Jangan coba-coba tidak sholat jum’at di Bima

April 15, 2008 at 7:02 am (Info, mbojo, promo) (, , )

Bima, sebagai sebuah entitas kebudayaan yang turun temurun bercorak islam, memiliki keunikan dan keistimewaan yang jarang didapatkan dari daerah lain. Sejak jaman sebelum Indonesia lahir, Dou Mbojo (orang Bima) telah banyak berkiprah melawan penjajah baik di dalam maupun diluar wilayah teritorialnya. Kesamaan nasib dan ikhwatul muslimin, adalah semangat yang menggelorakan jiwa-jiwa laskar Bima untuk bahu membahu dengan Kerajaan tetangga dalam mengusir penjajah. Penegakan syari’at islam pada masa kesultanan juga telah beralkuturasi dengan budaya dan norma-norma adat yang menjadi kearifan lokal masyarakatnya.

Walaupun seiring perjalanan waktu, Bima yang dahulu bersyari’at kan islam kini semakin fleksibel, namun warisan keta’atan dan kepatuhan dalam menjalankan perintah agama tidak lekang dimakan zaman. Dou Mbojo sampai sekarang masih menjunjung tinggi budaya maja labo dahu (malu dan takut). Malu dan takut ini bukan berarti orang Bima pemalu dan penakut dalam bergaul, tetapi malu dan takut kalau kita berbuat salah dalam hubungan kita sesama manusia dan hubungan vertikal dengan Yang Maha Kuasa.

Walaupun tidak terang-terangan menyatakan diri sebagai daerah yang menerapkan syariat islam, Pemerintah Bima sejak beberapa tahun yang lalu telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang mendukung terciptanya peningkatan iman dan taqwa masyarakatnya. Beberapa program seperti pembumian Al-Qur’an dan Jum’at Khusuk terbukti berhasil dalam tataran aplikasinya dan berbuah positif dalam menunjang IMTAQ masyarakat, bahkan pada beberapa wilayah di Bima, bahkan anomo masyarakat dalam beribadah seringkali menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Seperti yang diangkat oleh salah satu situs pemberitaan beberapa hari yang lalu:

Desa Cenggu Kecamatan Belo ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) penerapan Jumat Khusu oleh pemerintah Kecamatan Belo. Bagi warga yang tidak shalat Jumat beberapa kali, akan dijemput dengan keranda mayat.
Camat Belo, Sudirman, SE, mengatakan, sejak ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2002 tentang program Jumat Khusu, pemerintah Kecamatan Belo sudah merespons dengan membuat keputusan setiap desa wajib melaksanakan program itu. Dari delapan desa di Kecamatan Belo, Cenggu dinilai optimal menerapkan program itu.
Bahkan, kata Sudirman, setahun setelah Perda tersebut atau 2003 lalu, pemerintah Desa Cenggu telah membuat peraturan untuk mengamankan Perda, setiap warga yang laki-laki wajib shalat Jumat. Kesepakatan itu melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari ketua RT, ketua RW, tokoh masyarakat,  tokoh agama, dan Muspika. “Warga sepakat untuk menerapkan hukum sosial bagi warga yang kedapatan tidak shalat Jumat,” katanya di Cenggu, Sabtu (12/4) lalu.
Apa bentuk hukuman sosial yang diterapkan? Dijelaskan Sudirman, setiap Jumat warga didata oleh masing-masing ketua RT, mereka diingatkan agar shalat Jumat. Bagi warga yang tidak shalat, tidak akan dibantu ketika mengadakan hajatan atau kegiatan lainnya.
Bahkan, katanya, bagi warga yang tidak melaksanakan shalat hingga tiga atau empat kali akan dijemput dan diarak keliling desa dengan keranda mayat. Hukuman sosial yang disepakati itu sangat efektif, sehingga tidak ada warga yang tak Jumatan.
Meski hukuman sosial tersebut telah lama diterapkan, namun hingga saat ini belum ada warga yang kedapatan tidak shalat Jumat. “Biasanya, pemerintah desa setempat memanfaatkan kaum perempuan untuk mendata kaum lelaki yang tidak shalat,” katanya

Kutipan diambil dari Sumbawanews dengan judul “Jika tak Shalat Jumat, akan Dijemput dengan Keranda Mayat”

Permalink 7 Komentar

Rawa Mbojo (Lagu daerah Bima) part 2 (terupdate)

Maret 21, 2008 at 5:57 pm (lagu, mbojo, rawa) (, , , , , )

Heheh…. setelah beberapa lama tidak posting lagu, akhirnya kesampean juga keinginan saya mengupload lagu. Kali ini saya ingin membayar utang saya pada rekan-rekan pecinta rawa Mbojo, yang dalam postingan lagu pertama saya, saya pernah berjanji membagi koleksi di hardisk saya. Rencananya sih, dari dulu saya mau upload, tapi apalah daya, bandwith internet saya gak sanggup kalo upload mp3. Jadi untuk menguploadnya saya harus ke warnet, sekaligus refreshing karenacapek, ngenet dikamar, hihiiihihihi…….. Rencananya juga saya mau upload 3 album, yaitu AAN Saputra, Albumnya Kapenta wadu, dan terakhir, satu album lagi lagu campuran. Tapi ternyata gak kesampean juga soalnya dengan satu file mp3 berukuran rata rata 4 MB, 3 album saya rasa mustahil…. jadi, link link lagu dibawah ini merupakan pilihan pribadi saya yang sempat di upload, heheh…..

AAN S -Rimpu Colo Cili.MP3 File 4.81 MB
AAN S -Darmaga Mbojo.MP3 File 3.6 MB
AAN S -Mori di Rasa Dou_2.MP3 File 4.46 MB
AAN S -Mori Kese.MP3 File 4.46 MB

Album campuran:

Lopi Penge.mp3 File 5.1 MB
HAJU JATI.mp3 File 820.92 KB
kambali mbojo mantoi.wma File 2.33 MB
lamba rasa.MP3 File 8.61 MB
Lingi Ade.MP3 File 6.96 MB

Yup, itu saja dulu untuk kesempatan ini…. Postingan link lagu sebelumnya (mbojo klasik) bisa didapatkan disini. makasih atas commentnya

11/07/2008: Tambahan Upload sebuah lagu yang baru didapat, judulnya gak tau, alirannya R&B, plesetan dari lagunya Virus Cinta nya Dewi Dewi. Ada Juga mp3 Hamdan ATT yang judulnya Intan (ana Ibu Dija) :D

Check This Out:

BONGGE-AJUS..AJUS..AJUS.rar 2.64 MB Download Ta Ake

HamdanATT-Intan.rar 2.64 MB Download Ta Ake

Permalink 25 Komentar

Rawa Mbojo (Lagu daerah Bima)

Januari 27, 2008 at 3:34 am (lagu, mbojo, rawa) (, , , , )

Menyebarkan Lagu, atau segala kreasi cipta orang tanpa meminta izin atau lisensi dari yang berhak, saya sadari sebagai sebuah pembajakan hak cipta. Tapi banyak orang yang membutuhkan lagu-lagu daerah untuk bernostalgia, mengingat kenangan dan nuansa daerah sendiri, sekaligus memperkenalkan heritage daerah Bima keseluruk pelosok dunia. Semoga niat saya dapat diamaklumi dan bermanfaat bagi kita semua.
Kumpulan lagu daerah bima yang ingin saya bagi pada semua saudaraku pecinta Rawa Mbojo sebenarnya banyak, tapi pada kesempatan ini, biarlah satu album dulu. Lainnya menyusul. Ingat, Link dibawah ini valid setidaknya sampai 3 bulan sejak tanggal penulisan, kalaupun nanti expired atau semacamnya, saya akan update lagi linknya.

Daftar Lagu:


01 Jaledo.mp3

02 Latima.mp3
03 Lao tonggu fare.mp3
04 Nasi kodo dae.mp3
05 Ngahi rawi pahu.mp3
06 Ngahi ra sake.mp3
07 Sodi angi.mp3
08 Cina ra angi.mp3
09 Wadu tanda rahi.mp3
10 La jei.mp3

klik disini untuk upload lagu daerah bima yang lebih baru (AAN Saputra, dan album campuran)

Permalink 52 Komentar