Ketenangan hari ini terusik dengan terdengarnya kabar kampus memanas. Sepupuku yang berkuliah di Fakultas Mipa menelpon, memanyakan kabar saya. Dia mengira saya ikut bergabung dalam kerumunan mahasiswa yang saling melempar di pelataran kampus. Padahal, seharian saya di kamar, istirahat karena semalam suntuk begadang, bersama rekan rekan di Kopma menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Sepupuku berkata, dia seakan-akan terjebak dalam ruangan kuliah, dimana di lantai bawah dua kubu yaitu dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi saling melempar batu dan berteriak sambil memaki.
Segera saya masuk ke kampus memastikan keadaan, Gedung POMD tampak lengang, hanya beberapa teman sedang asyik maen domino. Hmm…. tidak salah lagi, anak-anak pasti sudah bergerak ke lokasi biasa, jalur gaza, sebuah daerah yang memisahkan fakulta-fakultas eksakta dengan non eksakta. Seperti tradisi, daerah itu selalu menjadi langganan tawuran tiap tahun.
Tawuran di Unhas bukan barang baru, sejarah kelam kampus merah mencatat tawuran sebagai keyword yang paling mudah dicari dalam arsip tahunan dunia kemahasiswaan. Bukannya mau menafikan mengenai pencapaian mahasiswa pada bidang selain itu, tapi tawuran memang seakan akan menjadi label ketika kita berbicara tentang mahasiswa Unhas.
Baca entri selengkapnya »
Permalink
8 Komentar
Ini poto, idenya berawal dari bertemunya saya dengan bang Gueparah dalam imajinasi saya. Dikisahkan Che memakai pakean militer kebesarannya dengan bersyal biru. menghampiri saya dan mengajak berbincang bincang mulai masalah koneksi wireless saya yang putus nyambung, pujaan hati nan jauh disana (juga kadang kayak sinyal wireless, putus nyambung), dan masalah sehari hari yang sifatnya off the record.
Dan akhirnya pembahasan dialihkan pada masalah revolusi yang harus di lanjutkan, beliau berkata “coba anda berada pada posisi saya waktu itu, berjuang melawan Goliath yang bersenjata lengkap, namun tak sedikitpun saya dan anak buah waktu itu gentar. semua dilakukan atas nama revolusi, jiwa dan raga siap di korbankan. Tapi lihat sekarang, anak-anak muda telah diracuni makanan cepat saji yang mengalir membusukkan pembuluh darahnya. kepala dicekoki dengan mantra-mantra MTV dan gaya hidup pop. Sampai lupa dia kalau nasi lah makanan pokoknya. Coba kamu dan anakmuda seusiamu berada pada posisi saya pada momen pergerakan revolusi dulu, kau pastinya mati duluan, terkencing-kencing sebelum peluru musuh menyambar badan mu!!!”.
Sampai akhirnya, tibalah gilirannya saya berbicara. “Che, ini jaman sudah berubah, perjuangan memang harus diteruskan, tapi peluru bukannlah satu satunya jalan. Anda ingin bertukar masa, adalah sesuatu yang mustahil. Tapi kalau bertukar kepala, dengan kecanggihan teknologi, kepala anda bisa nempel di badan saya”.

Permalink
3 Komentar
Hujan yang turun beberapa hari ini bikin gw keder. Kostsan ku yang dijuluki benteng takeshi hampir kebanjiran. pagi ini gw gak bisa tidur, sejak subuh hingga pagi hujan tambah deras. status kost dinaikkan dari aman jadi Siaga 1, dari satu centi lagi, air bakal masuk kamar, rak buku paling bawah sudah di amankan.
Langit pagi ini semakin gelap, seperti senja hari. Mudah mudahan gak hujan, biar air bisa surut.
Permalink
Tidak ada Komentar