Beranda > INFO, web/blog > Sony Corp Somasi Blogger Indonesia atas Trademark Domain

Sony Corp Somasi Blogger Indonesia atas Trademark Domain

Gara-gara sebuah blog pribadi yang dianggap melanggar hak dagangnya (trademark), Pihak Sony Corp, raksasa elektronik asal Jepang, diketahui telah melayangkan surat somasi pada seorang blogger Indonesia. Pihak Sony Corporation asal Jepang telah melayangkan somasi pada seorang blogger bernama Sony Arianto Kurniawan. Masalahnya adalah ia menggunakan nama domain Sony-AK.com untuk blog pribadinya. Kata Sony dalam alamat Sony-AK.com konon, menurut pihak Sony Corp, melanggar merek dagang yang dimiliki oleh perusahaan asal Jepang tersebut. Akibatnya, Sony AK harus menyerahkan domain Sony-AK.com kepada Sony Corp Jepang.

Menurut pemilik domain, Sony AK adalah nama asli pemilik blig yang dipakai sebagai domain situsnya. Situs yang biasa membagikan informasi dan tips IT itu terdaftar dan berfungsi dibawah penguasaan Sony AK sejak tahun 2003 dan telah memiliki pengunjung yang loyal. Menurut pantauan sekilas (panlas :mrgreen:) saya, kontent sony-ak.com sama sekali  tidak berhubungan dengan sony coorp sehingga jika pihak Sony Corp membawa permasalah ini ke ranah hukum, Sony AK kemungkinan bisa memenangkan kasus ini. Pasalnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Sony Corp untuk menutup blog Sony-ak.com.

Menurut advokat yang sering berkecimpung di masalah hak cipta dan merek, Donny A Sheyoputra, masalah yang melibatkan raksasa elektronik dan blogger tersebut terlihat ada dua ranah hukum, yaitu masalah hukum domain name dan hukum merek yang tercantum dalam UU Merek.

“Untuk masalah domain name, sering dikatakan berlaku asas first come first serve. Sehingga, seseorang biasanya tidak kesulitan untuk mendaftarkan nama domain,” terang Donny, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Jumat
Ditambahkan olehnya, dalam hukum domain name tersebut jika kemudian ada sengketa, maka penyelesaiannya biasanya bisa dilakukan melalui cara keperdataan, seperti dengan cara mengirimkan somasi, musyawarah, melakukan mediasi, abitrase dan lain sebagainya jika para pihak sepakat untuk memilih cara tertentu.

“Itu sebabnya, Sony AK bisa mendaftarkan nama domainnya yang mengandung unsur pribadinya,” tandas pengacara yang juga kepala perwakilan Bussines Software Alliance (BSA) itu.

Namun, Donny melihat masalahnya akan berbeda jika Sony Corp membawa kasus ini ke ranah hukum merek, yang mengacu pada UU nomor 15 tahun 2001 tetang merek. Untuk UU Merek, memungkinkan dilakukan tindakan hukum secara pidana maupun perdata terhadap pihak yang sengaja dan tanpa hak menggunakan merek terdaftar milik pihak lain.

“Nah, Sony Corp bisa memilih tindakan hukum perdata maupun pidana tersebut yang mengacu pada UU Merk itu jika sudah memenuhi tiga syarat,” kata Donny lagi.

Tiga syarat tersebut adalah, merek Sony terdaftar di Indonesia, ada pihak lain yang menggunakan merek yang sama dengan merek terdaftar miliknya baik sama secara keseluruhan atau sama pada pokoknya, dan pemakaian barang tersebut adalah untuk barang atau jasa sejenis yang diperdagangkan.

Oleh sebab itulah, jika Sony Corp sudah memenuhi kewajibannya dengan mendaftarkan mereknya di Daftar Untuk Merek (DUM), maka kewajiban lain yang lainnya harus dipenuhi perusahaan Jepang tersebut adalah, membuktikan Sony AK memakai jasa yang sama dengan jasa yang didaftarkan oleh Sony Corp dengan merek Sony.

“Jadi, saat Sony Corp mendaftakan di DUM sebagai penyedia jasa pendidikan IT, maka mereka harus membuktikan apakah nama Sony AK juga menggunakan merek ‘Sony’ untuk hal yang sama juga. Bila tidak, maka proses hukumnya bisa gugur,” katanya.

Dia juga mencontohkan, merek ‘Garuda’ dipakai untuk tiga jasa yang berbeda dengan perusahaan yang berbeda pula, yaitu Garuda sebagai maskapai penerbangan, Garuda sebagai nama merek makanan ringan, dan Garuda sebagai merek motor China. Ketiganya secara sah dan legal untuk digunakan.

“Jika Sony sudah memenuhi 3 syarat itu, mereka baru membuat laporan ke penyidik karena memang ini hukumnya delik aduan. Untuk hukum perdata mengacu pada 76, sedangkan tuntutan Pidana adalah pasak 90, 91, dan 94 UU Merek,” tandas pria lulusan Murdoch University, Perth, Australia jurusan Intellectual Property

Sementara kasus ini menghangat, dukungan netter Indonesia yang sebagian besar terdiri dari blogger-blogger Indonesia di dunia maya semakin menguat. Di Facebook yang akhir-akhir ini ampuh untuk menggalang pendukung terdapat sebuah group pembela nasib Sony AK dengan jumlah pendukung sampai tulisan ini dibuat mencapai 7000-an orang. Ayo Blogger, Nyatakan Suaramu!

  1. Maret 15, 2010 pukul 5:19 am

    wah, gara-gara nama sama doang jadi diributin yak? kalo nama gw toyota kayaknya juga bisa dihukum sama Toyota Corp. hahaha😀

    • Maret 15, 2010 pukul 5:23 am

      iyah om diaz, untungnya bapak ibu kita dulu gak gila merek sampe2 anaknya dinamakan mirip nama produk segala:mrgreen: kwkwkkw

      • Rosianto
        April 9, 2014 pukul 11:47 pm

        Terima kasih banyak Aky Ternyata Angka jitu hasil Ritual KI JAYA Yang saya minta ternyata Tembus SINGAPUR 4D SENIN 7 APRIL 2014 DENGAN ANGKA 2111 Puji TUHAN SAYA mendapatkan kemenangan 550 juta. Sampai-sampai saya mengeluarkan Air mata, SAYA sangat terharu, bahagia dan bersyukur kpd TUHAN Yang Maha Esa. Skrng SAYA sudah memiliki modal untk buka usaha sendiri dan sdh membeli Rumah dan yg paling utama SAYA tdk Terlilit Utang lagi sewaktu SAYA menjadi pegawai pabrik. Jgn pikirkan lagi, langsung hub “KI JAYA” Di (((085-321-606-847_))) Terimakasih banyak Aky Semoga TUHAN membalas kebaikan Anda

  2. Prabowo
    Maret 15, 2010 pukul 10:59 am

    Makanya jadilah Manusia yg BERDIKARI. Kalo kita bisa ngapain pake model Taiwan, Cina. Kita bisa kita pake ins. Indonesia asli…..

  3. Maret 15, 2010 pukul 5:37 pm

    Tampaknya kita harus segera mematen kan nama kita masing masing niih

  4. Maret 16, 2010 pukul 1:54 am

    masalahnya kan nama Sony itu pasaran di Indonesia. hehehe…

  5. Maret 16, 2010 pukul 11:23 pm

    Wah…Sony AK bisa ketiban rejeki tuh…jual aja situsnya ke SONY.

    Salam Sahabat

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: