Beranda > I THINK, INFO > Hoax SMS setan

Hoax SMS setan

Capek deh….

sehari ini udah 4 sms yang sama masuk ke ponselku, pengirimnya mulai dari keluarga di kampung, teman-teman kampus dan beberapa familiy di Jawa. Isinya mudah ditebak, apalagi kalau bukan mengenai SMS setan atau SMS santet.

SMS Hoax yang baru-baru ini beredar dengan beberapa versi, mulai dari layar HP berwarna merah, infrared, nomor setan, sms santet, dan sebagainya. Intinya sebuah SMS yang katanya bisa membuat orang menemui ajalnya. Lazimnya sebuah hoax, pesan belum afdhol kalau tidak ditambahi embel-embel:

  • Ini benar adanya, Saya sudah coba sendiri
  • Sudah banyak korban, jangan tambah lagi
  • Sebarkan pesan ini pada teman, keluarga, tetangga, dll
  • dengan meneruskan pesan ini, artinya anda menyelamatkan satu jiwa
  • Mengutip nama ahli yang tidak bisa di verifikasi kebenarannya

Selain itu masih banyak kata-kata dalam hoax seperti pada kasus “Sms santet” yang intinya menyuruh kita meneruskan pesan ke banyak orang untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Padahal bahaya yang paling besar adalah pesan itu sendiri. Sebuah SMS yang kehilangan objektivitas nya lagi karena tidak bisa ditelusurinya siapa sumber informasi, dan kebenaran informasi itu. Menurut Wiki, Hoax diartikan sebagai:

A hoax is a deliberate attempt to dupe, deceive or trick an audience into believing, or accepting, that something is real, when in fact it is not; or that something is true, when in fact it is false. In an instance of a hoax, an object, or event, is not what it appears to be, or what it is claimed to be

Intinya, kalau sesuatu yang tidak sesuai dengan kebenaranya wajib disebut sebagai hoax atau bohong belaka. Menyebarkan hoax sama saja dengan menyebarkan kebohongan pada orang lain. Maka berhati hatilah bila menerima sebuah pesan yang menyuruh anda meneruskan pada pihak lain. Cerna baik-baik apa isi pesan tersebut, benar atau tidak sebelum menyebarkan pada orang lain.

SMS santet yang beredar dikalangan masyarakat luas, walau telah terbukti kebohongannya (baca : abg iseng di Kepri mengaku pertama sebar SMS santet ) namun masih efektif meneror penerimanya, terbukti dengan ditemukannya beberapa kasus penerima SMS teror yang pingsan atau jatuh sakit konon setelah menerima SMS.

Sekarang yang jadi pertanyaan kita, kira kira apa keuntungan dari orang yang membuat/menyebarkan hoax??? Tentunya ini merupakan hasil penelusuran pribadi dan masih belum bisa diakui kebenarannya (empirik maupun praksisnya):

  • Adanya motif persaingan usaha (yang tidak sehat), dimana dalam kasus SMS santet ini ada nama operator yang diafiliasikan dengan operator setan. Tentunya hal ini sangat tidak etis dan cenderung membodohi publik.
  • Adanya motif ingin dikenal dan mengumbar sensasi (dengan menyebutkan beberapa nama/keyword) yang tentunya akan laku di Google
  • Permainan kotor pihak penyedia layanan (operator seluler) yang memungkinkan produknya dipakai lebih banyak lagi untuk menyebarkan hoax. Ketika prinsip MLM diterapkan maka operator seluler sebagai top level tertinggi dan satu satunya akan mendapatkan keuntungan ekonomis dari hoax melalui biaya SMS atau telepon. Penyedia jasa e_mail menurut saya hanya mendapatkan dampak negatif dari kegiatan ini yang berupa menumpuknya sampah/spam yang membebani bandwith
  • Motif mengalihkan perhatian masyarakat dari masalah yang seharusnya mereka hadapi. Ingat trend pra Pemilu selalu berbau isu supranatural, misalkan pada pemilu sebelumnya terdapat isu “kolor ijo” yang mendahului. Dan yang paling riskan saya rasa, bila isu kenaikan harga BBM akan tenggelam bersama masyarakat Indonesia yang diteror santet.
  • Adanya skenario pihak asing untuk mengacaukan ketenangan masyarakat Indonesia (Ah, kalau ini udah keterlaluan….)

Ya Udah, daripada saling tuding dan mencari kesalahan, mending pada introspeksi diri. Sadari apa yang akan terjadi, siapkah kita sebagai pribadi dan sebagai rakyat Indonesia menghadapi berbagai tantangan di depan????

  1. Mei 14, 2008 pukul 12:22 pm

    masyarakat sudah “sakit”, jangan lagi dibuat “sakit” dengan issue ini.

  2. Mei 14, 2008 pukul 12:30 pm

    sayangnya banyak orang yang mau dibodohi.

  3. Mei 14, 2008 pukul 4:27 pm

    aku dari kemaren nungguin sms dari setan kok ngga ada yang nyampe ke hp ku ? jangan salah lho di neraka perkembangan IT juga sudah semakin pesat. hehehehe

  4. Mei 14, 2008 pukul 4:43 pm

    @Daeng Limpo & itikkecil:
    Sayangnya kebijakan pemerintah belum menjadi obat bagi “penyakit” bangsa ini….. Ditengah terpaan berbagai masalah, hal-hal klenik dan diluar akal sehat menjadi pelarian bagi sebagian masyarakat kita.

    @balitechdude :
    saya juga lagi nunggu SMS, dari MKios siapa tau ada yang kesasar kirimkan saya pulsa 100 ribu😀😀

  5. iEn
    Mei 15, 2008 pukul 1:05 am

    rhaka.. bila nak sms dengan ien pulak? hhehehehe

    😀 SMS ke Malaysia kebih mahal dibandingkan via YM…. tapi nanti lah, kalau saya punya cellular phone company sendiri, kita bisa SMS sepuasnya OK!!!

  6. Mei 15, 2008 pukul 9:18 am

    Waduh,…..untung plakunya dah ketemu bro!! jadi sekarang ga usah takut gi dech😀

  7. iEn
    Mei 15, 2008 pukul 9:20 am

    wow.. boleh lah rhaka sponsor free sms untuk ien juga hehe!

  8. anak hebat
    Mei 15, 2008 pukul 11:07 am

    wele²…

    apaan tuh ??

    cemen banget…

    apa ga ada tipuan yg lbih hbt lagi…

    itu klo anak kecil aja ga takut…

    loe uda besasr ato belum…

    bisa nya cm nakutin orang²…

    tp ga ada orang yg takut…

    wakakakakak….

    matilah yg bikin rusuh ini secepatnya…

    biar mampus dia, mati terbunuh….

    husss, jangan nyumpahin mati orang dong!!!! pamali, BTW diatas itu puisi yah???

  9. Mei 17, 2008 pukul 4:17 pm

    salam….

    saya jawab pertanyaanta di kolom komentarku…
    awalnya saya sering online di fakultasji
    bukan di rektorat
    kebetulan bateraiku jebol, jadi esti cari colokan setiap online
    karena di rektorat sangat ramai, jadinya saya menyerahji
    tapi sekarang pihak jurusan izinkan kami pake fasilitas
    jalan2miki ke jurusanku

    emma

  1. Januari 28, 2011 pukul 4:25 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: