudah tiga bulan terlambat…

    Terima kasih banyak atas penjelasan Anda! Biar propaganda atau hoax seperti ini cepat selesai!

    • Januari 28, 2011 pukul 3:20 pm

      Terimakasih atas informasinya, semoga bisa membantu menjelaskan tentang hal ini pada orang2 Indonesia. Terkadang semangat kita pada suatu hal cenderung membuat kita menerima segala sesuatu tanpa menganalisa kebenaran hal tersebut.

      Salam dari Indonesia

  2. Dita
    Januari 28, 2011 pukul 11:17 am

    yah. tadi juga dapet itu.
    tapi kalo menurut aku.
    It’s okay lah.
    emang itu gag bakal merubah apapun.
    lagian juga whatever islam diakui atau gag dijerman, yang penting kita tetep percaya sama agama kita.
    dan tetap menjalankannya walopun gag diakui, yang pastinya kita mengakui agama kita kan ??🙂
    lagian juga gag ada salahnya bantu”.
    toh tuh situs kan belon ditutup.
    syapa tau aspirasi kita didenger.. hehe
    #berharap

    • elly
      Januari 28, 2011 pukul 3:18 pm

      Link-nya memang masih berlaku, tapi polingnya sudah ditutup dan redaksi mereka bahkan bingung kenapa sekarang orang2 pada gencar milih

    • Januari 28, 2011 pukul 3:24 pm

      Aspirasi kita tidak bakalan didengar, karena pollingnya ditutup. kalau ditelusuri di URL aslinya pengelola situs juga katanya kebingungan kenapa halaman polling semakin ramai padahal sudah ditutup.

      Hal positif yg bisa kita tunjukkan hanyalah ternyata kita masih sangat concern terhadap isu2 perkembangan Islam di negara lain. Its Okay….

  3. elly
    Januari 28, 2011 pukul 3:16 pm

    Saya baru mendengar kemarin tentang berita ini. Dan sebagai orang yang sehari-hari berbahasa jerman, harus saya luruskan istilah “apakah ‘Islam sebuah agama, dan layak diakui?” — terjemahan sebenarnya adalah “Apakah Islam sudah menjadi bagian dari (identitas) Jerman?”

    TErmika kasih aatas tulisan anda yang kritis dan bijak

  4. Orang Jerman
    Januari 28, 2011 pukul 7:09 pm

    Satu hal lagi:
    Di atas, Dita berharap bahwa “aspirasi kita didenger”. Hmmm, saya merasa sebaiknya TIDAK didenger lagi oleh pemilik situs web itu.
    Kenapa?

    Di bawah poling itu, juga ada link yang bernama “In eigener Sache”. Kalau ikutnya, ada teks redaksi TV itu tentang kejadian seperti ini pada umumnya. Mereka sudah tahu bahwa poling-poling di situs mereka sering digunakan oleh kelompok terlibat yang minta anggotanya untuk “pilih terus”.
    Dan mereka juga minta info dari pembacanya kalau tahu tentang kejadian seperti itu, terutama di internet.

    Saya merasa mobilisasi itu di Indonesia sekarang merupakan kasus semacam ini. Dan Elly betul – redaksi sudah bingung kenapa hal semacam ini baru terjadi dengan poling ini yang sudah lama ditutup. Pasti mereka juga bisa lihat bahwa aktifitas lar biasa di situs itu berasal dari server di Indonesia.

    Kalau aspirasi didengar oleh mereka, ya – mungkin minggu depan langsung ada berita di televisi di Jerman tentang “pemuda Indonesia beragama Islam yg coba memengaruhi poling di Jerman, didasarkan suatu terjemahan yg salah”.
    Kurang enak untuk hubungan Jerman-Indonesia, kan?

    Saya tidak bercanda, saya benar2 merasa bahwa inilah topik yang menarik untuk stasiun TV itu. Mereka misalnya punya satu program bernama “Zapp!”, yang khusus untuk cerita media, hoax dan histeria tentang berita palsu seperti ini.

    Saya tidak akan kasih tahu pada mereka – karena saya merasa lebih baik aspirasi ini tidak didengar oleh mereka, biar tidak menjadi berita di TV Jerman nanti…

    Salam dari Jerman!

    • elly
      Januari 29, 2011 pukul 3:55 am

      Setuju orang jerman, mudah2an vote gencar2an ini tidak digubris oleh Tagesschau.de Malu lah kita, kok kesannya bebal amat ya, udah jelas-jelas ditutup, masih aja ngotot mau kasih suara. Apalagi gampang dilacak ip adress-nya. Tambah malu lagi kl memang benar2 dijadikan bahan berita di jerman. Alamak!!!!

    • Januari 29, 2011 pukul 4:53 am

      di situsnya sendiri disebutkan pihak situs bingung polling diterapkan pada jaringan ganda. Maksudnya mungkin seruan polling dihidupkan kembali oleh situs2 lain diluar jaringan tagesschau.de

      Isu SARA, kesehatan, mistik, dan teknologi memang sasaran empuk penebar hoax dan penggila pesan berantai. Jangan sampai semangat menggebu-gebu kita pada suatu hal menutup akal sehat kita untuk mencerna informasi dan lantas menularkan penyakit ini pada orang lain. Semoga isu ini berhenti sampai disini🙂

  5. Januari 29, 2011 pukul 9:43 am

    saya baru tau isu ini, di eropa memang islam adalah luka secara sejarah

  6. Orang Jerman
    Januari 30, 2011 pukul 6:04 pm

    “di situsnya sendiri disebutkan pihak situs bingung polling diterapkan pada jaringan ganda. Maksudnya mungkin seruan polling dihidupkan kembali oleh situs2 lain diluar jaringan tagesschau.de”

    Oh maaf, inilah mungkin terjemahan yg salah lagi. Mereka tidak bingung bahwa polling “diterapkan” pada jaringan ganda. Mereka bingung bahwa ada yang “buat promosi” di forum-forum internet untuk polling ini.

    Perbedaan terjemahan kata “bewerben” berarti bahwa polling ini tidak ada di tempat lain di internet, hanya di situs Tagesschau. Mereka bingung promosi terlambat ini, bukan bingung kemunculan polling ini di tempat lain.

  7. Februari 12, 2011 pukul 8:03 pm

    podajaro lengaro….

  8. Maret 20, 2011 pukul 10:59 pm

    IMAM SYAFI’I PERNAH BERKATA HAI PASRA RPEMUDA JANGAN ENGKSU SIA2KAN HIDUPMU,KARNA HIDUP MU ITU ADALAH SEBUAH AMANAH YANG HARUS EMBAN DAN NANTINYS AKAN DI MINTA PERTANGGUNG JAWABASNNYA.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: