Beranda > I THINK > Tawuran lagi, damai lagi, sampai kapan…….

Tawuran lagi, damai lagi, sampai kapan…….

Ketenangan hari ini terusik dengan terdengarnya kabar kampus memanas. Sepupuku yang berkuliah di Fakultas Mipa menelpon, memanyakan kabar saya. Dia mengira saya ikut bergabung dalam kerumunan mahasiswa yang saling melempar di pelataran kampus. Padahal, seharian saya di kamar, istirahat karena semalam suntuk begadang, bersama rekan rekan di Kopma menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Sepupuku berkata, dia seakan-akan terjebak dalam ruangan kuliah, dimana di lantai bawah dua kubu yaitu dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi saling melempar batu dan berteriak sambil memaki.

Segera saya masuk ke kampus memastikan keadaan, Gedung POMD tampak lengang, hanya beberapa teman sedang asyik maen domino. Hmm…. tidak salah lagi, anak-anak pasti sudah bergerak ke lokasi biasa, jalur gaza, sebuah daerah yang memisahkan fakulta-fakultas eksakta dengan non eksakta. Seperti tradisi, daerah itu selalu menjadi langganan tawuran tiap tahun.

Tawuran di Unhas bukan barang baru, sejarah kelam kampus merah mencatat tawuran sebagai keyword yang paling mudah dicari dalam arsip tahunan dunia kemahasiswaan. Bukannya mau menafikan mengenai pencapaian mahasiswa pada bidang selain itu, tapi tawuran memang seakan akan menjadi label ketika kita berbicara tentang mahasiswa Unhas.

Saya sebagai bagian dari mahasiswa kampus merah, dan masih banyak mahasiswa Unhas lainnya, malu, ketika kampus disorot oleh orang luar karena budaya tawuran masih hidup dan seakan akan dilestarikan. Mahasiswa, sebagai seorang yang memiliki kedewasaan cara berpikir, ternyata mengalami semacam paradoks, dimana cara mereka menyelesaikan masalah masih mendahulukan kekerasan dan kekuatan fisik dibandingkan kebijaksanaan dan pola pendekatan selain penggunaan kekerasan. Ah, saya tak peduli akan apa akar masalah mereka, tapi sangat menyayangkan bentuk penyelesaian masalah yang jauh dari beradab.

Update terakhir:

Akhirnya Rektorat mengeluarkan keputusan “memecat” oknum pemicu dan yang membawa senjata tajam dalam peristiwa tawuran kemarin. baca: Buntut Tawuran, 4 Mahasiswa Unhas DO. kalau ditilik dari kontestan tawuran yang berjumlah hampir 1000 orang, memecat empat orang saya kira bukan sebuah keputusan yang adil. Kalau memang konsisten menegakkan peraturan, pecat saja semua. Unhas kan masih punya puluhan ribu mahasiswa. Atau ini hanya shock terapy saja, sehingga empat orang jadi kambing hitam????. Dibawah ini foto-foto saat tawuran, klik thumbsnail untuk memperbesar gambar.

Photobucketlempar batu sembunyi tanganPhotobucketRektor berorasi
  1. Februari 27, 2008 pukul 9:00 pm

    Bang ane ikutan prihatin, ikutan malu juga. Banyak orang yang ngomongin mahasiswa Unhas, malah kampus laen juga ikut kena cap juga. Kata masyarakat, mahasiswa otaknya di dengkul. Demo juga cuman sok jagoan aja…😥

  2. Februari 28, 2008 pukul 2:52 am

    sepakat bro…
    Dulu, ketika ada orang berkelahi, biasa di bilang “kamu kayak tukang becak saja, berkelahi untuk menyelesaikan masalah”. sekarang, kalo tukang becak berkelahi, dibilangi “kamu berkelahi, kayak mahasiswa saja”. hehehe….
    Mahasiswa, sebagai orang yang dikatakan memiliki wawasan dan kecerdasan yang lebih, ternyata tidak memiliki moral yang benar untuk menyelesaikan masalah. Jangankan untuk ikut memikirkan dan meringankan beban bangsa, justru mereka bertikai dan membuat masalah sepele jadi dibesar-besarkan. sekali lagi, malu saya jadi mahasiswa.

  3. Februari 28, 2008 pukul 12:11 pm

    akar masalahnya apa ce?
    napa ya koq banyak intelektualis yang tidak bersikap intelek. mahasiswa tawuran gak ada bedanya dengan preman. apa tawuran masuk dalam soft skill? Apakah mereka bercita-cita menjadi preman bila gak dapat kerjaan, bahkan pembunuh bayaran?

  4. Februari 28, 2008 pukul 5:25 pm

    mahasiswa unhas payah. capek gw

  5. Februari 28, 2008 pukul 6:16 pm

    Insya Allah , bisa dimulai dari diri sendiri dulu
    Insya Allah akan ada yang meneladani
    itu saja

  6. danang
    Maret 8, 2008 pukul 9:38 am

    Aneh …Tapi nyata..saat seorang sudah berumur seharusnya sudah harus bisa belajar dari semua hal yang pernah di liat dan terjadi pada dirinya atau sekelilingnya..
    Emang bener dengan bertambah umur belom tentu bisa dewasa tapi setidaknya harus sudah bisa belajar dewasa..
    Mahasiswa … harusnya lebih bisa menghargai dan bersikap dewasa dalam menangani semua permasalahan ..bukan menyelesaikannya dengan Emosi ..
    Apa nggak malu dikatakan mahasiswa kok kayak preman ?
    Ya Mestinya kalian para mahasiswa itu berpikir atau belajar berpikir dewasa lah dalam menangani semua masalah ..nggak kayak anak kecil.
    Mahasiswa kok suka berantem antar kampus atau fakultas .. ???
    atau MUNGKIN KALIAN MAHASISWA UNHAS YANG BERANTEM ITU DULU BISA MASUK UNIVERSITAS SE-TERKENAL UNHAS KARNA KALIAN MAIN SUAP KARNA OTAK KALIAN SEBENARNYA OTAK UDANG !!

  7. Maret 8, 2008 pukul 10:56 am

    sepakat!!!!!
    Tapi diujung pernyataan saudara diatas, saya kurang sepakat tuh!!!

    hmm.. bukan membela, tapi menurut saya bagaimana cara seseorang masuk PTN/PTS itu bukan jaminan bagaimana dia nantinya, apakah jadi intelek, ataukah preman…..

    Bahkan, di kampusku mereka yang non reguler (ekstensi) yang membayar lebih untuk menjadi mahasiswa, tidak pernah tawuran tuh….. dan sistem penerimaan mahasiswa di kampus saya (dan mungking PTN lain di Indonesia) saya kira sudah terbebas dari namanya suap menyuap. jadi saya kira faktor suap, tidak layak dijadikan kambing hitam dari permasalahan ini.

    Kalau saya boleh berpendapat, bahwa tawuran di kampus Unhas berlangsung sejak tahun 1990-an dan berulang setidaknya 2 tahun sekali. mungkin semacam tradisi yang diteruskan dari senior ke junior, tawuran bisa dipicu dari adanya ego fakultas yang terus dipupuk dan di tanamkan pada junior sejak pertama kali menginjakkan kaki ke kampus. Kecintaan pada fakultas menurut saya bagus, asal diarahkan pada terwujudnya kompetisi yang sehat dan rasa ingin mendalami bidang keilmuan yang diajarkan tiap-tiap fakultas tersebut. tapi kalau persaingan itu sudah diluar konteks, yah… yang ada adalah suatu penghalalan segala cara untuk tetap superior dibanding yang lainnya. dan apabila iklim kampus mendukung untuk itu, jangan heran apabila kampus tiap tahuan dan mungkin tiap bulan terjadi pertumpahan darah.

    Dan satu lagi yang mungkin perlu teman-teman ketahui bahwa kondisi diatas, bukanlah kondisi keseluruhan mahasiswa Unhas, Di fakultasku (Teknik) yang dituding orang jadi biang kerok tawuran tiap tahunnya, dengan kuantitas massa terbesar dibanding fakultas lainnya, tidak semua mahasiswa nya ikut atau bahkan sepakat dengan bentuk kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Hanya segelintir orang yang terlibat, akan tetapi dampaknya meluas keseluruh mahasiswa yang akan di cap sama dengan oknum-oknum tersebut,

    Terima kasih atas komentarnya……

  8. Maret 12, 2008 pukul 11:49 pm

    klo tmaw tawuran jangan ngerusakin bangun dunk….
    abis tuh duit negara buat bangun lagi,,,,,
    klo maw di ring tinju aja..
    mat, mati dah..

  9. Desember 31, 2008 pukul 2:41 am

    adanya tawur dan demo krn ada adanya pihak yang ingin menang sendiri kale…

  10. Desember 17, 2014 pukul 3:51 am

    I savour, result in I found just what I used to be looking for.
    You have ended my four day lengthy hunt! God Bless you
    man. Have a nice day. Bye

  11. Januari 1, 2015 pukul 3:59 am

    Valuable info. Fortunate me I discovered your web site
    accidentally, and I’m shocked why this twist
    of fate did not took place in advance! I bookmarked it.

  12. Januari 3, 2015 pukul 3:00 am

    Greetings! I’ve been following your blog for a while now and finally got
    the bravery to go ahead and give you a shout out from Atascocita Tx!

    Just wanted to mention keep up the good work!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: