Everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you're climbing it...! Sudahkah Anda membaca Berita Bima Hari Ini?

Bencana Ekologis Menanti Sail Komodo 2013

September 14, 2013 7 komentar

Medio bulan September ini Indonesia khususnya pada wilayah Kepulauan Nusa Tenggara disibukkan dengan berbagai even akbar internasional. Sebut saja pegelaran Miss World 2013 dan APEC Summit di Pulau Dewata Bali juga kegiatan maritim ‘Sail Komodo 2013′ yang puncaknya dipusatkan di Labuan Bajo Provinsi NTT.

Bangkai Penyu (ilustrasi)

Bangkai Penyu (ilustrasi)

Terlepas dari kepentingan promosi pariwisata yang akan mengangkat nama Pulau Komodo di mata dunia, even yang terakhir disebutkan tidak ayal akan menyisakan permasalahan ekologis yang semestinya diantisipasi oleh pemerintah dan penyelenggara acara. Baca selengkapnya…

PENERIMAAN CPNS KABUPATEN SUMBAWA BARAT 2013

September 9, 2013 2 komentar

INFO PENERIMAAN CPNS SUMBAWA BARAT 2013

PENGUMUMAN
NOMOR : 800/250/BK-DIKLAT/2013

Berdasarkan Keputusan Bupati Sumbawa Barat Nomor: 249/810/BK-DIKLAT/2013 Tanggal 6 September 2013 tentang Penetapan Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2013, dengan ini diumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam Tahun Anggaran 2013 menyediakan Formasi Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Daerah dengan kebutuhan sesuai jabatan, kualifikasi pendidikan, dan alokasi (terlampir), khusus Kualifikasi dan alokasi sebagai berikut:

- S1 PGSD (48)
– S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer/S1 TIK (Komputer)/Manajemen Informatika dan A IV (3)
– S1 Pend Teknik Otomotif/S1 Teknik Otomotif dan A IV (2)
– S1 Pend Teknik Mesin/S1 Teknik Mesin dan A IV (3)
– S1 Pend Teknik Bangunan/S1 Teknik Sipil dan A IV (1)
– S1 Pend Peternakan /S1 Peternakan dan AIV (1)
– S1 Pend Administrasi Perkantoran/S1Administrasi Perkantoran dan A IV (1)
– S1 Pend Budidaya Perkebunan/S1 Budidaya Tanaman Perkebunan/S1 Budidaya Pertanian dan AIV (1)
– Dokter spesialis Anestesi (1)
– Dokter Spesialis radiologi (1)
– Dokter Umum (8)
– Dokter Gigi (1)
– S1 Keperawatan + NERS (12)
– S1/D4 Kebidanan (3)
– D3 Kebidanan (2)
– D3 Radiologi (1)
– D3 Teknik Elektromedis (1)
– D3 Fisioterapi (1)
– S1/D4 Anestesi (1)
– D3 Perawat Gigi (1)
– Apoteker (1)
– S2 Manajemen Rumah Sakit (1)
– S1 Pertanian (2)
– S1 Peternakan (3)
– S1 Pariwisata (2)
– S1 Kesehatan Masyarakat (4)
– SLTA (Khusus Atlet berprestasi) (1)

PERSYARATAN PELAMAR
1. Warga Negara Indonesia
2. Usia
a. Usia paling rendah 18 (delapan belas) tahun dan paling tinggi 35 (tiga puluh lima) tahun pada tanggal 1 Januari 2014;
b. Usia lebih dari 35 (tiga puluh lima) tahun dan paling tinggi 40 (empat puluh) tahun pada saat pelamaran, bagi yang bekerja pada instansi atau lembaga swasta yang berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional paling kurang 5 (lima) tahun pada 17 April 2002. (mengabdi sejak dari tanggal 17 April 1997 s.d sekarang);
3. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil/Pegawai Negeri;
4. Tidak berkedudukan sebagai anggota atau pengurus partai politik;
5. Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil atau pegawai swasta;
6. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap;
7. Berijasah Negeri/swasta:
a. Ijasah yang diakui/dihargai adalah Ijasah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Negeri dan/atau Ijasah yang diperoleh dari Sekolah atau Perguruan Tinggi Swasta yang telah terakreditasi dan/atau telah mendapat ijin penyelenggaraan dari Menteri yang bertanggung jawab dibidang pendidikan Nasional, atau pejabat lain yang berdasarkan peraturan perundang-undangan berwenang menyelenggarakan pendidikan.
b. Ijasah yang diperoleh dari perguruan tinggi swasta setelah berlakunya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 184/U/2001 tentang Pedoman Pengawasan, pengendalian, dan Pembinaan Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana di Perguruan Tinggi, yang belum tercantum ijin penyelenggaraan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan atau pejabat lain yang berdasarkan peraturan perundangundangan berwenang menyelenggarakan pendidikan, harus melampirkan surat keterangan/ pernyataan dari pimpinan perguruan tinggi.
c. Pengesahan ijasah/STTB/transkrip nilai/akta mengajar dilakukan oleh pejabat yang berwenang sesuai Peraturan Kepala BKN Nomor 11 Tahun 2002.

KETENTUAN PENDAFTARAN
1. Pendaftar melakukan registrasi online pada tanggal 10 s.d 23 September 2013 di registrasi nasional BKN dengan alamat http://sscn.bkn.go.id (petunjuk registrasi
online terlampir);
2. Setelah melakukan registrasi online, pelamar wajib mengirimkan dokumen lamaran dengan kelengkapan sebagai berikut:
a. Hasil cetak (print out) Kartu/Tanda Bukti Pendaftaran CPNS Tahun 2013 (hasil registrasi online);
b. Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani sendiri oleh pelamar sebanyak 1 (satu) lembar serta bermaterai Rp. 6.000, ditujukan kepada Bupati Sumbawa Barat (sesuai format terlampir);
c. Fotocopy sah Ijasah/STTB dan transkrip nilai serta Akta Mengajar bagi jabatan guru yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan, sebanyak 1 (satu) lembar;
d. Pas photo berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 (dua) lembar dan ukuran 3 x 4 cm sebanyak 4 (empat) lembar. Dibalik pas photo ditulis nama dan tanggal lahir sesuai yang tertulis di dalam ijasah;
e. Surat Pernyataan bermaterai Rp. 6000,- (contoh terlampir) yang memuat tentang:
1. bersedia melaksanakan tugas pada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat paling singkat 10 (sepuluh) tahun, apabila diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil;
2. bersedia ditempatkan pada Unit Kerja di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, apabila diterima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil;
f. Fotocopy KTP Republik Indonesia;
g. Bagi Jabatan Pelatih Olahraga melampirkan fotocopy bukti perolehan medali atau surat keterangan/pernyataan dari pejabat yang berwenang bahwa yang bersangkutan benar memperoleh medali sesuai dengan yang dipersyaratkan;
h. Dalam surat lamaran harus menyebutkan jabatan yang akan dilamar;
i. Bagi yang berusia lebih dari 35 tahun sampai dengan 40 tahun dan mempunyai masa kerja pengabdian pada instansi pemerintah/lembaga swasta yang berbadan hukum sesuai PP Nomor 11 Tahun 2002, harus melampirkan fotocopy sah surat keputusan/bukti pengangkatan pertama sampai dengan terakhir.
3. Surat lamaran beserta kelengkapannya dikirim melalui Kantor Pos; Ditujukan kepada BUPATI SUMBAWA BARAT di sebelah kiri atas amplop lamaran ditulis “LAMARAN BEKERJA” dan NAMA JABATAN YANG DILAMAR (sebagaimana contoh terlampir), dengan ketentuan warna map:
a. Tenaga Guru : Merah
b. Tenaga Kesehatan : Hijau
c. Tenaga Teknis lainnya : Kuning
4. Dokumen lamaran diterima panitia pengadaan CPNS paling lambat 23 September 2013 Stempel Pos.

PELAKSANAAN SELEKSI
1. Seleksi Administrasi adalah seleksi dokumen/ berkas lamaran sesuai dengan surat lamaran jabatan dan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan serta kelengkapan
berkas lainnya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang tercantum dalam pengumuman ini.
a. Peserta yang dinyatakan Memenuhi Syarat seleksi administrasi berhak mengambil Kartu Tanda Peserta;
b. Kartu Tanda Peserta dapat diambil sesuai jadwal yang akan ditentukan kemudian di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Sumbawa Barat dan wajib dibawa pada saat mengikuti ujian seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD).
2. Seleksi Akademik
Tes Kompetensi Dasar (TKD)
a. Tes Kompetensi Dasar yaitu tes yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan,Tes Intelegensi Umum dan Tes Karakteristik Pribadi. ( COn5toh Soal TKD untuk Kab Sumbawa Barat bisa didapatkan di http://tryout.cpnsonline.com)
b. Tes Kompetensi Dasar (TKD) akan dilaksanakan pada tanggal 3 Nopember 2013.
c. Waktu pelaksanaan Tes Kompetensi Dasar pukul 07.30 Wita sampai selesai.
d. Tempat pelaksanaannya akan menggunakan sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat.

Taliwang, 9 September 2013
BUPATI SUMBAWA BARAT,
Ttd.
Dr. KH. ZULKIFLI MUHADLI, S.H.,M.M.

Lampiran:
* Info lengkap : https://docs.com/VNKD

Begini Cara Posting WordPress Dengan Menggunakan Smartphone Blackberry

Agustus 21, 2013 5 komentar

Terkadang dalam kondisi tertentu kita memiliki keterbatasan dalam mengakses website/blog kita secara langsung. Dengan kelebihan kepraktisannya, perangkat genggam seperti smartphone maupun menjadi pilihan yang tepat untuk tetap terhubung dengan dunia maya.

Nah, postingan ini merupakan postingan pertama saya dari perangkat Blackberry. Dalam hal ini, saya menggunakan apliklasi WordPress for Blackberry yang saya miliki.

Dengan mempergunakan aplikasi seperti itu, kita diberikan tiga pilihan koneksi yaitu blog gratisan wordpress.com, blog kita yang dihosting dari server wordpress.com, dan opsi ketiga untuk menghubungkan ke website yang kita posting sendirim

Fitur dan tampilannya pun tidak banyak yang berbeda. Keribetan Dashboard wordpress diwakilkan dengan menu-menu penting sederhana yang dapat memungkinkan kita membuat/mengedit berita, melihat statistik pengunjung, mengatur komentar, pengaturan blog, dan banyak hal lainnya.

Hanya saja yang saya rasakan, dengan menggunakan aplikasi ini interaksi kita dalam dapur wordpress menjadi lebih lambat. Wajar saja aplikasi ini setiap kali dibuka akan meload seluruh data dashboard sehingga ketika menu dibuka satu-persatu akan menjadi lebih cepat karena tersimpan secara lokal.

Selain itu aplikasi ini mutlak membutuhkan kestabilan jaringan internet untuk menopang konektivitas data yang tinggi.

Salah satu kelebihan yang saya senangi dari aplikasi ini adalah kemampuan untuk menyimpan draft tulisan secara offline sebelum kita memutuskan untuk menerbitkannya. Praktis bukan?

Perkaya Jiwa Dengan Traveling

Juni 14, 2013 3 komentar

Malam ini saya berkunjung ke Youtube. Untungnya, walaupun jam segini dia masih buka, ya sudah saya masuk saja :mrgreen: Beberapa video yang pernah saya posting, saya putar ulang. Termasuk diantaranya beberapa video perjalanan saya dan teman-teman mengunjungi beberapa pantai menarik di Bima.

Melihat kembali beberapa dokumentasi penjelajahan yang pernah saya lakukan membuat perasaan rindu untuk kembali bertualang. Menggelar perjalanan-perjalanan kecil menyusuri aneka ragam kondisi medan dan bertemu hal-hal baru, begitu menggoda untuk dilakukan lagi.

Hasrat ingin tahu dan bertemu dengan hal-hal baru salah satunya bisa dilakukan dengan ber-traveling. Kendati kita bisa saja menjelajahi setiap sudut dunia maya, melihat gambar atau membaca tulisan orang lain yang melakukan traveling, tentunya hal ini tak dapat menggantikan sensasi jika mengalami sendiri pengalaman bertualang itu.

Apalagi, melakukan perjalanan selain menambah pengalaman, juga sarat dengan nutrisi yang bisa memperkaya jiwa kita. Bagaimana tidak, berada di tempat yang jauh dari zona kenyamanan, bersatu dengan alam, sendiri di tempat yang belum terjamah membuat kita mengalami sensasi-sensasi yang sebelumnya mungkin tak pernah dirasakan.

Sengsara Membawa Nikmat

Jalan rusak menuju destinasi, terkadang merupakan destinasi itu sendiri

Jalan rusak menuju destinasi, terkadang merupakan destinasi itu sendiri

Ada kalanya kita mengalami kesulitan di perjalanan atau di tempat yang kita tuju. Kendaraan mogok, jalan rusak, tersasar, lupa bawa bekal, atau melewati tempat yang menyeramkan misalnya. Tantangan-tantangan ini biasa terjadi bagi orang yang bepergian, tentunya dengan persiapan yang matang tentunya hal ini bisa dihindari.

Minimal kita harus memperkaya informasi mengenai tempat yang hendak kita tuju maupun persiapan yang harus kita lengkapi sebelum kita memutuskan untuk memulai perjalanan. Dan biasanya, dengan melakukan perjalanan bersama banyak orang, kesulitan-kesulitan itu tak akan begitu payah dirasakan, bahkan bisa menjelma menjadi keasyikan tersendiri untuk diceritakan nantinya.

Team CLBK di lokasi survey

Semua beban akan sirna ketika tiba di tujuan

Menggelar acara berkemah di tempat terbuka, seperti pantai atau gunung juga memiliki nilai tersendiri. Dekat dengan alam semesta, tentunya akan semakin lebih mendekatkan diri dengan tuhan, begitu salah seorang temanku pernah berkata. Berada jauh dari hiruk pikuk dan keramaian kota, membuat kita merasa kecil di tengah semesta. Desiran angin dingin gunung dan nyanyian ombak menjadi pelipur lara yang efektif untuk para manusia yang hendak lepas dari kepenatan bekerja. Begitu pula dengan keindahan panorama alam serta keunikan tempat-tempat yang kita kunjungi, beratnya perjalanan akan terlupakan dengan sendirinya digantikan dengan ketakjuban yang menjadi hiburan.

Kenikmatan itu tentunya bisa didapatkan dengan mengunjungi sejumlah tempat yang direferensikan untuk dikunjungi. Namun sejumlah catatan traveling yang banyak beredar di jagat maya masih miskin menceritakan objek perjalanan di Bima. Para traveler lokal tentunya sudah mahfum dengan sejumlah destinasi andalan di liar daerah, namun pertanyaannya, sudahkah anda menelusuri daerah kita sendiri?

Tak Perlu Jauh-Jauh ke Luar Daerah

Memandang ke arah selatan, Kota Bima sedang bertumbuh

Memandang ke arah selatan, Kota Bima sedang bertumbuh

Traveling tak harus dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat yang jauh. Tak perlu keluar kota, di sekitar tempat tinggal kita tentunya masih banyak tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi. Atau kita bisa saja mendatangi tempat yang pernah kita kunjungi semasa kecil, sekaligus bernostalgia dengan kenangan-kenangan lampau. Aku pernah mengunjungi bukit kecil yang berdiri tepat depan rumah dan membuat catatan untuk itu.

Untuk Kota Bima sendiri, beberapa tempat yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi diantaranya: Kompleks istana dan masjid kesultanan Bima, Pelabuhan Bima, Komplek pekuburan kesultanan (Dana taraha dan Tolo Bali), Museum Samparaja. Selain itu sentra kerajinan tenun tradisional di Kelurahan Rabadompu, Ntobo, dan Kendo juga layak masuk dalam destinasi yang harus anda kunjungi.

Lebih jauh lagi dari pusat kota, pecinta pantai dan laut bisa mengunjungi pesisir Ule-Kolo. Disana banyak spot menarik untuk mandi laut atau sekedar berfoto. Untuk yang memiliki perangkat selam seperti snorkel ataupun scuba diving, di ujung barat Kolo ada pantai yang bernama So Numbe yang masih kaya dengan panorama bawah air.

Bosan ke pantai?, masih dalam wilayah kota anda bisa bertualang bersama rekan mendaki puncak Pundu Nence. Beberapa jam pendakian dari Kelurahan Lelamase anda akan tiba di bukit yang memiliki pemandangan indah ke arah kota dan Kabupaten Bima. Dirikanlah tenda dan habiskan malam mengelilingi api unggun, saya yakin pengalamannya tak akan terlupakan.

Dekat di Luar Kota Bima

Snorkeling di Oi Fanda

Snorkeling di Oi Fanda

Ingin lebih jauh lagi? Kunjungi Oi Fanda dan dua pantai di dekatnya, kita hanya butuh tak lebih dari satu setengah jam untuk sampai kesana.  Lebih ke arah utara lagi, kita bisa saja melanjutkan ke pantai Sanosu atau bercengkerama dengan ular-ular laut yang jinak di Pulau Ular dan Pantai Oi Caba Kecamatan Wera. Untuk yang masih punya waktu dan tertantang dengan pengalaman lebih, bisa saja melanjutkan perjalanan pada jalur yang sama. Menuju Sape dengan terlebih dahulu singgah di Pantai Toro Wamba yang berpasir putih.

Masih di Sape, tak jauh dari pelabuhan terdapat sebuah pulau yang dihuni oleh penduduk Suku Bajo (Bajau) yang merupakan pendatang dari Sulawesi. Aku visualisasikan pantai disana merupakan perpaduan pantai di Belitung yang bercadas dan berbatu besar. Pasirnya pun putih dengan air yang jernih. Para pecinta fotografi saya yakin akan menemukan surganya disana. Panorama pantai, maupun keseharian anak-anak suku bajo yang bersaudara dengan laut, saya rasa terlalu berharga untuk dilewatkan oleh jepretan kamera.

Sedikit Lebih Jauh di Pelosok Bima

Perkampungan nelajan bako di bajo Pulau - Sape

Perkampungan nelajan bako di bajo Pulau – Sape

Sedikit lebih jauh ke timur Kecamatan Sape, di Kecamatan Lambu terdapat pantai Papa yang eksotis. Jalur jalan yang sudah teraspal bagus membuat anda tiba dalam setengah jam dari Sape. Ingin mencoba track yang lebih ekstrim? cobalah ke Baku. Daerah transmigrasi yang jarang disebut ini konon menyimpan keindahan panorama pantai yang unik. Ganggang-ganggang dan tumbuhan laut membuat karang di sepanjang pantai yang berjarak 2 jam dari Sape ini memukau mata. Hanya saja akses jalan yang masih berbatu membuat tempat ini sulit untuk didatangi dengan menggunakan kendaraan. Penulis sendiri belum pernah kesana, namun tak sabar untuk membuktikannya.

Ke arah selatan kota, berkendara selama satu atau dua jam bisa saja membawa anda ke sejumlah tempat menarik. Saya merekomendasikan anda mengunjungi perkampungan tradisional di Sambori yang bisa dicapai dengan menempuh jalur ke arah timur dari perempatan Talabiu. Jika anda beruntung, gambaran masyarakat tradisional bima yang agraris bisa ditemukan disana lengkap dengan ragam kesenian dan budaya daerah. Tempat ini berada di pegunungan yang sekarang relatif lebih mudah dijangkau dengan kondisi jalan yang bagus.

Tempat yang sejenis bisa ditemukan di pegunungan Donggo. Di pegunungan yang ada di seberang barat Kota Bima ini, selain desa adat kita bisa menggelar kegiatan napak tilas dengan mendatangi sejumlah objek wisata sejarah. Kunjungi juga peternakan kuda tradisional di Donggo Mpili, niscaya anda akan menemukan susu kuda liar yang dipercaya berkhasiat untuk kesehatan.

Sementara pada bagian pesisirnya, di Kecamatan Soromandi dapat kita temui prasasti sejarah Wadu Tunti yang merupakan tonggak catatan sejarah Daerah Bima. Deretan pantai yang eksotis juga bisa menjadi hiburan menarik jika anda memutuskan mengunjunginya. Adapula puing-puing benteng Asakota yang pernah berdiri tegak melindungi Kesultanan Bima dulu dari serangan bajak laut dan Belanda.

Sementara pada musim kemarau, akses jalan menuju puncak Pulau Kambing konon terbuka. Menurut teman-temanku yang pernah kesana, hamparan ilalang di pulau kecil itu begitu indah ketika berpadu dengan laut Teluk Bima. Kita bisa bebas memandangi teluk Bima dari segala penjuru di puncak Doro Nisa (pulau Kambing). “Pulau kecil yang dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dari pelabuhan bima itu harus dicoba sendiri,” ujarnya.

Masih kategori berjarak tak terlalu jauh dari Kota, jangan lewatkan mengunjungi deretan pantai selatan. Pantai Wane, Rontu, Woro, Pusu, dan Tamandaka merupakan beberapa nama yang kerap disebut oleh pecinta traveling lokal. Sayangnya dari nama-nama itu, baru pantai Rontu yang pernah saya datangi. Pantai ini berombak besar dengan hamparan pasir putih khas pantai-pantai laut selatan Indonesia. Jikalau ingin mencari padanannya dengan pantai terkenal lainnya, karakteristiknya mirip pantai Kuta di Bali atau pantai Lakey di Dompu yang menjadi primadona para bule peselancar. Insya Allah pantai-pantai selatan lainnya yang berlokasi di tiga kecamatan berbeda ini satu persatu akan saya datangi.

Lebih Jauh Lagi….

Jika dua kategori diatas saya urut berdasarkan jarak, maka pada bagian terakhir ini saya ingin menyajikan menu-menu perjalanan yang terbilang cukup jauh dari kota Bima. Di Kabupaten Bima, Kecamatan yang paling jauh adalah Kecamatan Sanggar dan Tambora. Sesi ini secara khusus mengangkat sejumlah destinasi di dua kecamatan itu yang sayang untuk dilewatkan.

Dalam suatu kesempatan saya pernah mengunjungi dua Kecamatan itu sekaligus. Untuk mencapai Sanggar kita membutuhkan waktu tiga hingga empat jam berkendara. Di Kecamatan yang pernah memiliki kerajaan sendiri ini, terdapat kompleks pemakaman kerajaan yang terletak di pusat kota Kore. Ada pula pelabuhan kecil yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat setempat, aktivitas nelayan yang mungkin harus anda saksikan. Ada juga Oi Tampiro, pemandian alami air tawar yang berlokasi di pesisir Piong.

sekali-kali TS nampang narsis

sekali-kali TS nampang narsis

Sementara menyusuri jalur lingkar utara menuju Tambora, panorama khas Sabana dan kehidupan satwa liar pernah saya angkat disini. Oi Marai, sebuah sungai yang bersih dan asri dengan air terjun yang tak kalah cantiknya menanti tapak kaki kita. Selain alam, sejumlah desa transmigran sepanjang perjalanan memiliki keunikan tersendiri. Terdapat sebuah desa yang isinya transmigran Bali di Desa Oi Bura, dekat jalur pendakian Tambora. Ada pula kebun kopi peninggalan Belanda di desa yang sama yang begitu unik. Dan tentunya bagi pecinta gunung bisa merasakan pengalaman mendaki gunung yang pernah menggelap-gulitakan daratan eropa ini.

Itulah beberapa mozaik keindahan Bima yang bisa saya hadirkan. Tentunya masih banyak lagi tempat yang belum terekspos dalam tulisan. Ia menungguku atau siapa saja untuk menceritakannya. So, tunggu apa lagi? Sebelum berpetualang ke luar daerah, tak ada salahnya mendatangi tempat-tempat menarik di daerah sendiri. Kunjungi mereka dan ceritakan pengalamanmu…

Sebenarnya Anda Cukup Beruntung Jika Dibandingkan Dengan…

Maret 31, 2013 1 komentar

Kawanku, jika saja seluruh penduduk di bumi ini bisa diwakilkan dengan 100 orang saja, atau seluruh populasi manusia berkurang hingga menjadi sebuah desa berpenduduk hanya 100 orang, seperti apakah profil desa kecil yang heterogen ini?

Ilustrasi

Ilustrasi

Jika seluruh perhitungan rasio kependudukan dianggap masih berlaku, Phillip M. Harter, M.D., seorang Professor  di Fakultas Kedokteran Stanford University Amerika Serikat mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Berikut jawabannya mengenai komposisi 100 jiwa pada desa kecil itu:

  • 57 orang Asia
  • 21 orang Eropa
  • 14 orang berasal dari belahan bumi sebelah barat
  • 8 orang Afrika
  • 52 perempuan
  • 48 laki-laki
  • 80 bukan kulit putih
  • 20 kulit putih
  • 89 heteroseksual
  • 11 homoseksual
  • 6 orang memiliki 59% dari seluruh kekayaan bumi, dan keenam orang tersebut seluruhnya berasal dari Amerika Serikat.
  • 80 orang tinggal di rumah-rumah yang tidak menenuhi standard
  • 70 orang tidak dapat membaca
  • 50 orang menderita kekurangan gizi
  • 1 orang hampir meninggal
  • 1 orang sedang hamil
  • 1 orang memiliki latar belakang perguruan tinggi
  • 1 orang memiliki komputer

Sekarang mari kita renungkan analisa Hartner dan simak hal-hal berikut ini :

  1. Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki banyak makanan dan dapat membaca — maka anda adalah bagian dari kelompok terpilih dan lebih kaya dari 75% penduduk bumi yang lain.

  2. Jika anda memiliki rumah yang baik, memiliki banyak makanan , dapat membaca, memiliki komputer –maka anda adalah bagian dari kelompok elit.

  3. Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat — anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin yang mungkin tidak dapat bertahan hidup hingga minggu ini Baca selengkapnya…

Inilah Realitas Kabanta, Terimakasih Telah Terus Terjaga

Januari 21, 2013 6 komentar

Kontur daerah Bima bervariasi, deretan gunung dan bukit menjulang dengan dikelilingi laut yang indah tentunya bukan tempat yang mudah untuk ditelusuri. Dengan medan yang begitu rupa, keasrian dan kecantikan pemandangan alam akan terjaga sekaligus kehidupan masyarakat setempat juga tersisihkan pembangunan akibat sulitnya akses mereka menuju dunia luar. Ironis bukan? tetapi inilah uniknya Bima….

Perjalanan kami pada hari Kamis (17/1/2013) membawa aku mendatangi beberapa puncak yang menawan di Kota dan Kabupaten Bima. Rencanaku dan Dedi hari itu adalah membawa dua orang crew Trans7, presenter program Indonesiaku Miladia Rahma (Mila) dan Gion sang kameramen untuk melakukan liputan di sejumlah tempat diantaranya: Kabanta, Wawo, dan Donggo.

Mereka ingin mengangkat potret masyarakat terpencil dalam programnya, dan hari sebelumnya kami sudah selesai dengan liputan masyarakat nelayan di Songgela dan para pemecah batu di Kelurahan Waki Kota bima.

Kabanta, Puncak Pertama

Menuju tempat pertama, kami harus banyak melakukan perencanaan. Akses jalan mendaki dengan bebatuan dan lumpur menjadi tantangan tersendiri yang sudah kami prediksi sebelumnya. Aku pun menyarankan tim meninggalkan mobil Toyota Avanza yang sejak hari pertama dipakai meliput di Kota Bima.  Mobil diparkir rapi di Kelurahan Kendo, tempat ‘beraspal bagus’ terakhir sebelum Kabanta, sedangkan kami berempat menggunakan sepeda motor.

Kami harus berangkat pagi, bersama rombongan guru-guru MIN Al-Ikhlas yang ‘ikhlas’ menjadi host kami. Mereka bergabung dengan kami di tanjakan pertama, sekitar 3 km arah selatan Kendo. Sepertinya sedari pagi mereka sudah menunggu rombonganku yang suka kesiangan… :)

Saya membonceng Mila, sementara Dedi melaju bersama Gion dan ransel besar berisi kamera di punggungnya. Sementara rombongan guru-guru MTS dan penduduk setempat itu telah menghilang dari pandangan. Mesin sepeda motorku meraung keras di tanjakan menuju Kabanta pada pukul 7.15 pagi itu. Karena beberapa ratus meter telah diaspal, jalur terjal pertama itu mudah saja kami lewati.

Medan selanjutnya menjadi lebih menantang, batu-batu seukuran kepalan jari berserakan sepanjang lintasan yang mendaki itu. Terkadang pula kami harus rela bergesekan dengan semak, melaju di pinggir jalan akibat jalur tengah berlumpur atau terhadang batu besar.

Sepanjang perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan yang memukau mata. Hijaunya bukit-bukit dimusim penghujan seakan mengapus penat kami seketika. Dinamika warga setempat yang menuju huma dan ladang, pria-pria beruban yang memikul dua jerigen air, dan ibu-ibu yang menjunjung benih padi di sepanjang perjalanan menambah warna rute kami.

Dan karena skill berkendara ku cukup akrab dengan medan seperti itu, sekitar 20 menit kemudian tibalah kami di Kabanta.

suasana kelas MTS Al-Ikhlas Kabanta kota Bima

Selamat datang di Kabanta Kota Bima

suasana kelas MTS Al-Ikhlas Kabanta kota Bima

Aktivitas sampingan ibu-ibu warga Kabanta

Inilah realitas, terimakasih telah terus terjaga

suasana kelas MTS Al-Ikhlas Kabanta kota Bima

Kondisi sekolah MTS Al-Ikhlas Kabanta kota Bima

Awalnya aku mengira sekolah kecil di muka kampung itu yang akan kami tuju. “Kondisinya cukup bagus, kelasnya bertembok semen dan beberapa lokal tengah dibangun,” pikirku. Rupanya aku harus menarik kata-kataku setelah rombongan yang berjalan kaki masuk kampung lalu memutar ke arah belakang sekolah yang kumaksud yang rupanya bangunan sekolah SDN itu… Baca selengkapnya…

Sejarah Bima: Hikayat Indra Zamrud dan Indra Kumala

Januari 1, 2013 2 komentar

Syahdan, berdasarkan legenda yang sekian lama hidup ditengah masyarakat Dana Mbojo (Suku Bima, red), cikal bakal berdirinya kerajaan Bima adalah dimulai dengan kedatangan Sang Bima, tokoh Kerajaan Majapahit yang melakukan perjalanan ke daratan di ujung timur pulau Sumbawa.

Pada saat menginjakkan kaki di Dana Mbojo, belum terbentuk kerajaan besar. Sang Bima lah yang dikatakan telah mempersatukan seluruh Ncuhi, Kepala Suku yang berkuasa di beberapa wilayah seluas wilayah kecamatan yang ada sekarang. Secara musyawarah, konfederasi para Ncuhi itu menunjuk dan mengangkat Sang Bima untuk menjadi pemimpin Dana Mbojo.

Wadu Paa, ukiran di dinding batu di Soromandi yang dikatakan menjadi bukti sejarah kehadiran Sang bima di Dana Mbojo.

Wadu Paa, ukiran di dinding batu di Soromandi yang dikatakan menjadi bukti sejarah kehadiran Sang bima di Dana Mbojo.

Lanjut legenda itu, Sang Bima tak lantas mengiyakan permintaan konfederasi para Ncuhi yang dipimpin oleh Ncuhi Dara itu. Ia menjanjikan bahwa kelak akan datang anak keturunannya yang ia utus untuk mewujudkan harapan Dou Mbojo tentang kepemimpinan yang menyatukan seluruh Dou Labo Dana (segenap warga, wilayah dan tumpah darah Bima).

Menurut legenda, Sebelum mencapai daratan Dana Mbojo, Sang Bima pertama kali berlabuh di pulau Satonda, kemudian melihat dengan seekor naga bersisik emas. Akibat tatapan Sang Bima, maka hamil lah naga itu dan melahirkan seorang putri dan kemudian diberi nama putri Indra Tasi Naga. Alkisah, Sang Bima yang melakukan perjalanan kembali ke Jawa itu ketika singgah di Pulau Satonda jatuh hati dan menikahi putri Indra Tasi Naga yang merupakan anaknya sendiri. Pernikahan itu menghasilkan dua orang putra yang diberi nama Indra Zamrud dan Indra Kumala.

Kedatangan Indra Zamrud dan Indra Kumala kecil ke Dana Mbojo sebelumnya telah di nubuwat (diramalkan) oleh ayahandanya, Sang Bima. Kepada para Ncuhi itu, pemimpin Dana Mbojo akan datang dengan berupa sebatang bambu yang dibawa oleh arus laut dan ombak pantai. Demikianlah menurut cerita, terdapatlah sebatang bambu dengan dua ruas yang terdampar di pantai Teluk Cempi – Dompu. Dari bambu tersebut, terdengarlah tetabuhan yang mengalun, bertanda itu bukan bambu biasa.

Sepasang Ompu dan Wai (nenek dan kakek) yang berdiam tak jauh dari tempat bambu itu terdampar tertarik oleh suara tetabuhan dari bambu itu. Karena rasa penasarannya, dibelahnya bambu itu menjadi dua. Ajaibnya, dari dua ruas bambu itu, keluarlah dua orang anak lelaki yang begitu baik dan elok parasnya. Mereka Indra Zamrud dan Indra Kumala pun diangkat menjadi anak oleh Ompu dan Wai tersebut.

Dari Dompu, kemudian kedua orang anak itu lalu dibesarkan di Bima, tempat yang diperintahkan oleh ayahnya, Sang Bima. Setelah tinggal beberapa lama di Gunung Parewa, mereka tinggal di bukit Londa. Semua Ncuhi di daerah itu, terutama Ncuhi Dara dan Ncuhi  Padolo datang untuk menjemput dan memohon mereka menjadi raja Dana Mbojo. Dengan demikian, tinggallah mereka berdua di wilayah Ncuhi Padolo, di bagian barat Kota Bima sekarang.

Tak lama berselang, Ncuhi Doro Wuni yang mengepalai para Ncuhi di bagian timur meminta kepada rapa Ncuhi wilayah barat agar salah satu anak tersebut diasuh di wilayahnya. Dengan demikian Indra Zamrud diasuh oleh Ncuhi Bagian Timur yaitu Ncuhi Doro Wuni yang berdiam di bagian timur yang secara geografis merupakan pegunungan, sedangkan saudaranya Indra Kumala dibesarkan dalam asuhan Ncuhi yang memegang wilayah pesisir barat Dana Mbojo.

Perselisihan Antara Dua Saudara

Kedua saudara yang dibesarkan dengan latar belakang yang berbeda ini bukannya tanpa cobaan. Watak keduanya yang berbeda akibat perbedaan pola asuh dan latar belakang tempat mereka dibesarkan menjadi masalah tersendiri.

Alkisah, Indra Kumala yang dibesarkan oleh Ncuhi Dara dan Ncuhi Padolo gemar mengail ikan, karena itu oleh kedua bapak angkatnya ia diberikan sebuah kail emas yang kerap ia gunakan memancing. Sedangkan Indra Zamrud yang gemar bertani oleh ayahnya diberikan tempat bibit berupa tempurung kelapa yang terbuat dari emas.

Suatu waktu, Indra Zamrud yang berkunjung ke kediaman kakaknya di pesisir bermaksud meminjam kail emas milik Indra Kumala. Permintaan itu dikabulkan dengan syarat adiknya itu harus berhati-hati menggunakannya karena kail emas itu sangat penting artinya bagi Indra Kumala.  Ia pun menerima kail itu dan memancing di Tanjung Tonggohala, suatu tempat di dekat Kota Bima. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 182 pengikut lainnya.