Welcome Home Goemon…
Sore ini rumah kedatangan satu penghuni baru. Dia seekor anak ayam hutan hitam, mungil, dan lincah, yang ditemukan ayahku pada saat kembali dari kebun. Si ayam malang didapati sendiri pada sebuah pagar kebun pada jalur pulang yang biasa ayahku tempuh, usianya diperkirakan masih dalam hitungan hari dan tak ada induk yang bisa dikonfirmasi untuk mengembalikannya ke sarangnya. Karena kasihan, ayah membawanya ke rumah dan sementara disimpan pada sebuah kandang (sebenarnya bekas perangkap tikus) kecil. Si anak ayam hutan sejak tiba sampai malam ini tak hentinya mencicit, sepertinya lapar…
Si ayam kecil diberi nama Goemon oleh salah satu temanku. Goemon adalah seorang seorang shinobi yang cukup terkenal di Jepang pada masanya. Di era perang antar klan yang membunuh seluruh keluarganya, Goemon kecil diselamatkan oleh Nobunaga Oda penguasa klan Nobunaga yang membesarkan lalu menyerahkanya kepada Hatori Hanzo untuk dilatih sebagai Shinobi (ninja). Menurut legenda jepang Goemon mencuri emas dan barang-barang berharga lainnya untuk diberikan kepada orang-orang miskin maupun yang tidak mampu. Goemon menemui akhir yang tragis ketika mengalami kegagalan dalam usahanya membunuh Hideyoshi Toyotomi, seorang penguasa setelah melakukan kudeta berdarah pada Nobunaga Oda.
Saya Ingin Belajar Membuat Catatan Traveling
Saya betah berlama-lama dalam kamar alias tipe rumahan, tapi saya paling excited kalau ada kesempatan jalan-jalan. Terhitung banyak kali saya melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat menarik, namun tak satupun perjalanan itu saya rangkum dalam sebuah tulisan. Saya juga senang membaca dan menikmati banyak tulisan dalam blog-blog atau situs traveling review seperti Naked Traveler, sebuah blog yang ditulis oleh traveler tenar Indonesia yang sudah menulis banyak buku, so inspired…
Memasuki umur 22 (hoax?) tahun ini saya memaksakan diri harus menuliskan tentang kisah perjalanan saya ke tempat-tempat yang menarik yang telah saya kunjungi. Walau gaya penuturan lewat tulisan saya masih terbilang amatir untuk dilihat sebagai sebuah traveler review, mudah-mudahan saya bisa. Alasan saya harus menuliskan cerita saya di blog ini simpel saja, saya terlalu gagah tua untuk mengingat semua detil pengalaman jalan-jalan saya kecuali kalau diabadikan dalam bentuk tulisan. :P
Pada postingan awal saya ingin mencoba menceritakan pengalaman perjalanan beberapa tahun yang lalu (lawas) pada saat saya masih menjadi mahasiswa abadi di makassar. Sulsel kita kenal memiliki banyak objek wisata yang tersohor hingga ke seluruh dunia, jadi awalnya saya mulai dari itu saja dan runut hingga ke tahun-tahun terakhir
Dari Sulsel saya ingin mengajak pengunjung blog jelek ini beralih ke tulisan berikutnya mengenai sebuah tempat di Nusa Tenggara Barat yang tidak kalah indahnya dengan tempat-tempat lain yang menjadi destinasi wajib wisatawan. Semoga aja post plan ini gak gagal ditengah jalan, soalnya saya manusia bergolongan darah O yang lemah pengendaliannya terhadap hasrat dan keinginan (apologi)
Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan
Betapa mudahnya kita mengutuk, tinggal menyebutkan beberapa suku kata yang masuk blacklist akismet atau filter yahoo maka jadilah kita pengutuk sejati. Objeknya beraneka ragam, mulai dari pekerjaan yang menumpuk , gaji yang telat dibayar, didahului mantan merit (kalau istilah Makassar nya dilambung kiri pas belokan tidak pake riting dan weser), hujan, cucian belum kering, macet, becek, gak ada ojek, dan lain sebagainya. Pokoknya segala rupa masalah yang kita hadapi sehari-hari mulai dari masalah yang berat dan membuat otak koslet sampai urusan remeh temeh misalnya sakitnya bulu hidung ketika dicabut. Yap, semua hal berpotensi untuk kita keluhkan.
Mengutuk, meratapi, mengeluh atau apapun istilah lainnya dengan konotasi yang sama memang menyenangkan. banyak orang merasa lepas dan lega setelah mengeluarkan semua kosakata itu dari mulutnya. Tapi tunggu dulu, apakah setelah kita mengutuk sesuatu maka keadaan itu langsung berubah? Dari pengalaman hidup kita, mengeluh tidak mendatangkan apa-apa kecuali ketenangan batin yang semu. Ibaratnya ketika menutup mata, semua bayangan dunia menjadi tak terlihat termasuk dengan problema yang kita alami, namun dunia akan tetap sama entah ketika menutup atau membuka mata. Read more…
Tradisi Pako Tana Dalam Budaya Nggu’da Doro Masyarakat Bima-NTB
Kontur dan topografi Bima yang mayoritas berupa bukit dan gunung membuat masyarakatnya terbiasa bertani secara tradisional dengan melakukan ngoho (aktifitas bertani dengan membuka lahan di hutan/gunung) pada setiap musim penghujan. Pola pertanian Ngoho ini secara turun temurun dilakukan meskipun secara peraturan pemerintah ada larangan untuk membuka lahan pertanian di hutan. Walaupun sudah banyak masyarakat Bima yang melakukan pertanian menetap di sawah atau kebun permanen, pada daerah-daerah tertentu Ngoho terkadang dilakukan secara berpindah-pindah dari satu gunung ke gunung lainnya setiap tahun. Dalam melaksanakan Ngoho ini, masyarakat agraris Bima mengenal budaya pako tana sebagai panduan umum mereka mulai dari mempersiapkan lahan dan mengelola pertanian sampai masa panen.

Secara harafiah Pako Tana adalah sebuah istilah yang berarti Memanen (pako) dan Menanan (tana) dalam bahasa Mbojo/Bima. Lebih dari itu dalam aktivitas sehari-hari Dou Mbojo (orang Bima, red) memaknai pako tana sebagai sebuah sistem tradisional pengerahan tenaga kerja dalam bidang pertanian yang dilakukan dengan prinsip kekeluargaan dan gotong royong. Dalam sistem ini sebuah pekerjaan pertanian yang membutuhkan banyak tenaga manusia seperti nggu’da (menanam), hui (menyiangi), dan pako (memanen) akan lebih mudah untuk dilaksanakan karena prinsip gotong royong dan kekeluargaan itu diaplikasikan dalam istilah weha rima (penggunaan tenaga orang lain untuk mengerjakan pekerjaan pertanian) dan ‘bali rima (membantu pekerjaan orang lain sebagai balas jasa karena telah melakukan weha rima).
Dalam video dibawah ini tampak suasana pada musim tanam, dimana puluhan orang petani yang mayoritas ibu-ibu melakukan nggu’da doro (penanaman) pada salah satu oma (ladang). Read more…
Jadwal Pertandingan Liga Champion 2011 Live RCTI Babak 16 Besar
Liga Champion (UEFA) 2011-2012 telah menyelesaikan fase penyisihan group. Pengundian/drawing Jadwal Pertandingan Liga Champion 2011 babak 16-besar telah dilangsungkan di markas besar UEFA di Nyon, Swiss, pada tanggal 16 Desember 2011 kemarin. AC Milan yang berstatus runner-up Grup H sesuai perkiraan akan menghadapi laga berat. Pada babak 16-besar, skuad asuhan Massimiliano Allegri ini akan menghadapi tim kuat Inggris, Arsenal.
Nasib tak jauh berbeda dialami Napoli. Pada fase knock-out ini I Partenopei juga akan menghadapi wakil Inggris, Chelsea. Berstatus sebagai runner-up Grup A, Napoli memang sudah diperkirakan akan menghadapi lawan yang cukup sulit.
Sementara itu, jawara bertahan Barcelona sedikit diuntungkan. Mereka akan menghadapi Bayer Leverkusen yang performanya di kancah Bundesliga 1 musim ini tengah kurang bagus. Meski begitu, semua laga tetap diyakini bakal menyajikan pertarungan sengit.
Leg pertama babak 16-besar Liga Champions akan digelar pada 14/15 dan 21/22 Februari 2012. Sementara leg 2 akan diselenggarakan pada 6/7 dan 13/14 Maret 2012. Tim yang berstatus runner-up pada fase grup akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg 1.
*Berikut Jadwal Pertandingan Liga Champion 2011 Live RCTI Babak 16 Besar:
Leg Pertama Pertandingan Liga Champion 2011 babak 16-besar:
15 Februari 2012:
- Lyon vs APOEL
- Bayer Leverkusen vs Barcelona
16 Februari 2012:
- Zenit St. Petersburg vs Benfica
- AC Milan vs Arsenal
22 Februari 2012:
- CSKA Moskva vs Real Madrid
- Napoli vs Chelsea Read more…
Mengenal Upacara Adat Mbojo (Bima) ~Prosesi Khitanan dan Khatam Al-Quran
Ketika seorang anak beranjak dewasa, bagi masyarakat Bima merupakan saat yang tidak kalah sakralnya dengan kelahiran (baca tulisan terdahulu tentang prosesi kelahiran menurut adat Mbojo). Proses menjadi dewasa sama halnya dengan momen dimana seorang manusia beralih dunia, meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh dengan keceriaan menuju masa remaja yang penuh tanggung jawab bagi diri, keluarga maupun masyarakat.
Dalam adat Bima, proses pendewasaan seorang anak manusia ditandai dengan dua macam upacara adat. Upacara adat ini merupakan pengejawantahan syariat Islam yaitu kewajiban untuk melaksanakan khitan bagi laki-laki serta anjuran untuk menamatkan pembelajaran baca Al-Qur’an sebagai penuntun hidup seorang manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Upacara Khitanan atau Sunatan Adat Mbojo.
Upacara khitanan dalam adat Mbojo disebut upacara suna ro ndoso (Suna = sunat. Ndoso = memotong atau meratakan gigi secara simbolis sebelum sunat). Biasanya upacara suna ro ndoso dilakukan ketika anak berumur lima sampai tujuh tahun. Bagi anak perempuan antara dua sampai dengan empat tahun. Upacara khitan bagi anak laki-laki disebut suna. Sedangkan bagi puteri disebut”sa ra so
1. Rangkaian upacara Suna ro Ndoso.
Upacara suna ro ndoso dilaksanakan dengan berbagai upacara adat sebagai berikut:
a. Mbolo roDampa.
Beberapa hari sebelum upacara dilaksanakan, di rumah keluarga yang punya hajat, diadakan mbolo ro dampa atau musyawarah keluarga. Dalam mbolo ro dampa akan diputuskan hari pelaksanaan suna ro ndoso.
b. Mada Rawi (Acara Inti)
Upacara mada rawi terdiri dari:
1. Kapanca (penempelan inai)
Dilakukan pada malam hari. Pada telapak tangan putra putri yang akan dikhitan ditempelkan kapanca. Dilakukan oleh lima orang tua adat wanita secara bergilir. Seusai upacara kapanca, diadakan upacara “Ngaji tadaru” (Tadarusan). Setelah tadarusan berakhir, maka dilanjutkan qasidah tradisional (Bukan qasidah modern). Acara hiburan dilanjutkan hadrah. Dihalaman rumah dipergelarkan permainan rakyat,seperti mpa’a sila,gantao dan buja kadanda.
Tujuan kapanca ialah merupakan peringatan bagi anak,bahwa setelah dikhitan, ia dianggap dewasa. Ia akan bekerja membantu orang tua. Tangan dan kaki yang selama ini tidak biasa bekerja, akan mulai bekerja. Sehingga tangan yang bersih dan halus, akan bercucuran keringat dan darah.
2. Upacara Ndoso dan Compo Sampari Serta Compo Baju. Read more…
Mengenal Upacara Adat Mbojo (Bima) ~Prosesi Kelahiran
Dalam bahasa Mbojo, upacara adat disebut “Rawi Rasa” Rawi Rasa berarti semua kegiatan yang dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh masyarakat. Rawi rasa terdiri dan dua jenis kegiatan, yaitu rawi mori dan rawi made. Yang dimaksud dengan rawi mori ialah kegiatan yang berhubungan dengan upacara kehamilan, kelahiran, khitanan dan pernikahan. Sedang rawi made ialah upacara yang berhubungan dengan kematian. Khusus bagi rawi made dilakukan berdasarkan hukum Islam. Sehingga tidak ada upacara adat yang dilakukan pada rawi made.
Yang akan kita kupas sekarang, ialah upacara adat pada rawi mori. Mulai dan upacara kehamilan sampai upacara pernikahan. Karena panjangnya tulisan maka saya akan menyajikannya dalam beberapa bagian secara berurutan. Semoga sajian dari Portal KJS ini bisa menyegarkan kembali memori pembaca mengenai kekayaan budaya Mbojo yang semakin ditinggalkan oleh masyarakatnya.
Upacara nggana ro nggoa (Upacara kehamilan dan kelahiran Masyarakat Bima)
Yang dimaksud dengan upacara nggana ro nggoa ialah rangkaian upacara adat yang dimulai dan upacara “Salama Loko” sampai dengan upacara ”dore ro boru”.
1. Upacara salama loko.
Upacara Salama Loko disebut juga dengan Kiri Loko dilakukan ketika kandungan seorang ibu berumur tujuh bulan. Upacara ini hanya dilakukan bagi seorang ibu yang pertama kali mengandung. Jalannya upacara dihadiri oleh kaum ibu dan dipimpin oleh sando nggana (dukun beranak) yang dibantu oleh enam orang tua adat wanita.
Upacara akan dimulai pada saat maci oi ndeu (waktu yang tepat untuk mandi) di sekitar jam 07.00. Sando nggana menggelar tujuh lapis sarung. Setiap lapis ditaburi beras dan kuning uang perak sa ece (satu ketip = 10 sen). Selain itu disimpan pula dua liku atau dua leo mama (dua bungkus bahan untuk menyirih). Maksud dan taburan beras kuning, ialah agar ibu beserta calon bayinya akan hidup bahagia dan jaya. Uang sa ece, sebagai peringatan kepada ibu bersama calon bayi, bahwa uang merupakan salah satu modal dalam kehidupan.
Diatas hamparan tembe dan kain putih, ibu yang salamaloko, tidur terlentang. Sando nggana mengoles perut ibu dengan sebiji telur, yang diminyaki dengan minyak kelapa. Diikuti secara bergilir oleh enam orang tua adat, memohon kepada Allah SWT, agar ibu bersama calon bayi selamat sejahtera. Read more…
Renungan Pergantian Hari Ini
Baru saja, beberapa detik yang lalu jam digital di sudut kanan bawah desktop ku menunjukkan pukul 12.00 pertanda penanggalan yang berubah maju satu hari. Selamat, kita memasuki hari yang baru. Hari kemarin biarkanlah menjadi sejarah, keburukannya jadikan debu yang dengan mudah tertiup angin waktu. Kebaikannya biar terpatri, agar selalu teringat dihati, dan bisa diulangi di lain hari.
Dan hari ini, ada sesuatu yang pasti. Bertambah, ya aku bertambah tua. Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang. Seperti kata orang, menjadi tua itu keniscayaan, dan mati adalah kepastian. Tapi kedewasaan adalah bonus lain dari pilihan-pilihan yang disediakan oleh kehidupan. Dan kembali aku merenung, adakah kedewasaan tumbuh dan berkembang dalam diri ketika mengarungi alur hidupku?
Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.
Waktu bergerak dengan kepastian, walau perasaan ku berkata waktu bergerak terlalu cepat atau terkadang lambat. Dan ketika datang waktu untuk merenungi segala pencapaian-pencapaian, atau momen-momen terberat dalam hidup ku, tiba-tiba aku merasa bodoh. Banyak hal baik yang kusia-siakan setahun ini, banyak perjuanganku belum mencapai hasil yang bisa kubanggakan, banyak hati yang kusakiti dengan kata-kata dan perbuatanku. Read more…
Gambar unik transportasi massal di India, One For All
India adalah negara yang sedang beranjak menjadi negara maju. Pencapaian mereka terhadap kemajuan teknologi sangat fenomenal akhir-akhir ini, indikasinya banyak ilmuwan-ilmuwan serta orang kaya baru yang muncul dari India dan menembus hingga ke level internasional. Tapi bagaimana dengan kondisi transportasi disana?
Gambar gambar dibawah ini mungkin bisa menjawab untuk anda.


Terima Kasih Guru (Melly G)
pagiku cerahku,matahari bersinar
kugendong tas merah ku di pundak
slamat pagi smua ku natikan dirimu
didepan kls mu menantikan kami
Rawa Mbojo/Lagu Daerah Bima Part 3 (klasik)
Setelah sekian lama tidak berbagi Rawa Mbojo, hari ini saya ingin membagi beberapa koleksi Lagu Daerah Bima (NTB) yang cukup lawas dan melegenda pada zamannya. Saya tidak memiliki data-data lengkap mengenai judul album dan judul yang tepat untuk tiap-tiap track nya, nama lagu yang tertulis dalam postingan ini sekedar perkiraan saja untuk bisa mengidentifikasi lagu yang ingin anda nikmati. Dalam album ini lagu daerah Bima disajikan dalam komposisi genre yang cukup berwarna. Jika kita perhatikan lebih teliti, mulai dari aliran dangdut, keroncong, rap, rock, pop dan country balad, tersedia dalam tiap lagunya. Ini menandakan, lagu-lagu yang tercipta hampir 20 tahun yang lalu ini dibuat dengan kesungguhan hati dan dipenuhi dengan sentuhan seni dan kemampuan membaca trend pasar pada jamannnya.
Silahkan dinikmati:
Tarian Sang Laron

Jutaan laron sehabis hujan
ditemaram gelap mendamba rembulan
serentak terbang bertarikan kerinduan
tentang cahaya penuntun kehidupan
pada salah satu sudut jalan yang terang
ribuan mereka merayakan kemenangan
memuja lampu jalan yang penuh kepalsuan
merasa inilah akhir dari sebuah pencarian
hingga satu persatu laron berjatuhan
sayap rapuh terbakar lampu jalan
dan mereka tersadarkan kenyataan
tepat ketika datangnya kematian
11-11-11
ketika invasi laron di kamarku
Kambing Qurban, Sebuah Kado Untuk Nenek
Gema takbir, tahlil dan tahmid bergema dipenjuru Kota Bima sejak sore terdengar begitu syahdunya, pertanda akan tibalah hari raya besar Islam yaitu Hari Raya Iedul Adha atau yang lazim disebut sebagai Lebaran Haji atau hari raya qurban. Kami sekeluarga (hanya 4 orang) dengan kecepatan sedang melaju diatas sepeda motor menyusuri jalan menuju kec. Ambalawi untuk merayakan Lebaran Haji bersama nenek dan keluarga besar di desa Talapiti. Tak lupa oleh-oleh kesukaan nenek, sebungkus ‘nasi warung’ alias nasi bungkus berlauk ayam bakar dan sebuah balsem otot untuk memijat beliau yang belakangan ini sulit tertidur dimalam hari karena kesakitan.
Kondisi kesehatan nenekku satu-satunya (yang tersisa di dunia ini) beberapa minggu terakhir semakin memburuk. Dua minggu lalu beliau mendadak merasakan sakit yang teramat sangat pada bagian tulang punggung bagian bawah seusai melakukan aktivitas hariannya menjaga sepetak sawah di dekat rumah serta menyirami tanaman sirihnya, sebuah aktivitas yang dia lakoni hampir sepanjang hidupnya. Untuk ukuran seorang nenek yang berumur 85 tahun, banyak orang yang berkata beliau terlalu tua untuk melakukan semua itu, tetapi tidak mudah untuk membujuk beliau agar tidak pergi bekerja di sawah atau melakukan pekerjaan berat lainnya. Sayapun pernah mencoba dan lalu menyerah meyakinkannya untuk tetap di rumah, dan akhirnya saya yang harus meyakini bahwa aktivitas berat itu pulalah yang membuat sang nenek tercinta tetap bisa bertahan di usia nya yang semakin senja.
Satu hal yang menarik tentang nenek ku ini, semenjak saya SMA sepuluh tahun yang lalu beliau sering mengatakan agar saya tidak jauh-jauh meninggalkan beliau. Menurutnya, semenjak ditinggal mati oleh kakekku pada medio 1990-an beliau memiliki firasat bahwa ajalnya tidak lama lagi. Sepuluh tahun terakhir ini demamnya sering kambuh, sejak saat itu setiap pertemuanku dengannya seakan-akan sebuah pertemuan terakhirnya yang selalu diusaikan dengan haru airmata perpisahan. Seperti minggu lalu, saat seluruh keluarga besar termasuk tante di Jakarta yang mesti secepatnya pulang Ke rumah nenek karena kondisi kesehatannya yang sangat memburuk dan pesan lisan beliau agar seluruh anak, cucu, cicit, dan keluarga besar lainnya datang bertemu untuk yang terakhir kalinya. Sebuah firasat yang belum terbukti sampai hari ini, buktinya tadi pagi saya masih sempat Read more…
Berhenti merokok untuk kapal pesiar (mitos)
Teringat sebuah anekdot perokok sejak jaman dulu, begini ceritanya (fiktif):
Ada seorang pelajar yang sedang menunggu angkot sambil merokok ditegur oleh seorang polisi.
Polisi: “Kenapa kamu merokok?”
La Gale: “Saya suka, Pak.”
Polisi: “Dari mana uang kamu untuk membeli rokok?”
La Gale: “Dari uang jajan Saya.”
Polisi : “Sehari kamu habis berapa? Dan harganya berapa?”
La Gale: “Paling satu bungkus dan harganya sekitar Rp 11.000,- Pak.”
Polisi : “Kenapa uang Rp 11.000,- kamu bakar setiap hari? Coba kamu kumpulkan uang itu selama setahun, mungkin kamu bisa membeli sepeda motor, tidak perlu menunggu angkot yang berdesakan seperti saat ini.”
La Gale: “Sekarang saya boleh tanya sama bapak?”
Polisi : “Tentu.”
La Gale: “Apakah bapak merokok?”
Polisi : “Tentu tidak.”
La Gale: “Kok Saya tidak melihat motor Bapak?”
Polisi: !@3$%^&*?!
Cuplikan dialog diatas mungkin bisa dimaknai sebagai jokes belaka, tetapi bagi saya lebih dari itu. Menurut saya tokoh polisi diatas mencerminkan sebagian asumsi dan anggapan kebanyakan masyarakat Indonesia bahwa merokok adalah prilaku konsumtif yang menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan kenikmatan sesaat dari hembusan asap tembakau. Dengan mengenyampingkan faktor kesehatan, faktor ekonomi menurut banyak orang menjadikan rokok sebagai benda yang tergolong sia-sia untuk dibeli. Menganggarkan sekian rupiah perhari untuk sebungkus rokok adalah pemborosan apalagi apabila dilakukan oleh orang-orang dengan kantong pas-pasan kayak saya.
Tapi coba kita lihat dari sisi lainnya, tidak semua asumsi yang dilontarkan dengan mengaitkan kecanduan merokok dengan faktor ekonomi adalah kebenaran dan bisa dijadikan senjata ampuh untuk memutuskan ketergantungan orang-orang terdekat kita terhadap nikotin rokok. Selain alasan yang dilontarkan oleh tokoh (fiktif) Ompu Gale diatas, rokok juga bisa menjadi faktor Read more…
Rawa Mbojo Cambe Angi
Salah satu lagu daerah Bima yang legendaris menurut saya adalah lagu “Cambe Angi”. Lagu lawas yang dipopulerken pada awal tahun 1990-an ini begitu nikmat didengarkan. Syairnya sederhana, berisikan patu cambe angi (pantun berbalas) antara lelaki dan perempuan yang terpisah karena salah satunya menuntut ilmu di tempat yang jauh. Lagu ini sangat pas untuk didengarkan ketika kita jauh dari kampung halaman (Bima), setidaknya kalau anda punya selera musik yang sama dengan saya. kwkwkwkw
Berikut liriknya:
mu lao si loja weli wa’a pu arloji
mu laosi sakola, ngguda wi’ipu kalo….
kone ngeri di poku wara kalo di pokeku
ngahaku sabua raka aiu kabae…foto ra wi’i nahu ma ponte wa’ana
foto ra peta tau wi’ipu dei peti
rongga si samada nangi dodo tio kamidi
kone da pehe samonto ncau pahunado’o sa nonto kaceimu dengga nuntu
do’o mpoa rewo campo nggahi ra rawiSama sampela, sama made mpuli
indo pila kali eda ra’a ma kala
(2x)intro Read more…
Sepotong Roti Bagi Orang Kelaparan Adalah Wajah Tuhan
Menyalakan televisi dan melihat berita pagi tentang krisis pangan di negara-negara miskin Afrika. Dan pagi ini ku masih terbangun dengan menyisakan pertanyaan dikepala, dunia sudah sedemikian modern tapi disana kenapa mereka masih kelaparan?. Josette Sheeran, kepala Program Pangan Dunia PBB, berbicara tentang mengapa, dalam dunia yang memiliki cukup makanan, orang masih kelaparan, mati kelaparan, masih menggunakan makanan sebagai alat perang.
Terjemahan:
Setelah lama bekerja di bidang perdagangan dan ekonomi, empat tahun lalu, saya mulai bekerja di garis depan bantuan kemanusiaan. Saya berada di tempat di mana orang tiap hari berjuang mempertahankan hidup tetapi tetap tak bisa mendapatkan makanan. Cangkir merah ini berasal dari Rwanda dari seorang anak bernama Fabian. Saya membawa-bawa ini sebagai sebuah simbol, dari tantangan dan juga harapan. Sebab satu cangkir makanan sehari mengubah hidup Fabian sepenuhnya. Tetapi yang ingin saya ceritakan hari ini adalah fakta bahwa pagi ini, sekitar satu milyar manusia di Bumi — satu dari tujuh orang — bangun dan tidak tahu bagaimana mengisi cangkir ini. Satu dari tiap tujuh orang.
Pertama, saya akan bertanya mengapa Anda harus peduli? Mengapa kita harus peduli? Bagi kebanyakan orang, bila mereka berpikir mengenai kelaparan, mereka tak harus menelusur sangat jauh sejarah keluarganya — mungkin dalam hidup mereka sendiri, atau orang tua mereka, atau kehidupan kakek nenek mereka — untuk mengingat pengalaman kelaparan. Saya jarang menemukan hadirin yang dapat menelusur jauh ke belakang tanpa pernah mengalami kelaparan. Sebagian didorong cinta kasih, merasa bahwa membantu itu mungkin salah satu perbuatan dasar sebagai manusia. Seperti yang dikatakan Gandhi, “Bagi seorang yang lapar, sepotong roti adalah wajah Tuhan.” Yang lainnya khawatir terhadap kedamaian dan keamanan, stabilitas di dunia. Kita menyaksikan pemberontakan karena makanan tahun 2008, setelah kejadian yang saya sebut ‘tsunami kelaparan yang sunyi’ menyapu bumi ketika harga pangan berlipat dua dalam semalam. Efek destabilisasi dari adanya kelaparan dikenal sepanjang sejarah manusia. Salah satu tindakan paling dasar dalam peradaban adalah memastikan orang-orang mendapat cukup makanan.
Orang lain berpikir tentang mimpi buruk Malthus. Akankah kita mampu memberi makan populasi yang akan jadi 9 milyar hanya dalam beberapa dekade? Kelaparan bukanlah sesuatu yang dapat dinegosiasikan. Orang harus makan. Akan ada banyak sekali orang. Ada pekerjaan dan kesempatan sepanjang rantai ekonomi itu. Tetapi saya bertemu dengan masalah ini lewat jalan yang berbeda. Ini adalah foto saya dan tiga anak saya. Tahun 1987, saya jadi ibu muda dengan anak pertama saya saya sedang menggendong dan menyusuinya ketika gambar yang sangat serupa dengan ini muncul di televisi. Ini adalah kelaparan yang terjadi di Etiopia. Satu dua tahun sebelumnya kelaparan telah membunuh lebih dari 1 juta orang. Tetapi saya baru terhenyak pada saat itu, sebab di gambar itu ada seorang perempuan mencoba menyusui bayinya, tetapi dia tak punya susu untuk diberikan. Tangisan bayi itu sangat menusuk saya, sebagai seorang ibu. Dan saya pikir, tak ada yang lebih menakutkan dari tangisan seorang anak yang tidak mendapatkan makanan — harapan paling mendasar dari setiap manusia. Pada saat itu saya jadi dipenuhi dengan tantangan dan kemarahan bahwa sebenarnya kita tahu cara menyelesaikan masalah ini.
Ini bukanlah penyakit langka yang solusinya tidak kita miliki. Kita tahu cara menyelesaikan kelaparan. 100 tahun lalu kita tidak tahu. Kita sebenarnya punya teknologi dan sistemnya. Saya tiba-tiba terhenyak, ini sesuatu yang sudah ketinggalan zaman. Pada masa kini, gambar-gambar ini sudah ketinggalan zaman. Tetapi coba tebak? Ini minggu lalu di Kenya bagian utara. Masih lagi, wajah-wajah kelaparan dalam skala besar dengan lebih dari 9 juta orang tak tahu apakah mereka bisa bertahan sampai besok. Faktanya, yang kita tahu sekarang bahwa tiap sepuluh detik seorang anak mati karena kelaparan. Ini lebih banyak daripada HIV/AIDS, malaria dan tuberkulosis digabungkan. Kita tahu bahwa masalahnya bukan hanya produksi makanan.
Kado Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, MERDEKA!!!!
Sinar matamu tajam namun ragu
Kokoh sayapmu semua tahu
Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan
Kuat jarimu kalau mencengkeram
Bermacam suku yang berbeda
Bersatu dalam cengkeramanmuAngin genit mengelus merah putihku
Yang berkibar sedikit malu-malu
Merah membara tertanam wibawa
Putihmu suci penuh kharisma
Pulau pulau yang berpencar
Bersatu dalam kibarmuTerbanglah garudaku
Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…..
Berkibarlah benderaku
Singkirkan benalu di tiangmu
Jangan ragu dan jangan malu
Tunjukkan pada dunia
Bahwa sebenarnya kita mampuMentari pagi sudah membumbung tinggi
Bangunlah putra putri ibu pertiwi
Mari mandi dan gosok gigi
Setelah itu kita berjanji
Tadi pagi esok hari atau lusa nantiGaruda bukan burung perkutut
Sang saka bukan sandang pembalut
Dan coba kau dengarkan
Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut
Yang hanya berisikan harapan
Yang hanya berisikan khayalan
Bangunlah Putra-Putri Pertiwi~Iwan Fals
Bangunlah putra-putri pertiwi, jgn takut dan jangan ragu buktikan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu !!!!
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 66.
This slideshow requires JavaScript.
Tutorial cara export postingan Blogger ke Self Hosted WordPress
Blogger adalah platform yang nyaman untuk penyuka gratisan akan tetapi WordPress memberikan lebih banyak pilihan costumisasi yang tidak bisa ditemui dalam platform milik Google ini. Jika kita ingin memindahkan seluruh postingan Blogger ke WordPress (self hosted), begini caranya:
Sebenarnya WordPress (versi terbaru) menyediakan plugin untuk export/import postingan dari dan ke Blogger, akan tetapi ketika saya coba mengimport Blog lama saya dengan plugin itu terjadi error pada saat authorisasi domain pada Blogger sehingga hal itu gagal terjadi. Cara paling mudah dilakukan adalah dengan mengeksport data postingan (XML) Blogger sebagai berikut:
- Log in ke Blogger account anda dan pilih menu settings pada blog Blogspot yang anda ingin eksport.
- Pada menu settings tersebut terdapat menu Blog Tools Import blog – Export blog – Delete blog, pilihlah Export blog.
- Klik Download Blog dan simpan file XML pada komputer anda.
Setelah anda memiliki file XML tersebut langkah selanjutnya adalah mengkonversi file XML yang masih berstruktur Blogger tersebut kedalam XML yang berstruktur WordPress.
Dalam hal ini saya menggunakan tool konversi dari situs ini. Cukup mudah menggunakannya, tinggal upload file XML tadi dan klik Convert untuk mendownload XML baru yang bisa diimport kedalam blog WordPress. Read more…
TIPS AGAR SANDAL TIDAK HILANG DI MASJID
TIPS AGAR SANDAL TIDAK HILANG SAAT SHOLAT JUM’AT
1).Hindari memakai sandal Branded, seperti : Nake, Adidos, ato yang lainnya, pakailah sandal yang sekali pakai (emang ada gitu ya???)
2).Jika anda terpaksa memakai sandal Branded, simpanlah sandal anda di tempat yang berjauhan, misalnya sandal sebelah kanan anda, anda simpan di Mesjid Istiqlal, sandal yang sebelah kirinya anda simpan di Stasiun Gambir….
3).Pakai Bakiak untuk 3 penumpang yang suka dipakai dalam lomba 17 Agustusan.
4). Gunakan Password dan alarm pada sandal anda.
5). Pasanglah kamera & Tracker dengan GPS secara tersembunyi pada sandal anda, agar anda bisa memantau dimana posisi sandal anda jika sandal anda di curi.
6). Jadikan sandal anda sebagai Accesoris yang dikalungkan dileher atau jadikan sebagai anting-anting.
7). Pesanlah sandal dalam bentuk kotak amal, selain sandal anda terhindar dari aksi pencurian, maka anda juga akan mendapatkan sumbangan amal.
8). Gunakanlah sandal yang berbeda, sandal sebelah kanan warna pink dengan hiasan bunga matahari, sebelah kiri warna kuning dengan hiasan kepala tengkorak.
9). Gunakanlah nomor sandal yang berbeda, misal sandal sebelah kanan bernomor 37, dan sebelah kiri bernomor 45.
10). Atau gunakan sandal yang kanan dua-duanya atau kiri dua-duanya
11). Bawalah selalu rantai besi yang panjang, anda dapat merantai sandal anda pada badan anda, sehingga bila sandal anda hendak dicuri, anda akan mendapat tanda berupa tarikan.
12). Modifikasi sandal anda dengan menambah manik-manik, payet dll atau dengan membuat bolong di tengah sandal anda, sehingga sandal tidak bisa dipakai sehingga membuat ilfil si-calon pencuri.
13). Menyimpan secarik kertas di atas sandal anda yang berbunyi ‘Sandal ini punya aparat’ ; ‘Kredit sandal ini belum lunas’ ; atau anda tulis pengumuman ‘Ini bukan sandal, sumpah ini bukan sandal..’
14). Tips paling jitu adalah : Pakailah sepatu, sehingga anda tidak akan pernah kehilangan sandal.
Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%
sebuah dongeng sebelum memulai…
Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%
Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.
Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.
Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.

Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.
Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.
INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.
Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.
Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.”
Besok harinya orang-orang pun berkumpul di tengah kota dan Fabian menjelaskan kepada mereka konsep tentang “uang”. Masyarakat yang mendengarkan pidatonya terkesan dan ingin mendengar lebih banyak.
“Emas yang saya produksi menjadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak akan berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam bentuk koin dan kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar”
Fabian menjelaskan konsep tentang nilai, dan bahwa “uang” akan menjadi medium pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter.
Salah satu dari anggota pemerintah bertanya “Tetapi orang tertentu bisa menambang emas sendiri dan membuat koin untuk diri mereka sendiri”
“Ini tidak boleh diterima” kata Fabian. “Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang boleh digunakan, dan kita akan membuat stempel khusus di koin-koin tersebut.” Ini kedengarannya masuk akal dan orang-orang pun mulai menyarankan agar setiap orang mendapatkan sama banyak. “Tetapi saya yang paling pantas mendapatkan lebih” kata si pembuat lilin. “Tidak, saya lah yang berhak mendapatkan lebih,” kata si petani. Dan pertengkaran pun dimulai. Read more…
Si jenius Pranav Mistry, Penemu 6′th Sense Technology asal India
Selama ini kita (saya pribadi maksudnya) lebih mengenal negara India sebagai produsen film acha-acha dan eksportir Bajaj hingga ke negara kita. Tahukah anda dibalik image Bollywood dan Bajaj wood serta inspektur vijay nya India dewasa ini mencetak banyak orang orang jenius yang mampu diperhitungkan pada kancah internasional. India sudah berkembang dari sebuah negara miskin menjadi negara maju dengan industri dan science/teknologi sebagai tulang punggungnya. Gambaran India belakangan ini yang hadir dalam scene film Bollywood yang semakin modern ternyata sedikit banyak dipicu oleh kondisi nyata banyaknya anak muda India yang Jenius. Ini bukan karakter fiktif yang diperankan oleh Amir Khan dalam boxoffice Bollywood nya yang berjudul 3 Idiots, ugh… sekali lagi saya bicara mengenai film India.
Adalah seorang Pranav Mistry, jebolan MIT yang berhasil membuat tercengang audiens dalam presentasi teknologi temuannya beberapa tahun yang lalu (blog ini kurang apdet yah??). Teknologi terbaru ini dinamai 6’th Sense Technology atau Teknologi Indera Keenam. Pranav dengan jenius telah menciptakan alat yang memadukan gerak tubuh (gesture) dengan dunia komputasi digital. Dengan teknologi ini kita bisa melakukan apa pun tanpa harus mengunakan alat yang berbeda dan tanpa harus berada di depan komputer.
Ide awal penemuan teknologi ini adalah: bagaimana kita tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan gampang tanpa harus membawa banyak peralatan digital seperti kamera, ponsel, ataupun laptop, sekaligus dapat terhubung secara online terus menerus untuk menerima dan mencari informasi.
Seperti yang didemokan oleh Pranav, dengan teknologi tersebut dia mampu menelfon hanya dengan telapak tangan tanpa ponsel, memotret hanya dengan ujung jari tanpa kamera, melihat resensi buku, melihat delay pesawat pada ticket, membuka akses internet atau Google pada selembar kertas, membaca koran dengan animasi online, dan bahkan … transfer data atau teks hanya dengan menjumput dan memasukkannya ke monitor komputer!
- Kamera: Webcam menangkap obyek di depan dan melakukan tracking terhadap gerakan tangan user. Data dikirimkan ke smart phone.
- Tanda jari berwarna: Pada jari terdapat tanda berwarna merah, kuning, hijau, dan biru yang membantu kamera menangkap gerakan tangan. (Pada perkembangan teknologi ini Pranav Mistry telah menciptakan algoritma pengenalan gerak tubuh sehingga kelak tidak lagi diperlukan tanda berwarna pada jari tersebut)
- Proyektor: Sebuah proyektor yang menggunakan LED (light emiting diode) menampilkan data yang dikirim dari smart phone ke sembarang permukaan di posisi depan user. Bisa tembok, kertas, tangan, atau orang. Saat ini Pranav sedang merancang membuat proyektor laser agar ketajamannya lebih tinggi.
- Smart Phone: Sebuah smart phone yang terkoneksi ke Web akan memproses data video dengan menggunakan algoritma pencitraan untuk mengidentifikasi obyek. Sebuah software khusus lain melakukan searching di Web untuk ‘menterjemahkan’ gerakan tangan. Read more…

Source: tipsh4re.blogspot.com



















Basa basi terbaru: